Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan Tubuh dan Mental Anda

9 Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan Tubuh dan Mental Anda

Bersepeda adalah salah satu olahraga favorit, selain joging dan berlari. Anda saat ini bisa lebih merasa aman saat bersepeda karena sudah ada sejumlah jalur khusus sepeda. Namun, apakah Anda tahu apa saja manfaat bersepeda bagi kesehatan? Jika belum tahu, simak ulasan berikut ini.

Manfaat bersepeda untuk kesehatan tubuh

bersepeda kesehatan jantung Benarkah Sering Bersepeda Menyebabkan Impotensi?

Bersepeda merupakan opsi low-impact exercise, yakni jenis olahraga yang umumnya direkomendasikan bagi orang yang baru mulai berolahraga, obesitas, atau rentan mengalami cedera.

Olahraga ini mudah Anda lakukan dan minim risiko cedera.

Jika selama ini Anda sudah sering atau baru mulai berolahraga, Anda perlu mengetahui apa saja manfaat bersepeda untuk kebugaran jasmani seperti berikut ini.

1. Mengendalikan berat badan

Salah satu manfaat bersepeda adalah mengendalikan atau menurunkan berat badan. Olahraga ini mampu meningkatkan metabolisme, membangun otot, serta membakar lemak tubuh.

Agar Anda bisa mendapatkan hasil efektif, pastikan pengeluaran energi lebih besar dari asupannya.

Jika mencoba untuk menurunkan berat badan, Anda perlu mengombinasikan bersepeda dengan pola makan sehat dan seimbang.

Banyaknya kalori terbakar saat bersepeda akan bergantung pada durasi, jarak, dan kecepatan Anda saat bersepeda.

2. Mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah

Bersepeda sebagai olahraga kardio bisa merangsang dan memperbaiki kesehatan jantung, paru-paru, sirkulasi darah, serta membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Manfaat bersepeda juga termasuk membantu menguatkan otot jantung dan mengurangi kadar lemak dalam darah.

Memasukkan kegiatan bersepeda ke dalam olahraga harian bisa membantu mencegah risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).

Sebuah studi dari British Journal of Sport Science Medicine menemukan bahwa berolahraga dengan intensitas tertentu dapat memperbaiki hipertensi.

Efek yang ditimbulkan sama seperti saat orang tersebut mengonsumsi obat resep. Walaupun begitu, tetap konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan saran medis terbaik.

3. Mengurangi risiko kanker

Jika Anda mempertahankan asupan makanan sehat dan seimbang, disertai bersepeda secara teratur, kedua hal tersebut akan membantu Anda dalam mengurangi risiko kanker.

Sebuah studi terbitan Journal of American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa orang yang memiliki tubuh bugar hingga usia tua memiliki risiko lebih rendah untuk mengidap kanker paru dan kanker kolorektal.

Sementara bagi penderita kanker dalam masa pemulihan, bersepeda dapat mengurangi efek samping dari pengobatan kanker dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Menghindari diabetes

Kurang aktivitas olahraga menjadi salah satu faktor risiko penyebab diabetes.

Bersepeda secara rutin merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko dan mengelola kondisi diabetes.

Menghindari gaya hidup yang malas bergerak, salah satunya dengan bersepeda lebih dari 30 menit per hari bisa membantu Anda menurunkan risiko terkena diabetes dan penyakit lainnya.

5. Meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi

Menjaga postur tubuh Anda tegak selama bersepeda dapat membantu meningkatkan kekuatan, keseimbang, dan koordinasi tubuh secara keseluruhan.

Keseimbangan yang meningkat sebagai salah satu manfaat bersepeda bisa mencegah risiko jatuh dan patah tulang.

Meskipun tidak secara langsung mengurangi risiko, bersepeda adalah bentuk latihan yang ideal bagi penderita osteoarthritis. Pasalnya, manfaat bersepeda bisa memberikan tekanan sedikit kepada persendian.

6. Merawat persendian tubuh

Dr. Safran-Norton dari Harvard Health Publishing menyarankan bersepeda untuk penderita nyeri sendi dan kekakuan tubuh bagian bawah yang berkaitan dengan usia.

Olahraga ini tetap bisa Anda lakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi, tanpa khawatir membebani sendi.

Saat duduk pada jok sepeda, Anda akan meletakkan beban pada sepasang tulang panggul yang disebut tuberositas iskia.

Bersepeda berbeda dengan berjalan atau jogging di mana Anda lebih banyak meletakkan beban pada kaki sehingga lebih rentan memicu cedera.

7. Memperbaiki gangguan kesehatan mental

Manfaat bersepeda dan aktivitas fisik lainnya bisa membantu tubuh Anda menghasilkan lebih banyak hormon dopamin.

Hormon dopamin berfungsi meningkatkan rasa bahagia sehingga bisa meredakan perasaan stres, depresi, dan gangguan kecemasan Anda alami.

Sebuah studi menyebutkan pesepeda lebih sedikit mengalami gangguan kesehatan mental dibanding olahraga lain, seperti senam aerobik atau gym, termasuk pada mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

8. Mencegah risiko penyakit Parkinson

Manfaat bersepeda salah satunya menangkal berbagai penyakit, termasuk penyakit Parkinson.

Journal of the American Medical Association menerbitkan sebuah studi untuk meneliti hubungan antara aktivitas fisik pada tingkatan tertentu dengan risiko penyakit Parkinson.

Berolahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi mampu menurunkan risiko penyakit Parkinson pada pria.

Berdasarkan hal ini Anda tentunya harus menyesuaikan kecepatan, durasi, dan jarak tempuh untuk membantu Anda mengurangi risiko penyakit ini.

9. Membantu memperpanjang usia

Olahraga intensitas tinggi yang bisa Anda peroleh dengan bersepeda memiliki manfaat untuk mencegah penuaan hingga ke tingkat sel.

Aktivitas fisik berat mampu meningkatkan kapasitas dan fungsi mitokondria sehingga membuat Anda lebih awet muda.

Melakukan olahraga rutin juga bisa mengurangi risiko kematian dini, sekaligus memperpanjang usia.

Survei terhadap pesepeda Tour de France menyebutkan usia mantan pesepeda rata-rata hingga 81,5 tahun, lebih tinggi 17 persen dari rata-rata populasi umum yang hanya 73,5 tahun.

Tips aman bersepeda dan hal-hal yang perlu Anda perhatikan

membonceng bayi dan balita

Sebelum mulai bersepeda, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter apabila menderita penyakit jantung, arthritis, atau pengeroposan tulang.

Bagi pengidap masalah keseimbangan, penglihatan, dan pendengaran lebih disarankan untuk menggunakan sepeda statis daripada bersepeda luar ruangan.

Berikut beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar aktivitas bersepeda jadi lebih aman.

  • Periksa kondisi sepeda sebelum berkendara, seperti ban, rem, setang, jok, dan bagian sepeda lainnya.
  • Selalu menggunakan pelindung kepala, siku, dan lutut untuk meminimalisir luka dan cedera akibat jatuh dari sepeda.
  • Gunakan pakaian khusus bersepeda atau hindari pakaian longgar yang mudah tersangkut pada rantai sepeda.
  • Patuhi peraturan lalu lintas dan perhatikan kendaraan bermotor serta pejalan kaki di sekitar. Lebih baik, gunakan jalur khusus sepeda apabila tersedia.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan tabir surya, kacamata hitam, dan topi apabila bersepeda pada siang hari dalam waktu lama.
  • Hindari bersepeda jika kondisi polusi udara sedang tidak bagus.
  • Gunakan lampu sepeda apabila bersepeda pada malam hari.

Pastikan mengikuti tips aman bersepeda untuk mencegah risiko cedera, bahkan kecelakaan yang tentu Anda tidak inginkan.

Anda perlu melakukan secara rutin, serta imbangi dengan pola makan sehat dan menghindari kebiasaan buruk untuk mendapatkan manfaat bersepeda sepenuhnya.

health-tool-icon

Kalkulator Detak Jantung

Cari tahu berapa detak jantung istirahat (RHR) maksimum untuk usia Anda dan bagaimana intensitas olahraga dan faktor lain memengaruhi detak jantung.

Laki-laki

Wanita

Anda mengecek untuk ....

Detak jantung istirahat Anda .... (bpm/denyut per menit)

60

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fang, X., Han, D., Cheng, Q., Zhang, P., Zhao, C., Min, J., & Wang, F. (2018). Association of Levels of Physical Activity With Risk of Parkinson Disease: A Systematic Review and Meta-analysis. JAMA network open, 1(5), e182421. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2018.2421

Leyland, Louise-Ann; Spencer, Ben; Beale, Nick; Jones, Tim; van Reekum, Carien M.; Piacentini, Maria Francesca  (2019). The effect of cycling on cognitive function and well-being in older adults. PLOS ONE, 14(2), e0211779. doi:10.1371/journal.pone.0211779.

Naci, H., Salcher-Konrad, M., Dias, S., Blum, M. R., Sahoo, S. A., Nunan, D., & Ioannidis, J. (2019). How does exercise treatment compare with antihypertensive medications? A network meta-analysis of 391 randomised controlled trials assessing exercise and medication effects on systolic blood pressure. British journal of sports medicine, 53(14), 859–869. https://doi.org/10.1136/bjsports-2018-099921

Cycling – health benefits | betterhealth.vic.gov.au. Betterhealth.vic.gov.au. (2013). Retrieved 15 March 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/cycling-health-benefits.

Hurford, M., & Smith, J. (2020). 11 Legit Ways Cycling Makes You Happier and Healthier. Bicycling. Retrieved 15 March 2022, from https://www.bicycling.com/training/a20029633/8-ways-cycling-will-make-you-healthier/.

The top 5 benefits of cycling – Harvard Health. Harvard Health. (2016). Retrieved 15 March 2022, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-top-5-benefits-of-cycling.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Apr 13
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan