Apa Saja Olahraga yang Termasuk Low Impact Exercise?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat berolahraga, tulang, otot dan persendian tubuh mengalami dampak yang dapat berupa tekanan atau benturan. Benturan ini bermanfaat sebagai proses penguatan tulang dan otot dari bagian tubuh yang digunakan selama berolahraga.

Namun stres fisik dari olahraga dapat menyebabkan rasa nyeri atau kelelahan yang terlalu cepat bagi orang-orang yang memiliki kondisi fisik yang tidak terlalu kuat seperti lansia atau penderita penyakit tertentu, atau bahkan pemula yang belum terbiasa berolahraga sekalipun. Tapi jangan khawatir. Masih banyak jenis olahraga lain yang berdampak lebih ringan pada tubuh agar Anda tetap bisa menjaga kebugaran tubuh. Jenis olahraga ringan ini disebut low impact exercise.

Apa itu low impact exercise?

Low impact exercise adalah jenis olahraga yang membutuhkan kedua atau setidaknya satu telapak kaki masih menempel di lantai atau suatu permukaan untuk menahan berat tubuh dalam sepanjang sesinya — misalnya jalan kaki. Low impact exercise tidak memberatkan kinerja persendian tubuh sehingga relatif lebih aman bagi individu yang rentan mengalami cedera dan patah tulang.

Jenis olahraga ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang dapat menopang berat badan seperti sepeda dan sepatu roda, atau olahraga lainnya yang mengurangi tekanan pada kaki seperti berenang, yoga atau tai-chi.

Berbagai jenis olahraga lainnya juga dapat digolongkan sebagai low impact exercise selama olahraga tersebut tidak terlalu berisiko memberikan tekanan besar pada kaki serta tetap melatih kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Meski demikian, low impact exercise cenderung lebih sedikit membakar kalori karena dilakukan dengan intensitas yang lambat.

Cedera saat berolahraga pada umumnya terjadi pada kaki saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti saat berlari atau melompat (yang termasuk high impact exercise) karena memerlukan gerakan konstan di mana kaki terus bergantian meninggalkan permukaan secara bersamaan.

Siapa yang sebaiknya melakukan low impact exercise?

Low impact exercise pada dasarnya ditujukan pada individu yang sangat berisiko mengalami cedera dan patah tulang saat berolahraga seperti lansia atau penderita penyakit kronis yang menyerang jantung, saluran pernapasan dan penderita arthritis. Metode ini juga dapat dilakukan sebagai penyesuaian oleh pemula yang ingin menerapkan rutinitas olahraga, serta indivdu yang mengalami kegemukan ataupun sedang hamil.

Selain itu, menurunkan intensitas aktivitas fisik dan mengganti metode olahraga menjadi low impact exercise juga perlu dilakukan untuk mencegah cedera. Namun individu dengan tingkat kebugaran yang lebih tinggi tetap perlu meningkatkan intensitas olahraga mereka untuk mencapai rate denyut jantung dan pembakaran kalori yang lebih tinggi saat berolahraga. Oleh karena itu menggabungkan rutinitas olahraga dengan intensitas rendah dan tinggi perlu dilakukan dan dilakukan secara bergantian.

Contoh olahraga low impact exercise

Berikut beberapa contoh jenis olahraga yang memberikan tekanan terhadap tulang dan persendian lebih sedikit namun tetap efektif untuk membakar kalori:

Jalan kaki 

Jalan kaki merupakan olahraga ringan yang paling populer. Jalan kaki dapat dengan mudah meningkatkan kerja jantung dan membakar kalori dengan meningkatkan kecepatan berjalan atau berjalan pada permukaan yang menanjak.

Bersepeda

Bersepeda dapat menjadi pilihan olahraga aerobik yang efektif memperkuat tubuh bagian bawah. Namun intensitasnya bergantung dengan kecepatan dan rute yang dilalui, sehingga memerlukan penyesuaian intensitas dan durasi bersepeda. Selain itu, bersepeda juga berisiko menimbulkan cedera akibat ukuran tempat duduk dan stang sepeda yang tidak sesuai.

Berenang

Berenang merupakan jenis olahraga yang melibatkan berbagai otot tubuh namun cenderung menimbulkan tekanan karena dilakukan di dalam air. Berenang juga dapat menurunkan berat badan dengan efektif jika dilakukan dengan kecepatan yang konsisten selama satu sesi berenang.

Yoga

Yoga dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan dengan cara melakukan berbagai postur tertentu dan latihan bernapas dan berbagai postur yang melatih kekuatan, keseimbangan dan fleksibilitas tubuh serta bermanfaat dalam memperbaiki mood.

Tai chi

Tai chi merupakan olahraga yang berasal dari Cina yang dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik dengan melakukan serangkaian gerakan lambat dan teratur. Meskipun tidak meningkatkan fungsi saluran pernapasan atau membakar kalori dalam jumlah yang banyak, namun olahraga ini dapat meningkatkan kekuatan dan keseimbangan tubuh.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ingin Membentuk Otot? Jangan Latihan Keras Setiap Hari

Agar otot lebih kuat, tak perlu olahraga mati-matian. Penelitian membuktikan kalau Anda perlu meluangkan waktu satu hari untuk "rest day" dan tidak ngegym.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Gerakan Senam Mata untuk Mengatasi Mata Lelah

Senam mata adalah salah satu cara mengatasi mata lelah yang muncul akibat terlalu lama melihat layar komputer atau cahaya terang. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Manusia Jika Lari Secepat Kilat

Pada kenyataannya, jika manusia lari secepat kilat bak Quicksilver atau The Flash, hal-hal mengerikan akan terjadi pada tubuh, seperti ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Berenang? Waspada 5 Bahaya Kaporit Dalam Kolam Renang

Fungsi kaporit pada air kolam renang adalah untuk membunuh bakteri-bakteri dalam air dan juga menjernihkan air. Tapi, awas bahayanya yang bisa merusak mata

Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sarapan tidak sehat

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan nyeri haid

Nyeri Kronis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bahaya Olahraga Di Siang Hari

Ini Bahayanya Jika Anda Berolahraga di Siang Hari Saat Panas Terik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit