home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Pare untuk Mengatasi Penyakit Kanker

5 Manfaat Pare untuk Mengatasi Penyakit Kanker

Pare termasuk buah yang banyak dimanfaatkan sebagai sayur untuk konsumsi sehari-hari di Indonesia. Meski demikian, tidak semua orang menyukainya karena rasanya yang pahit. Padahal, sayang melewatkan manfaat buah pare untuk kesehatan, termasuk mengatasi penyakit kanker. Nah, kira-kira apa nutrisi yang terdapat dalam buah pare yang dapat membantu mengatasi kanker? Simak penjelasannya berikut ini, ya.

Kandungan nutrisi dalam buah pare

manfaat pare

Sebelum memahami manfaat buah pare untuk kanker, simak beragam nutrisi yang terdapat pada buah pare berikut ini:

  • Air: 91.28 gram
  • Energi: 41 kkal
  • Protein: 0.82 gram
  • Lemak total: 2.71 gram
  • Karbohidrat: 4.19 gram
  • Serat: 1.9 gram
  • Kalsium: 9 miligram (mg)
  • Zat besi: 0.37 mg
  • Magnesium: 16 mg
  • Fosfor: 35 mg
  • Kalium: 309 mg
  • Natrium: 128 mg
  • Seng: 0.75 mg
  • Tembaga: 0.032 mg
  • Selenium: 0.2 mikrogram (mcg)
  • Vitamin C: 31.9 mg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0.049 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0.052 mg
  • Niasin: 0.272 mg
  • Vitamin B6: 0.056 mg
  • Folat: 49 mcg
  • Choline: 10.7 mg
  • Vitamin A: 17 mcg
  • Vitamin E: 0.43 mg
  • Asam lemak: 0.734 gram

Manfaat buah pare untuk mengatasi kanker

makan pare saat hamil

Dari berbagai kandungan nutrisi dari buah pare tersebut, buah ini bisa memberikan manfaat untuk penyakit kanker. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Menurunkan risiko kanker

Siapa sangka kandungan serat dalam buah pare ternyata memiliki manfaat untuk menurunkan risiko Anda mengalami penyakit kanker? Ya, sayur dan buah memang sumber terbaik untuk mendapatkan asupan serat, salah satunya dari buah yang memiliki bentuk seperti mentimun ini.

Kandungan serat dalam buah pare tergolong tinggi, sehingga mengonsumsi buah kaya serat ini dapat membantu Anda menjaga kesehatan saluran cerna. Oleh karena itu, tak heran jika buah pare memiliki manfaat, khususnya, untuk mengurangi risiko Anda mengalami kanker kolorektal.

Kanker Kolorektal (Usus Besar/Kolon dan Rektum)

2. Meningkatkan efektivitas pengobatan kanker

Salah satu kandungan pada buah pare, yaitu vitamin C, ternyata juga dapat membantu meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Menurut Mayo Clinic, pengobatan kanker seperti terapi radiasi atau kemoterapi bisa bekerja lebih baik jika pasien kanker mengonsumsi vitamin C.

Tak hanya itu, kandungan vitamin C yang terdapat pada buah pare ini juga memiliki manfaat untuk mengurangi efek samping pengobatan kanker. Namun, para peneliti masih harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan pernyataan tersebut.

3. Mencegah efek samping pengobatan kanker

Kandungan mineral seng dalam buah pare ternyata juga memiliki manfaat untuk mencegah efek samping yang Anda rasakan setelah menjalani pengobatan kanker. Bahkan, Memorial Sloan Kettering Cancer Center juga mendukung pernyataan tersebut.

Pasalnya, seng dalam buah pare diduga dapat mencegah hilangnya kepekaan indera perasa setelah terapi radiasi untuk pengobatan kanker. Terapi radiasi yang dapat menyebabkan kondisi tersebut biasanya dilakukan pada area kepala dan leher.

Tak hanya itu, mineral ini juga dapat meredakan sariawan dan peradangan yang terjadi pada area kepala dan leher akibat radioterapi untuk kanker tersebut. Meski begitu, untuk memastikan kebenaran dari manfaat tersebut, Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter.

4. Membantu mengatasi kanker

Jika kandungan vitamin C pada buah pare memiliki manfaat untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker, berbagai kandungan bioaktif yang terdapat pada buah ini juga dapat mengatasi kanker secara langsung.

Beberapa kandungan bioaktif kimia yang bisa Anda temukan pada buah pare termasuk triterpenoid, triterpene glikosida, asam fenolat, flavonoid, minyak esensial, saponin, asam lemak, dan protein. Ya, beberapa kandungan bioaktif kimia pada buah pare ini ternyata berkontribusi pada sifat anti kankernya.

Tak heran, buah ini dipercaya juga bisa membantu mengatasi berbagai jenis kanker. Hanya saja, Anda masih perlu memastikan manfaat buah pare untuk kanker yang satu ini pada dokter.

5. Mencegah terjadinya kanker

Mengonsumsi buah pare ternyata juga memiliki manfaat untuk menghindarkan Anda dari mengalami kanker, salah satunya adalah kanker payudara. Pasalnya, sebuah penelitian pada tahun 2014 membuktikan bahwa wanita yang mengonsumsi folat memiliki risiko yang lebih rendah mengalami kanker.

Bahkan, asupan folat dapat menurunkan risiko kanker payudara secara drastis. Meski begitu, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai jumlah asupan folat yang dibutuhkan untuk benar-benar membantu pencegahan kanker payudara, khususnya pada wanita.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fiber: High or Low?. Retrieved 19 March 2021, from https://www.rogelcancercenter.org/living-with-cancer/mind-body-side-effects/nutrition/fiber-high-or-low

How high fiber food can help you lower your cancer risk? Retrieved 19 March 2021, from https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/how-fiber-helps-lower-your-cancer-risk.h11-1590624.html

High-dose vitamin C: Can It Kill Cancers? Retrieved 19 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/expert-answers/alternative-cancer-treatment/faq-20057968

Zinc. Retrieved 19 March 2021, from https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/zinc

Dandawate, P. R., Subramaniam, D., Padhye, S. B., & Anant, S. (2016). Bitter melon: a panacea for inflammation and cancer. Chinese journal of natural medicines14(2), 81–100. https://doi.org/10.1016/S1875-5364(16)60002-X

Chen, P., Li, C., Li, X., Li, J., Chu, R., & Wang, H. (2014). Higher dietary folate intake reduces the breast cancer risk: a systematic review and meta-analysis. British journal of cancer110(9), 2327–2338. https://doi.org/10.1038/bjc.2014.155

Bitter melon. Retrieved 19 March 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1103462/nutrients

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 20/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri