backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Keringat Berlebih saat Tidur, Bisa Jadi Gejala Kanker

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 02/09/2021

Keringat Berlebih saat Tidur, Bisa Jadi Gejala Kanker

Sangatlah wajar jika tubuh berkeringat ketika Anda berolahraga atau melakukan aktivitas di bawah sinar matahari. Namun, jangan dianggap sepele jika Anda sering berkeringat tanpa penyebab yang jelas. Ini karena keringat berlebih bisa menjadi tanda dan gejala adanya kanker di dalam tubuh. Penasaran? Yuk, cari tahu jawaban selengkapnya berikut ini!

Keringat berlebih bisa jadi gejala kanker

gangguan cemas dan masalah tidur saling berkaitan

Rata-rata suhu tubuh normal adalah 37ºC. Ketika suhu tubuh meningkat atau lebih panas, otak akan berusaha kembali menormalkannya. Bagian otak hipotalamus akan mengirim sinyal pada tubuh untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara mengeluarkan keringat yang diproduksi kelenjar keringat.

Kemudian, keringat akan keluar dari tubuh Anda melalui lubang kecil di kulit yang disebut pori-pori. Nah, keringat keluar akan menguap dan membuat tubuh Anda kembali ke suhu normal.

Inilah alasan kenapa tubuh Anda berkeringat. Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini normal terjadi.

Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh menyepelekan keluarnya keringat yang terjadi secara berlebihan, tanpa penyebab yang jelas, dan disertai gejala lain yang mengganggu. Sebab, bisa jadi keringat berlebih di malam hari adalah tanda ada yang tidak beres dengan tubuh Anda, salah satunya gejala penyakit kanker.

Berdasarkan situs Cancer Research, keringat berlebih sering dialami pasien kanker karena alasan berikut ini.

a. Infeksi

Infeksi adalah salah satu penyebab umum pada pasien kanker yang mengalami keringat berlebihan. Terjadinya infeksi menunjukkan bahwa sistem imun tubuh sedang melawan peradangan, yang ditandai dengan munculnya demam. Biasanya kondisi sering terjadi pada pasien yang menjalani kemoterapi.

Pengobatan kemoterapi memang dapat membunuh sel kanker. Namun di sisi lain, kemo dapat merusak sistem imun dengan mengurangi jumlah sel darah putih yang melawan infeksi. Demam infeksi umumnya terjadi antara hari ke-7 atau ke-12 setelah pasien menyelesaikan setiap dosis kemoterapi, dan dapat berlangsung selama satu minggu.

b. Menunjukkan jenis kanker tertentu

Keringat berlebih di malam hari juga bisa menjadi tanda dan gejala dari jenis kanker tertentu, di antaranya:

c. Perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh

Jenis kanker tertentu bisa memengaruhi produksi hormon, pengobatan kanker pun bisa menimbulkan efek serupa. Salah satu contohnya adalah pengobatan kanker payudara yang bisa membuat pasien wanita mengalami menopause dini.

Kondisi tersebut menimbulkan gejala hot flashes, yakni wajah memerah dan berkeringat. Hal ini juga terjadi pada pria yang menjalani pengobatan kanker prostat, karena jumlah testosteron dalam tubuhnya menurun. Pengobatan kemoterapi, radioterapi, dan terapi hormon juga bisa membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat.

d. Efek samping obat kanker

Selain karena adanya pertumbuhan kanker, keringat berlebih juga bisa menjadi efek samping dari obat-obatan kanker yang digunakan. Kondisi ini kadang disertai dengan efek samping lain, seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya.

Penyebab keringat berlebihan selain gejala kanker

Wanita demam

Tidak cuma kanker, sebenarnya ada banyak masalah kesehatan lain yang bisa membuat seseorang terus-menerus berkeringat seperti di bawah ini.

  • Malaria
  • Hipertioridisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Hipoglikemia pada pasien diabetes
  • Penyakit yang menyerang saraf
  • Tuberkulosis
  • Akromegali (tubuh kelebihan hormon pertumbuhan)

Kapan harus ke dokter?

pantangan setelah operasi batu empedu

Jika Anda mengalami gejala keringat berlebihan, jangan ragu untuk periksa ke dokter. Apalagi jika Anda mengalami keringat berlebih diikuti gejala yang mengarah pada penyakit kanker, seperti tubuh kelelahan, berat badan menurun drastis, nyeri pada tubuh, dan sering kali demam.

Gejala lain seperti pembengkakan pada perut, batuk, gangguan pencernaan, sakit kepala parah, muncul luka pada kulit, dan kesulitan untuk makan bisa menjadi gejala khas dari kanker jenis tertentu. Sebagai contoh, pengidap kanker paru akan lebih sering batuk dan kondisinya tidak membaik dengan pengobatan biasa.

Mewaspadai gejala kanker, meningkatkan peluang diri untuk mendapatkan pengobatan lebih cepat jika suatu saat Anda terkena penyakit kanker. Hal ini bisa berdampak besar pada kualitas hidup Anda nantinya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 02/09/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan