Payudara Besar Berisiko Lebih Tinggi Kena Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering dialami oleh kaum perempuan. Banyak yang beranggapan bahwa perempuan yang memiliki payudara besar lebih berpeluang untuk terserang kanker payudara. Lalu, apakah benar ukuran payudara besar yang menyebabkan kanker payudara?

Ukuran payudara besar lebih berisiko alami kanker payudara dibanding ukuran payudara kecil

Memiliki payudara besar, berpeluang lebih besar pula untuk terkena kanker payudara. Pernyataan ini berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medical Genetics. Dalam penelitian tersebut, para ahli melibatkan lebih dari 16 ribu wanita yang diminta untuk mengisi kuesioner yang menanyakan ukuran bra yang merek pakai. Selain itu, para ahli juga mengambil sampel gen mereka masing-masing.

Lalu di akhir penelitian diketahui bahwa kelompok wanita yang menggunakan bra dengan ukuran D atau lebih, memiliki peluang untuk mengalami kanker payudara lebih besar ketimbang kelompok perempuan yang menggunakan bra ukuran A atau kurang dari itu.

Mengapa payudara besar dihubungkan dengan kanker payudara?

Meski belum diketahui secara pasti apa hubungan dari ukuran payudara dengan kanker payudara, namun hal ini merupakan faktor risiko yang tidak langsung. Para ahli menyatakan bahwa ukuran payudara pada wanita dipengaruhi oleh gen dan DNA yang mengaturnya. Peneliti menyatakan bahwa gen yang membuat ukuran payudara besar pada wanita juga memengaruhi pertumbuhan kanker, sehingga di kemudian hari ia dapat mengalami penyakit tersebut.

Teori lain juga menyatakan bahwa hal ini ada hubungannya dengan status gizi yang dimiliki perempuan dengan payudara besar. Biasanya, perempuan yang memiliki berat badan berlebih juga mempunyai ukuran payudara yang besar – lemak juga menumpuk pada payudara. Sementara, obesitas atau kegemukan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker payudara.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa perempuan yang obesitas cenderung alami kanker payudara. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology menyatakan bahwa risiko kanker payudara meningkat hingga 30% pada perempuan yang berat badannya berlebihan.

Apakah wanita yang memiliki payudara besar sudah pasti akan mengalami kanker payudara?

Bagi Anda yang memiliki ukuran payudara besar, jangan cemas dulu, sebab hal ini bukanlah suatu hal yang mutlak terjadi. Ada banyak faktor lain yang menyebabkan kanker dapat tumbuh pada payudara Anda. Berikut adalah faktor risiko dari kanker payudara menurut American Cancer Society:

Riwayat keluarga. Seberapa pun ukuran payudara Anda, memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker payudara, akan meningkatkan risiko kanker payudara hingga 2 kali lipat.

Usia. Semakin tua usia Anda maka semakin meningkatkan risiko penyakit kanker payudara. Kebanyakan pasien kanker payudara, sudah mengalami menopause saat didiagnosis penyakit ini. Oleh karena itu penting untuk melakukan mammografi ketika memasuki usia 47 tahun.

Memiliki riwayat tumor pada payudara. Bila Anda mengalami hal ini, maka risiko kanker payudara naik hingga 3 kali.

Memiliki anak pertama di usia yang tua. Seorang wanita yang memiliki anak di usia yang sudah tua atau bahkan tak memiliki anak sama sekali, berisiko lebih tinggi untuk alami kanker pada payudara.

Mengalami menarche (haid pertama) lebih awal ataupun menopause terlambat. Wanita yang mengalami menarche atau haid pertama kalinya kurang dari usia 12 tahun maka berisiko terkena kanker payudara. Sama juga dengan wanita yang menopausenya telat, lebih dari 55 tahun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Gemar berlari sebagai olahraga utama? Cek ragam tips meminimalisasi risiko terserang penyakit saat lari di luar ruang di masa new normal, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi rambut kering

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit