Apa Benar Bra Berkawat Bisa Sebabkan Kanker Payudara?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda lebih suka menggunakan bra kawat, mungkin Anda jadi waswas ketika mendengar isu bahwa bra berkawat bisa sebabkan kanker payudara. Eits, tunggu dulu. Dari mana sebenarnya berita ini berasal? Memang benar sering pakai bra kawat bisa meningkatkan risiko kanker payudara? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Bra berkawat bisa picu kanker payudara, benar atau tidak?

Anda yang suka pakai bra berkawat bisa bernapas lega sekarang. Pasalnya, hingga saat ini tak ada penelitian atau data medis yang cukup kuat untuk membuktikan isu bahwa bra kawat jadi salah satu penyebab kanker payudara. Penelitian yang paling akurat di tahun 2014 dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention berhasil mencatat bahwa tidak ada kaitan antara bra kawat dan kanker payudara.

Dalam penelitian tersebut, diungkapkan bahwa riskan tidaknya Anda terkena kanker payudara sama sekali tidak dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan seputar penggunaan bra, seperti pemilihan jenis bra (berkawat atau tidak;sama-sama aman), kapan Anda pertama kali mulai pakai bra, ukuran cup, hingga berapa lama Anda pakai bra setiap hari.

Bayangkan saja jika penggunaan bra berkawat memang bisa meningkatkan risiko kanker, maka seharusnya jumlah pengidap kanker payudara di mana-mana sangat tinggi. Pasalnya, banyak sekali wanita yang menggunakan bra kawat.

Sedangkan menurut data yang dicatat oleh Kementerian Kesehatan, tingkat prevalensi kanker payudara di Indonesia sebesar 0,05 persen. Ini berarti dari 10.000 orang, ada lima orang yang terdiagnosis dengan kanker payudara. Oleh sebab itu, isu bahwa bra kawat menyebabkan kanker payudara tidaklah benar.

Kenapa ada anggapan bra berkawat bisa menyebabkan kanker payudara?

Bra kawat pertama kali dipercaya bisa menyebabkan kanker pada tahun 1995. Saat itu sepasang suami istri asal Amerika Serikat (AS), Sidney Ross Singer dan Soma Grismaijer melakukan survei terhadap lima ribu orang wanita. Dari survei tersebut, pasangan ini menyimpulkan bahwa wanita yang menggunakan bra kawat lebih rentan terhadap risiko kanker payudara.

Menurut pasangan ini, bra kawat akan menghambat sirkulasi cairan limfa (getah bening). Akibatnya, cairan limfa dan berbagai zat beracun lainnya terjebak di area payudara dan ketiak. Inilah yang diyakini bisa menyebabkan kanker. Pada kenyataannya, cairan limfa tidak akan terhalang oleh kawat bra yang anda pakai.

Para ahli, dokter spesialis kanker, dan peneliti kanker juga menilai bahwa survei ini mengesampingkan faktor risiko kanker yang lain, misalnya obesitas. Pasalnya, orang yang mengidap obesitas cenderung lebih sering menggunakan bra berkawat daripada orang yang bertubuh langsing. Maka, besar kemungkinan risiko kanker payudara meningkat bukan karena penggunaan bra kawat, melainkan karena obesitas.  

gejala ciri kanker payudara

Berbagai penyebab kanker payudara

Pada dasarnya, banyak orang percaya bra berkawat bisa meningkatkan risiko kanker karena kurang paham akan penyebab kanker payudara. Kanker payudara bisa muncul kalau terjadi mutasi gen pada sel-sel di sekitar payudara dan ketiak Anda. Faktor risikonya yang sudah terbukti secara medis antara lain:

  • Keturunan (genetik)
  • Kurang beraktivitas fisik
  • Obesitas
  • Mulai menopause setelah usia 55 tahun
  • Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun
  • Pernah menjalani terapi radiasi, terutama di bagian dada
  • Pernah menjalani terapi hormon setelah menopause

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Pasien kanker ovarium harus menjalani diet. Lantas, apa makanan, baik sayur dan buah yang baik dan bagus untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit