Pilihan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Penyakit jantung koroner alias PJK adalah jenis penyakit jantung kronis yang menyebabkan angka kematian tertinggi di dunia. Meski begitu, bukan berarti penyakit jantung koroner tidak bisa diobati. Jika Anda baru didiagnosis penyakit jantung koroner, cari tahu pengobatan atau cara mengobati yang efektif dan sesuai dengan kondisi Anda. 

Konsumsi obat untuk pengobatan penyakit jantung koroner

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk pengobatan jantung koroner, termasuk:

1. Obat-obatan pengencer darah

Obat-obatan ini digunakan untuk mengencerkan darah, tujuannya untuk mencegah agar tidak terjadi penggumpalan darah. Pasalnya, gumpalan-gumpalan darah yang terbentuk dapat menyumbat pembuluh darah dan menjadi penyebab serangan jantung.

Salah satu jenis obat pengencer darah yang paling sering digunakan adalah aspirin dalam dosis rendah. Dokter pun biasanya akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat ini. Tidak hanya untuk cara mengobati penyakit jantung koroner, aspirin juga dapat mencegah terjadinya serangan jantung.

Namun, tidak semua orang boleh mengonsumsi aspirin. Ada kalanya Anda telah mengonsumsi obat pengencer darah jenis yang lain, sehingga dokter tidak menyarankan Anda mengonsumsi obat ini. Selain itu, jika Anda memiliki masalah pendarahan, obat ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi. Maka itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan obat-obatan.

Selain aspirin, ada beberapa obat-obatan pengencer darah lainnya, seperti:

  • clopidogrel
  • rivaroxaban
  • ticagrelor
  • prasugrel

2. Statin

Obat-obatan penurun kolesterol juga dapat digunakan untuk pengobatan untuk penyakit jantung koroner. Salah satunya adalah obat-obatan statin. Cara kerja statin adalah mencegah pembentukan kolesterol dan peningkatan jumlah reseptor untuk kolesterol jahat (LDL) di dalam liver.

Hal ini dapat membantu mengeluarkan kadar kolesterol jahat tersebut dari dalam darah, sehingga menurunkan risiko terjadinya serangan jantung. Meski begitu, tidak semua obat-obatan statin cocok digunakan oleh semua orang.

Maka itu, Anda mungkin harus mencoba mengonsumsi beberapa tipe atau jenis obat statin hingga benar-benar menemukan yang cocok.

3. Beta blockers

Ada lagi jenis obat-obatan lain yang bisa menjadi cara tepat untuk mengatasi penyakit jantung koroner, yaitu beta blockers. Obat-obatan ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan detak jantung dan mengurangi tekanan darah. Kedua hal tersebut dapat mengurangi kebutuhan jantung akan oksigen.

Selain itu, jika penyakit jantung koroner yang Anda alami menyebabkan serangan jantung, penggunaan beta blockers juga dapat mengurangi risiko Anda mengalami serangan jantung di kemudian hari.

Beberapa jenis beta blockers yang sering digunakan adalah atenolol, bisoprolol, metoprolol, dan nebivolol. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati salah satu gejala penyakit jantung koroner yaitu angina atau nyeri dada.

4. ACE inhibitors

ACE inhibitor juga bisa digunakan untuk pengobatan penyakit jantung koroner. Obat ini berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner.

Obat ini menghambat hormon yang disebut angiotensin-2 yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Selain mencegah agar jantung tidak bekerja terlalu keras, obat ini juga dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Meski begitu, tekanan darah Anda akan tetap dimonitor selama menggunakan obat ini. Selain itu, Anda akan diminta untuk melakukan tes darah secara berkala untuk memeriksa kondisi ginjal, apakah masih bekerja dengan baik.

5. Nitrat

Obat-obatan nitrat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah. Obat ini bisa menjadi pengobatan terhadap penyakit jantung koroner yang efektif. Obat ini terdapat dalam berbagai sediaan, termasuk tablet, spray, dan masih banyak lagi sediaan lainnya.

Obat ini bekerja dengan cara membantu pembuluh darah untuk rileks, sehingga jumlah aliran darah yang dapat masuk dan melewati pembuluh darah tersebut juga menjadi lebih banyak. Dengan begitu, tekanan darah Anda bisa menurun dan rasa nyeri dada yang mungkin Anda rasakan juga perlahan mereda.

Pengobatan penyakit jantung koroner dengan prosedur operasi

Selain penggunaan obat-obatan, Anda juga bisa menjalani prosedur operasi sebagai cara untuk mengobati penyakit jantung koroner. Beberapa prosedur medis yang bisa Anda jalani di antaranya:

1. Angioplasti dan pemasangan ring jantung (stent)

Pada pelaksanaannya, dokter akan memasukkan kateter atau tabung tipis berukuran panjang ke dalam arteri. Lalu, kawat disertai dengan balon khusus dimasukkan ke dalam pembuluh arteri yang menyempit melalui kateter. Balon tersebut kemudian akan dipompa, menekan plak-plak yang ada ke dinding arteri.

Biasanya, dari proses ini, dokter akan melakukan pemasangan ring jantung secara permanen pada pembuluh darah arteri yang menyempit untuk membantunya tetap terbuka. Sebagian besar, ring jantung yang dipasang dilengkapi dengan obat untuk membantu memaksimalkan fungsinya mempertahankan pembuluh arteri agar tetap terbuka.

2. Operasi bypass jantung

Menurut sebuah artikel yang dimuat di Mayo Clinic, salah satu metode operasi yang juga dapat dilakukan sebagai pengobatan untuk penyakit jantung koroner adalah operasi bypass jantung.

Pada proses operasi ini, dokter akan membuat ‘jalan pintas’ dengan memotong pembuluh darah yang terdapat pada bagian tubuh yang lain dan menjahitkannya di antara pembuluh darah aorta dan bagian dari arteri koroner di atas pembuluh darah yang tersumbat.

Hal ini tentu dapat membantu mengembalikan aliran darah menuju jantung, karena aliran darah tidak perlu melewati pembuluh darah yang telah menyempit atau tersumbat tersebut.

Gaya hidup sehat untuk mendukung pengobatan jantung koroner

cara hidup sehat

Selain penggunaan obat-obatan, baik obat kimia maupun obat herbal untuk jantung koroner, dan prosedur medis yang bisa Anda jalani, ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda terapkan sebagai pengobatan alami untuk penyakit jantung koroner ini. Nah, jika Anda baru saja didiagnosis PJK, maka pastikan untuk melakukan hal-hal berikut:

1. Rehabilitasi jantung

Sehabis operasi, kemungkinan dokter akan menyarankan Anda mengikuti rehabilitasi. Dokter juga akan mewanti-wanti beberapa hal yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan selama proses ini untuk memaksimalkan penyembuhan. 

Fungsi dari rehabilitasi adalah untuk membantu Anda cepat pulih dan melanjutkan aktivitas senormal mungkin. Selama waktu ini Anda juga akan belajar cara menangani situasi darurat di masa pemulihan.

Masa rehabilitasi juga berguna untuk Anda dan keluarga mengetahui cara menangani masalah fisik, emosional, atau psikologis yang dapat terjadi setelah diagnosis PJK.

Setelah menyelesaikan rehabilitasi, penting bagi Anda untuk terus menerapkan pola hidup sehat untuk jantung demi membantu melindungi kesehatan Anda dan mengurangi risiko masalah jantung.

2. Pola makan sehat

Salah satu pengobatan jantung koroner yang juga bisa Anda lakukan dari perubahan gaya hidup adalah mengubah pola makan. Ya, agar Anda tidak mengalami masalah jantung yang lebih serius, lebih baik mulailah pilih makanan yang baik untuk jantung.

Selain makanan yang sehat, Anda juga perlu memerhatikan cara memasak. Ya, praktikkan cara memasak yang sehat untuk jantung agar Anda juga bisa menyajikan makanan sehat untuk jantung untuk anggota keluarga lainnya.

Tidak hanya itu, hindari juga makanan berkalori tinggi, makanan tinggi gula, dan makanan tinggi garam yang akan memperparah penyumbatan pada pembuluh darah. Ganti pola makan tinggi kalori dengan mengonsumsi makanan tinggi serat. 

Lebih cermatlah dalam memilih makanan. Nama lain garam sering disamarkan sebagai natrium alginat, natrium sulfit, natrium kaseinat, disodium fosfat, natrium benzoat, natrium hidroksida, monosodium glutamat (MSG), atau natrium sitrat.

Tak hanya porsi dan kandungan dalam makanan, jadwal makan juga perlu Anda perhatikan agar tidak terbiasa makan berlebihan. Atur porsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalori Anda. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter gizi tepercaya.

3. Olahraga rutin

Olahraga adalah kebiasaan sehat yang harus dilakukan oleh semua orang, termasuk Anda yang baru saja terdiagnosis kena penyakit jantung koroner. Dengan berolahraga rutin, lemak-lemak yang sebelumnya tertimbun di dalam tubuh dan membuat pembuluh tersumbat dapat terbakar, risiko serangan jantung pun semakin rendah.

Sebelum melakukan olahraga, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda jenis olahraga apa yang boleh Anda lakukan dan seberapa intensitas olahraga yang aman. Pastikan Anda memilih olahraga yang baik untuk jantung dan usahakan untuk melakukan olahraga setiap hari, meskipun dalam durasi yang tak terlalu lama.

4. Hindari stres

Stres adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan pembuluh darah Anda tersumbat dan oksigen tidak sampai ke jantung. Wajar memang bila seseorang mengalami tekanan dan stres. Namun yang terpenting adalah bagaimana mengelola stres tersebut.

Mengelola stres yang mungkin muncul juga termasuk pengobatan alami yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Anda dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang Anda sukai, untuk menurunkan tingkat stres yang Anda alami.

5. Istirahat yang cukup

Salah satu cara alami mengobati penyakit jantung koroner adalah beristirahat dengan teratur. Pasalnya, kurang tidur bisa menyebabkan Anda berisiko penyakit jantung koroner. Oleh karena itu,  bila Anda sudah mengalami penyakit tersebut, kebiasaan begadang hanya membuat kondisi kesehatan Anda semakin buruk.

Dalam berbagai penelitian diketahui bahwa orang yang durasi tidurnya kurang dari 7 jam per malam memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

6. Tidak merokok

Kebiasaan merokok berpengaruh buruk terhadap kesehatan jantung. Maka itu, setelah didiagnosis atau melakukan pengobatan jantung koroner, Anda harus menghindari rokok sama sekali. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyempitkan pembuluh darah, alhasil jantung jadi bekerja lebih keras.

Selain itu, kandungan karbon monoksida pada rokok dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah dan merusak lapisan pembuluh darah. Berhenti merokok adalah salah satu cara pengobatan alami untuk penyakit jantung koroner. Pasalnya, jika kebiasaan ini diteruskan, risiko mengalami serangan jantung pun makin meningkat. 

7. Cek kadar kolesterol rutin

Kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab serangan jantung mendadak. Untuk Anda yang sudah didiagnosis kondisi penyakit jantung koroner, baiknya mulai cek rutin kadar kolesterol dalam darah. 

Kebanyakan orang yang mengidap penyakit jantung koroner harus mencapai batas kolesterol LDL di bawah 130 miligram per desiliter (mg / dL), atau 3,4 milimol per liter (mmol / L).

Namun apabila keadaan jantung Anda sehat dan tidak memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung, target Anda kolesterol LDL mungkin baiknya berada di bawah 100 mg / dL (2,6 mmol / L).

8. Jaga tekanan darah di angka normal

Jangan lupa untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Umumnya butuh 1 tahun sekali memeriksa tekanan darah apabila kondisi kesehatan Anda normal.  Apabila Anda sudah didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner, dokter mungkin akan menyarankan cek tekanan darah tiap 6 bulan kali. Tekanan darah normal umumnya dengan angka 120 sistolik dan 80 diastolik, sebagaimana diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg).

9. Kontrol kondisi diabetes

Menjaga dan mencegah kondisi diabetes Anda memburuk sangat penting dalam pengobatan untuk penyakit jantung, terlebih bila Anda juga didiagnosis memiliki penyakit jantung koroner.

Menurut American Heart Association, banyak beberapa penelitian yang telah menunjukkan bahwa obat-obatan seperti statin, aspirin, ACE-inhibitor dan beta-blocker untuk penyakit jantung memiliki manfaat yang lebih besar pada penderita diabetes.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mulai rajin menggunakan obat-obatan ini sesuai resep. Obat-obatan ini juga akan membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah Anda, yang akan mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit