Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit jantung yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi penyakit ini, tidak sedikit orang yang lebih memilih untuk mengonsumsi obat herbal atau obat tradisional untuk pengobatan jantung koroner.  Padahal, penggunaan obat herbal untuk penyakit jantung koroner harus dilakukan secara hati-hati dan sebaiknya melalui konsultasi dengan dokter.

Obat herbal untuk penyakit jantung koroner

Ada beberapa pilihan obat herbal yang digunakan untuk penyakit jantung koroner. Meski begitu, Anda perlu memperhatikan setiap dampak dari penggunaan obat herbal pada tubuh. Obat-obatan tradisional untuk penyakit jantung koroner diantaranya:

1. Teh hijau

Salah satu bahan alami yang dipercaya dapat digunakan sebagai obat herbal untuk penyakit jantung koroner adalah teh hijau. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of the American of College Nutrition menyebutkan bahwa salah satu kandungan yang terdapat pada teh ini dapat melindungi fungsi jantung. Kandungan tersebut adalah epigallocatechin gallate (EGCG).

Selain itu, beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa mengonsumsi teh hijau secara rutin juga dapat menurunkan berbagai risiko dari penyakit jantung.

Pada penelitian tersebut dinyatakan bahwa Anda dapat merasakan manfaat ini dari mengonsumsi teh hijau sebanyak 5-6 cangkir dalam sehari. Tidak hanya dalam bentuk minuman, Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk ekstrak yang dapat ditemukan dalam bentuk suplemen.

Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati dengan penggunaan teh hijau sebagai obat tradisional untuk jantung koroner. Pasalnya, jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan pada teh hijau, yaitu oxalate, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami batu ginjal.

2. Bawang putih

Selain teh hijau, bawang putih juga termasuk salah satu obat herbal yang diduga dapat mengatasi penyakit jantung koroner. Salah satu bahan masakan ini memiliki kandungan antioksidan, yaitu allicin, yang dianggap memberikan efek positif bagi orang yang mengonsumsinya.

Rutin mengonsumsi bawang putih dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol di dalam darah. Keduanya memang termasuk faktor risiko untuk penderita jantung koroner. Jika ingin mendapatkan manfaat dari bawang putih, Anda disarankan untuk mengonsumsinya saat masih segar.

Pasalnya, bawang putih yang sudah dicincang dan dicampur dengan minyak atau air lalu disimpan di dalam lemari pendingin dan bawang putih yang sudah dihilangkan baunya dianggap memiliki kandungan allicin yang lebih rendah.

Meski demikian, jika Anda memang ingin mencegah terjadinya penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner, Anda tidak disarankan hanya fokus pada salah satu jenis bahan masakan seperti ini. Lebih baik, atur pola makan sehat untuk jantung.

3.  Jahe

Ada pula bahan alami lain yang juga dianggap dapat menjadi obat herbal untuk penyakit jantung koroner, yaitu jahe. Ya, jahe dipercaya dapat membantu menurunkan risiko Anda mengalami berbagai penyakit jantung. Dalam hal ini, mengonsumsi 2 gram bubuk jahe diduga dapat mengurangi kadar gula darah hingga 12%.

Suplemen jahe juga dapat mengurangi faktor risiko yang dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner. Bahkan, akar jahe tidak hanya ditemukan dalam bentuk suplemen. Anda bisa menyeduh akar jahe dan mengonsumsinya seperti minum teh.

Meski begitu, bukan berarti hanya dengan mengonsumsi jahe Anda bisa menurunkan risiko atau menghilangkan gejala dari penyakit jantung koroner. Lebih baik, sebelum menggunakan jahe sebagai obat herbal atau tradisional untuk penyakit jantung koroner, Anda berkonsultasi kepada dokter apa saja obat yang ampuh atau lebih efektif.

4. Buah delima

Ada lagi bahan alami yang juga dianggap bisa digunakan sebagai obat herbal untuk penyakit jantung koroner. Ya, buah delima ini dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan jantung. Sebuah penelitian menyatakan bahwa kandungan antioksidan di dalam buah berwarna merah ini dapat mengatasi aterosklerosis.

Aterosklerosis sendiri adalah penyempitan pembuluh darah yang terjadi karena adanya tumpukan plak kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Bahkan, bisa menjadi penyebab dari serangan jantung.

Anda bisa mengonsumsi buah ini dengan cara memakannya langsung atau membuatnya menjadi jus delima. Meski begitu, hal ini masih harus dipastikan dengan penelitian yang lebih jauh. Pasalnya, tidak banyak penelitian yang menyebutkan hal yang sama.

5. Ginseng

Ginseng termasuk salah satu bahan alami yang juga dianggap ampuh untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Ginseng memang sering dikonsumsi oleh orang yang memiliki faktor risiko terhadap penyakit jantung. Sebagai contoh, orang yang memiliki tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol di dalam darah tinggi.

Selain itu, ginseng juga dipercaya dapat mengembalikan aliran darah pada pembuluh darah yang terletak di jantung bisa kembali normal setelah orang mengalami iskemia jantung.

Meski demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih jauh mengenai setiap kandungan yang terdapat pada ginseng. Hal ini untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang luput dari penelitian yang sudah ada dari penggunaan ginseng untuk penyakit jantung.

Nutrisi pada makanan yang baik untuk penyakit jantung koroner

Selain bahan-bahan alami sebagai obat herbal untuk mengatasi penyakit jantung koroner, ada beberapa nutrisi pada makanan yang bisa Anda konsumsi untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Salah satunya adalah asam lemak omega-3.

Jika Anda ingin lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 daripada mengonsumsi obat herbal dalam mengatasi jantung koroner, Anda bisa mendapatkannya dari ikan seperti salon dan makerel. Tak hanya itu, kacang-kacangan, minyak kanola, kacang kedelai, minyak kedelai dan masih banyak lagi.

Selain asam lemak omega-3, makanan yang kaya akan vitamin D juga diduga baik untuk jantung. Makanan dengan kandungan vitamin D termasuk udang, susu, telur, jus jeruk yang telah difortifikasi, tuna kaleng, sereal untuk sarapan yang telah difortifikasi, serta margarin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Memilih Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

Menerapkan pola makan sehat merupakan cara untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Apa saja makanan sehat untuk penderita jantung koroner?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 17/06/2020 . Waktu baca 8 menit

8 Langkah Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner. Apa saja upaya pencegahan jantung koroner yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 16/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit