Apakah Orang Dengan Hipertensi Paru Masih Boleh Olahraga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat didiagnosis mengidap hipertensi paru, maka ada serangkaian perubahan hidup yang perlu dilakukan termasuk salah satunya aktivitas sehari-hari pasien. Hal ini dikarenakan orang dengan penyakit ini memiliki kondisi tubuh yang tak lagi sama dan cenderung lebih mudah lelah. Lantas, apakah orang dengan hipertensi paru masih boleh olahraga? Begini pertimbangannya.

Yang terjadi pada tubuh saat kena hipertensi paru

sesak napas karena asam lambung naik

Saat Anda mengalami hipertensi paru, tekanan darah di saluran arteri pulmonalis terlalu tinggi akibat pembuluh darah yang menyempit dan menebal. Akibatnya, jantung sebelah kanan bekerja lebih keras untuk memompa darah menuju paru-paru. Sehingga hal ini membuat tekanan darah di pembuluh darah paru dan jantung sebelah kanan mengalami peningkatan melebihi kondisi normal.

“Orang dengan hipertensi paru memiliki tekanan darah paru di atas normal, yaitu lebih dari 25 mmHg, ” papar dr. Lucia Kris Dinarti Sp.PD., Sp.JP, ahli hipertensi paru dari Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta dalam dialog yang diprakarsai oleh Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) di Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Kondisi yang satu ini kemudian memicu serangkaian gejala seperti seperti pusing, lemas, sesak napas, dan mudah lelah. Sehingga bagi Anda yang memiliki penyakit ini biasanya akan disarankan untuk menghindari berbagai kegiatan yang dapat memforsir tenaga.

Lantas, apakah orang dengan hipertensi paru boleh berolahraga?

gerakan olahraga tabata

Menurut dr. Lucia Kris, orang dengan hipertensi paru masih boleh berolahraga; asal disesuaikan dengan kondisinya.

“Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa olahraga justru bisa membantu memperbaiki kondisi orang yang mengidap tekanan darah tinggi pada saluran arteri di parunya, ” ucap dr. Lucia Kris.

Namun, tentu saja jenis olahraganya disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Pasalnya, setiap pasien memiliki kondisi dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Orang dengan penyakit ini harus konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berolahraga. Hal ini karena olahraga ringan saja bisa memperburuk gejala dan kondisi penderitanya.

Dikutip dari laman resmi Yayasan Hipertensi Paru Indonesia, ada beberapa tips yang perlu diterapkan oleh orang dengan hipertensi paru. Di antaranya yaitu:

  • Melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda santai, dan peregangan otot kaki serta tangan.
  • Tidak melakukan olahraga beban.
  • Tidak berjalan pada jalanan yang mendaki.
  • Menghindari aktivitas di luar ruangan dengan cuaca yang ekstrem seperti terlalu panas, dingin atau dataran tinggi karena bisa memperburuk gejala.
  • Mengukur kemampuan diri sendiri sebelum gejala muncul.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), Fascc, FAPSC, FACC., ahli hipertensi paru Rumah Sakit Harapan Kita, menambahkan bahwa ada aturan khusus untuk pasien dengan kondisi ini yang ingin tetap berolahraga.

“Mengukur kemampuan olahraga pasien itu ada rumus khusus. Ini akan dihitung berdasarkan kondisi jantung dan usia masing-masing pasien. Jika pasien ternyata olahraga sembarangan melebihi batas, maka dia bisa ambruk. Sedangkan jika kurang bergerak maka bisa lesu terus. Untuk itu, perlu konsultasi ke dokter agar disesuaikan,” papar Prof. Bambang.

Oleh karena itu, jangan sembarangan dan memutuskan sendiri mana jenis olahraga yang ingin Anda lakukan jika mengidap penyakit yang satu ini karena bisa membahayakan kondisi kesehatan Anda. Karena kondisi kesehatan yang memang tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas berat seperti olahraga, maka pada orang-orang tertentu melakukan aktivitas sehari-hari saja sudah terhitung sebagai olahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mager Olahraga Saat Karantina? Ini 7 Tips Agar Anda Tetap Semangat

Masa karantina membuat badan jadi malas gerak. Padahal, olahraga penting agar tubuh tetap fit. Ini tips agar Anda tetap semangat olahraga saat karantina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Bayar Utang Olahraga Sekaligus Langsung di Hari Libur?

Banyak orang yang malas berolahraga dengan alasan sibuk. Lantas, bolehkah "membayar" utang dengan olahraga setiap hari selama liburan panjang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat 31/01/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Kiat Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Buat Wanita Berhijab

Memilih pakaian olahraga untuk wanita yang memakai hijab memang tidak selalu mudah. Yuk, simak tips memilihnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Screening dalam Olahraga, dari Cegah Cedera Hingga untuk Performa

Screening dalam olahraga memiliki banyak kegunaan. Mulai dari menilai risiko cedera, performa, bahkan efek samping dari olahraga itu sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 05/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga dengan masker

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 7 menit