Pentingnya Menjaga Hormon Adrenalin Stabil Agar Tidak Darah Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hormon adrenalin berfungsi untuk memengaruhi, mengatur, dan menentukan kemampuan tubuh untuk mempertahankan tekanan darah yang sehat. Ketika kelenjar adrenal rusak kemudian kadarnya berlebihan, maka dapat menyebabkan tekanan darah naik, timbul gejala sakit kepala, dan penurunan berat badan. 

Dari mana hormon adrenalin dihasilkan?

Hormon adrenalin dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang terletak di bagian atas ginjal, membantu menstabilkan tekanan darah yang sehat. Melakukan olahraga rutin disertai dengan penerapan pola makan yang benar, kelenjar adrenal akan menghasilkan hormon dalam jumlah yang normal, sehingga tubuh bisa bekerja dengan baik. 

Kelenjar ini akan meningkatkan produksi hormon adrenalin ketika Anda dalam keadaan takut, cemas, atau tertekan. Hal ini menyebabkan otak dan jantung mendapatkan tambahan darah, dan akhirnya memompa darah lebih cepat.

Tumor kelenjar adrenal bisa membuat tekanan darah tinggi

Munculnya tumor dalam kelenjar adrenal dapat menyebabkan hormon dihasilkan dalam jumlah yang berlebihan atau disebut dengan kondisi pheochromocytomas.

Ketika terlalu banyak adrenalin diproduksi, merangsang jantung untuk memompa darah lebih keras, volume darah meningkat, dan akhirnya tekanan darah naik. 

Tekanan darah tinggi yang terjadi akibat kondisi ini, dapat menyebabkan nyeri di daerah-daerah tertentu tubuh seperti dada bagian bawah, mual, penurunan berat badan yang tidak sehat, detak jantung yang cepat, berkeringat ekstrem dan intoleransi terhadap suhu, ditambah sakit kepala akut dan ekstrem.

Hormon adrenalin juga meningkat akibat stres

Sistem saraf pusat tubuh akan menghasilkan respon “fight-or-flight” saat tubuh mengalami stres. Di mana kondisi ini juga akan membuat bagian otak bernama hipotalamus mengaktifkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol lebih banyak.

Saat Anda mengalami stres akut (stres dalam waktu singkat) contoh seperti karena terjebak macet di jalan),  detak jantung akan meningkat, serta pembuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung akan melebar. Hal ini menyebabkan peningkatan volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh dan meningkatkan tekanan darah yang jadi melonjak. 

Cegah stres dengan latihan pernapasan

Juga, saat Anda mengalami stres kronis (stres dalam jangka waktu lama), detak jantung Anda akan meningkat secara konsisten. Tekanan darah dan kadar hormon stres juga akan meningkat secara berkelanjutan.

Untuk cegah stress Anda bisa coba latihan pernapasan. Ada banyak penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatan dari latihan pernapasan dalam sebagai cara menghilangkan stres yang tepat.

Oksigen yang masuk menggantikan karbon dioksida yang keluar saat kita bernapas dalam-dalam membawa segudang manfaat bagi sistem tubuh. Mengendalikan pernapasan dilaporkan bisa memperlambat detak jantung dan menurunkan atau menstabilkan tekanan darah. Hal ini telah dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Peran adrenalin dalam menjaga tekanan darah

Meskipun bisa meningkatkan tekanan darah, hormon adrenalin juga wajib dijaga kadarnya untuk kesehatan tensi Anda. Pilihan terbaik untuk menstabilkan atau mempertahankan tekanan darah yang sehat adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah, hindari stres, melakukan olahraga, dan diet yang sehat serta padat gizi.

Beberapa suplemen dan minuman energi yang mengandung jumlah kafein tinggi menghasilkan jumlah adrenalin yang tidak teratur, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah juga.

Mengulangi proses ini dengan mengkonsumsi sejumlah besar kafein dalam produk sehari-hari kadang-kadang menyebabkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah dan kerusakan ginjal.

Maka itu, konsultasikan dulu pada dokter sebelum meminum suplemen atau obat-obatan tertentu. Kurangi juga asupan kafein yang bisa merusak ginjal dan membuat tekanan darah tinggi Anda naik

Dokter memiliki kemampuan dalam mengobati masalah terkait dengan hipertensi yang disebabkan oleh komplikasi adrenalin, dengan penggunaan bantuan dari obat-obatan seperti diuretik.

Sering kali, penghambat dan inhibitor enzim tertentu diperlukan untuk mengobati kasus tekanan darah tinggi berat. Pada kasus yang melibatkan individu dengan obesitas ekstrem, obat-obatan dibarengi dengan kegiatan fisik bersifat wajib.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 17/05/2020 . Waktu baca 7 menit

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Apa saja makanan, minuman, dan kebiasaan buruk yang harus menjadi pantangan bagi penderita darah tinggi? Simak penjelasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hipertensi, Health Centers 14/05/2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit