Bagaimana Cara Membaca Hasil Pengukuran Tekanan Darah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020
Bagikan sekarang

Ketika diukur tekanan darahnya oleh petugas medis, Anda mungkin hanya diberitahu berapa angka tekanan darah Anda saat itu dan apakah termasuk normal, tinggi, atau rendah. Hanya sebatas itu. Namun, apakah Anda sebenarnya tahu apa arti hasil tekanan tersebut? Lalu, berapa hasil tekanan darah yang disebut normal?

Cara membaca hasil tekanan darah

Semua orang pasti ingin memiliki tekanan darah normal agar terhindar dari berbagai penyakit kronis, terutama penyakit jantung. Oleh karena itu, sekarang ini banyak orang yang sengaja membeli alat ukur tekanan darah otomatis agar bisa mengukur tekanan darah kapan saja dan di mana saja, tanpa harus periksa ke tenaga kesehatan. Kemudian, saat melihat angka hasil tekanan darah, apa yang Anda ketahui tentang angka tersebut?

Bila Anda lihat ada alat tekanan darah otomatis, terdapat dua angka besar yang tertera di sana, yaitu baris pertama dan kedua. Baris pertama disebut dengan angka sistolik, sedangkan baris kedua merupakan angka diastolik. Kedua angka tersebut tak sekadar angka, tetapi menggambarkan kondisi aliran darah serta fungsi jantung Anda saat itu.

Angka sistolik

Ketika jantung berdetak, ada dua hal yang dilakukannya, yaitu berkontraksi kemudian mendorong darah untuk dialiri ke seluruh tubuh serta mengendur yang diiringi dengan kembalinya aliran darah ke jantung dari seluruh tubuh. Kegiatan mendorong darah dan berkontraksi menghasilkan tekanan yang disebut dengan tekanan sistolik.

Angka diastolik

Sementara itu, angka diastolik menandakan tekanan pada jantung ketika istirahat. Ini adalah waktu di mana jantung menerima darah dari paru-paru yang berisi oksigen. Darah tersebut merupakan darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh ketika tekanan sistolik terjadi. 

Anda dinyatakan sehat bila memiliki angka sistolik dan diastolik yang berada di kisaran normal. Namun, bagaimana bila salah satu angka tersebut normal, tetapi salah satunya lagi tidak normal?

Para ahli menyebutkan, jika angka sistolik yang tidak normal maka Anda mungkin mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti, pembuluh darah arteri kaku, ada masalah pada katup jantung, mengalami hipertiroidisme, atau diabetes melitus. Namun, bila angka diastolik yang tidak normal, ada kemungkinan Anda terserang penyakit jantung koroner. Tanyakan pada dokter untuk mengetahui penyebab yang lebih pasti. 

Berbagai hasil tekanan darah berdasarkan tingkatan

tekanan darah tinggi saat puasa

Setelah membaca hasilnya, Anda mungkin bingung kondisi kesehatan apa yang menggambarkan diri Anda dengan angka tersebut. Berikut ini merupakan berbagai hasil pengukuran tekanan darah beserta kondisi kesehatan yang mungkin terjadi berdasarkan tingkatannya.

  • Hasil tekanan darah normal

Tekanan darah yang normal menunjukkan angka sistolik di kisaran 90-119 mmHg dan angka diastolik di kisaran 60-79 mmHg. Berdasarkan American Heart Association (AHA), seseorang disebut memiliki tekanan darah normal bila angka sistolik dan diastolik pada alat ukur tensinya menunjukkan dua kisaran tersebut, yaitu di bawah 120/80 mmHg atau di atas 90/60 mmHg.

Bila hasil tekanan darah Anda normal, Anda tidak memerlukan perawatan medis apapun. Namun, Anda pun perlu tetap mempertahankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga untuk mencegah tekanan darah yang tidak normal.

  • Prehipertensi

Sementara itu, bila hasil pengukuran tekanan darah Anda berada di kisaran 120-139 mmHg untuk angka sistolik dan 80-89 mmHg untuk angka diastolik, Anda termasuk ke dalam kelompok prehipertensi.

Prehipertensi memang belum menunjukkan bahwa Anda memiliki hipertensi. Namun, kelompok orang ini berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi pada masa mendatang. Orang yang berisiko terhadap tekanan darah tinggi pun berisiko pada penyakit lainnya bila tidak segera ditangani, seperti penyakit jantung.

Seseorang yang mengalami prehipertensi memang tidak membutuhkan perawatan medis tertentu. Namun, Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian gaya hidup untuk prehipertensi, seperti menjaga berat badan, berolahraga, mengonsumsi makanan yang dianjurkan, dan sebagainya, untuk menghindari tekanan darah yang terus naik.

  • Hipertensi

Seseorang dikatakan tidak sehat bila memiliki tekanan darah sebesar 140/90 mmHg atau lebih. Bila Anda salah satunya, berarti Anda memiliki tekanan darah tinggi atau disebut hipertensi

Seseorang dengan hipertensi perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter. Dokter pun akan memberi satu atau lebih obat hipertensi untuk menjaga tekanan darah Anda terkendali. Pasalnya, hipertensi yang dibiarkan dan tidak segera ditangani dapat berujung pada komplikasi hipertensi berupa timbulnya penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, bahkan gagal jantung.

Namun, penderita hipertensi pun perlu menerapkan gaya hidup yang lebih sehat untuk mengontrol tekanan darahnya. Sama seperti prehipertensi, penderita hipertensi pun perlu rutin berolahraga, mengonsumsi makanan yang dianjurkan, menjauhi segala pantangan makanan pemicu hipertensi, menjauhi rokok dan alkohol, menjaga berat badan, dan mencegah stres.

  • Krisis hipertensi

Selain hipertensi, ada pula yang disebut dengan krisis hipertensi. Krisis hipertensi terjadi bila pengukuran tekanan darah Anda menunjukkan hasil sebesar 180/120 mmHg atau di atasnya. Tekanan darah setinggi itu menunjukkan ada masalah kesehatan yang serius pada diri Anda.

Bila ini terjadi, Anda harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat, meski Anda tidak merasakan gejala yang menyertainya. Umumnya, gejala yang menyertai krisis hipertensi, seperti sakit dada, sesak napas, gejala stroke, yaitu kelumpuhan atau hilangnya kontrol otot di wajah, adanya darah di urine Anda, atau pusing.

  • Hipotensi

Selain angka yang tinggi, tekanan darah pada seseorang juga bisa menunjukkan angka yang rendah atau di bawah batas normal, yaitu di bawah 90/60 mmHg. Bila ini terjadi, Anda berarti mengalami tekanan darah rendah atau yang disebut hipotensi.

Kondisi ini juga bisa berbahaya pada diri seseorang karena tekanan yang terlalu rendah berarti pasokan darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh menjadi terbatas. Hipotensi umumnya terjadi karena kondisi tertentu, speerti adanya masalah pada jantung, dehidrasi, kehamilan, kehilangan darah, infeksi yang parah, anafilaksis, kekurangan gizi, masalah endokrin, atau karena mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Hipotensi biasanya disertai dengan sakit kepala ringan atau pusing. Bila ini terjadi pada Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang pasti pada diri Anda. Dokter juga akan memberi beberapa saran untuk meningkatkan tekanan darah Anda.

Seberapa sering perlu mengukur dan membaca hasil tekanan darah?

tekanan darah tinggi boleh donor darah

Frekuensi pemeriksaan tekanan darah akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dengan kondisi kesehatan serta hasil tekanan darahnya yang terakhir. Tanyakan pada dokter untuk mengetahui seberapa sering Anda perlu mengukur tekanan darah dan apakah Anda perlu cek tekanan darah di rumah. Meski begitu, hal-hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan bagi Anda. 

  • Apabila tekanan darah Anda termasuk normal, yaitu kurang dari 120/80 mmHg maka tidak masalah jika Anda memeriksanya setiap 2 tahun sekali, atau sesuai dengan anjuran dokter Anda.
  • Apabila Anda mengalami prehipertensi, di mana tekanan darah sistolik di antara 120-139 mmHg dan diastolik 80-96 mmHg, maka setidaknya Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah satu tahun sekali.
  • Jika Anda sudah memasuki tahap hipertensi, yaitu tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, sebaiknya konsultasikan hal tersebut pada dokter Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020