Mengenal Penyebab Cacar Air, Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penularan virus ini bisa terjadi melalui kontak dekat dengan penderita. Infeksinya memang bisa dicegah dengan vaksin varicella. Namun, kasus cacar air masih banyak dialmi anak-anak. Meski begitu, orang dewasa yang memiliki faktor risiko tertentu juga bisa terinfeksi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tentang penyebab dari cacar air.

Varicella zoster, virus yang menyebabkan cacar air

Varicella zoster (VZV) adalah kelompok alphaherpesvirus, yang masih termasuk dalam keluarga virus herpes. Virus yang dapat menyebakan penyakit menular seksual, seperti herpes genital dan herpes oral.

Varicella zoster hanya dapat menginfeksi manusia. Artinya, Anda hanya dapat tertular penyakit kulit ini dari orang lain yang terinfeksi. Virus penyebab cacar air tidak dapat ditularkan dari hewan liar atau hewan peliharaaan.

Saat masuk ke dalam tubuh manusia, varicella zoster akan menginvasi sel sehat sebagai inangnya untuk memperbanyak diri. Namun, infeksi varicella zoster tidak langsung terjadi setelah masuk ke dalam tubuh.

Menurut CDC, virus penyebab cacar air akan melalui masa inkubasi terlebih dulu selama 10-21 hari. Setelah aktif menginfeksi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi untuk melawan virus.

Respons sistem imun ini menyebabkan munculnya gejala awal, seperti demam, tubuh lemas, serta nyeri sendi dan otot. Gejala utama cacar air, yakni bintik cacar atau lenting, baru akan muncul 1-2 hari setelahnya.

Virus ini bisa menyebar dengan cepat. Penularan virus cacar air yang paling umum adalah dengan menyentuh lenting pada kulit penderita. Cara lainnya adalah dengan menghirup udara mengandung virus yang terkontaminasi dari cairan lenting yang pecah.

Masa penularan virus penyebab cacar air ini dimulai dari pertama kali mengalami gejala awal. Periode ini dan saat lenting baru terbentuk adalah masa di mana penyakit cacar air sangat menular.

Infeksi sekunder varicella zoster menyebabkan cacar api

Menghilangkan gatal cacar air

Penyakit cacar air merupakan self-limiting disease. Infeksi varicella zoster akan berhenti dalam waktu sekitar 7-10 hari dari lenting cacar pertama muncul. Artinya, gejala lenting akan mulai mengering dan sembuh dengan sendiri dalam rentang waktu tersebut.

Dalam buku berjudul Varicella Zoster yang diterbitkan oleh StartPearls Publishing, virus penyebab cacar air selanjutnya akan berpindah dari sel kulit menuju sel saraf untuk menetap selamanya di dalam tubuh. Virus ini bersifat dorman atau tidak lagi aktif menginfeksi (tertidur). Sistem kekebalan tubuh pun turut mencegah terjadinya re-aktivasi virus.

Akan tetapi, virus penyebab cacar air ini dapat aktif kembali dan menyebabkan infeksi sekunder. Infeksi varicella zoster yang kembali aktif dapat menyebabkan penyakit herpes zoster atau cacar api.

Sama halnya dengan cacar air, gejala cacar api juga menimbulkan lenting yang gatal dan perih, tapi memiliki pola penyebaran yang berbeda. Namun, penyakit herpes zoster bisa menimbulkan gejala yang lebih berat, termasuk rasa nyeri pada saraf.

Infeksi sekunder varicella zoster ini lebih berisiko menimbulkan komplikasi seperti kerusakan saraf postherpetic neuralgia dan stroke. Pengobatan cacar api diperlukan untuk mencegah komplikasi terjadi.

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Faktor risiko penyakit cacar air

Penyakit cacar air memang bisa dialami anak-anak dan orang dewasa. Namun, beberapa orang berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi karena kondisi atau faktor tertentu.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda mengalami cacar air, antara lain:

1. Belum pernah terinfeksi dan tidak melakukan vaksinasi

Setiap orang yang belum pernah terkena cacar air dan tidak mendapatkan vaksin varicella paling berisiko terinfeksi.

Sebagian besar kasus, termasuk pada orang dewasa, menunjukkan bahwa orang tidak pernah terkena cacar dan belum divaksin bisa dipastikan akan sakit setelah terpapar virus penyebab cacar air.

Menurut National Foundation of Infectious Diseases, infeksi cacar air yang pertama kali pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala yang lebih parah dibandingkan gejala cacar air pada anak.

Oleh karena itu, vaksinasi cacar air sangat direkomendasikan bagi anak-anak dan orang dewasa untuk mencegah cacar air sekaligus menghentikan penyebaran penyakitnya.

2. Memiliki sistem kekebalan yang lemah

Orang dewasa atau anak-anak yang menderita penyakit yang menyerang sistem imun, seperti autoimun, kanker, atau HIV/AIDS, berisiko untuk terkena cacar air. Begitu pun dengan yang menjalani pengobatan kemoterapi dan steroid jangka panjang.

Selain berisiko untuk terkena cacar air, kondisi kekebalan tubuh yang lemah juga bisa memicu penyakit cacar api. Kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat virus penyebab cacar air yang dorman aktif kembali menginfeksi.

3. Bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi

Ibu yang terinfeksi cacar air ataupun cacar api dapat menularkan virus pada bayinya di antara waktu 5 hari sebelum lahir hingga 2 hari setelah lahir. Bayi baru lahir yang terinfeksi juga sangat berisiko mengalami komplikasi.

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko cacar air, sebaiknya segera melakukan vaksinasi varicella dan menghindari penularan dari orang terdekat yang terinfeksi. Ibu hamil yang terinfeksi perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keselamatan diri dan bayinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Herpes Labialis (Mulut/Bibir)

Herpes labialis adalah penyakit menular seksual pada mulut dan bibir. Jangan tertukar dengan jenis herpes lainnya, kenali ulasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 23 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Penyebab gatal di selangkangan beragam. Mulai dari hal sepele karena Anda tidak menjaga kebersihan alat vital hingga tanda penyakit kelamin tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mononukleosis

%%title%% adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Penyakit herpes zoster (cacar ular) disebabkan oleh virus penyebab cacar air. Siapa saja yang bisa kena cacar api ini? Apa bisa seseorang terkena dua kali?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Obat dan cara mengobati cacar api herpes zoster

Pilihan Obat dan Pengobatan Rumahan yang Ampuh Mengobati Cacar Api

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Perbedaan gejala cacar air dan cacar api

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Obat tradisional cacar air dari bahan alami

Cara Mengobati Cacar Air dengan Obat Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
herpes genital adalah penyakit kelamin

Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit