Minuman Fermentasi Jambu Biji, Kandidat Suplemen Sistem Imun Buatan LIPI

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan fermentasi jambu biji merah sebagai minuman suplemen peningkat daya tahan tubuh. Fermentasi ini diharapkan membantu masyarakat untuk tetap fit di masa pandemi COVID-19.

Manfaat suplemen fermentasi jus jambu biji LIPI

fermentasi jambu biji merah
Sumber Gambar: Dok. Hello Sehat

LIPI sedang mengembangkan suplemen dari fermentasi jus jambu biji merah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan atau sistem imun merupakan kemampuan tubuh untuk melindungi diri terhadap benda asing atau sel asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti virus dan bakteri penyakit.

Jambu biji merah pada dasarnya memiliki banyak kandungan nutrisi, di antaranya memiliki tiga serat larut air yakni polifenol, alkaloid, dan flavonoid. Ketiganya bermanfaat melawan pembentukan radikal bebas dalam tubuh, detoksifikasi, menetralkan racun-racun, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Selain serat larut air, jambu biji merah juga memiliki beberapa kandungan zat organik yakni myricetin, kuersetin, luteolin, kaempferol, dan hesperidinZat-zat tersebut memiliki beragam manfaat, salah satunya adalah sebagai penghambat pertumbuhan virus.

Peneliti Pusat Kimia LIPI, Yati Maryati mengatakan bahwa myricetin mampu menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-1 (SARS) dan luteolin dipercaya mampu memecah lapisan protein pada virus corona seperti MERS. Semenatara hesperidin diprediksi mampu menghambat virus SARS-COV-2 penyebab COVID-19 ke dalam tubuh.

Dengan banyak kegunaan di atas, peneliti LIPI mengembangkan potensi manfaat jus jambu biji tersebut melalui proses fermentasi menjadi jus.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Proses fermentasi meningkatkan fungsi detoksifikasi racun

fermentasi suplemen jus jambu lipi
Sumber Gambar: Dok. Hello Sehat

Para peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI mengatakan bahwa dengan melalui proses fermentasi ini, manfaat kandungan serat dan senyawa aktif dalam jambu biji merah akan meningkat hingga 90 persen. 

Proses fermentasi jambu biji merah

Untuk prosesnya, dimulai dengan jambu biji merah yang segar dipotong-potong lalu dihaluskan dan disaring. Setelah disaring, jus jambu tersebut dipasteurisasi (dipanaskan dengan suhu tinggi) dan didiamkan sampai mencapai suhu ruangan. 

Setelah jus jambu kembali ke suhu normal, barulah peneliti meriset kandidat suplemen ini melalui proses fermentasi. 

Jus jambu dimasukan ke dalam wadah kaca lalu dicampurkan dengan probiotik atau bisa disebut sebagai bakteri baik. Peneliti menggunakan probiotik asam laktat dan scoby (kultur bakteri yang digunakan dalam kombucha). 

Waktu fermentasi membutuhkan beberapa hari untuk meningkatkan kandungan manfaat dalam jus jambu.

“Proses fermentasi ini menghasilkan senyawa asam organik, meningkatkan aktivitas antioksidan. Sehingga fungsinya sebagai detoksifikasi racun dan stimulasi sistem kerja imun tubuh meningkat,” jelas Yati.

Jus jambu fermentasi buatan tim peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI ini masih dalam proses pencarian formula yang paling optimal.

LIPI Kembangkan Masker Kain Disinfektor untuk Cegah COVID-19 dan Virus Lainnya

“Minuman suplemen dari fermentasi jambu biji merah menjadi kandidat potensial dalam meningkatkan daya tahan tubuh,” lanjut Yati. 

Yati dan tim berharap bisa segera melakukan pengujian ke tahap selanjutnya sebelum kandidat suplemen ini bisa diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Rasa jus jambu hasil fermentasi LIPI

Saat membuka botol jus, aroma jambu merah lebih kuat dari jus jambu biasa. Rasa asam dari proses fermentasi mengingatkan pada rasa asam yogurt. Walaupun tidak terlalu kuat, ada sedikit sensasi sengatan di lidah seperti saat meminum soda.

Jus jambu fermentasi ini lebih menyegarkan bila diminum dalam keadaan dingin. Namun, karena merupakan minuman suplemen, produk ini harus diminum sesuai dosis yang dianjurkan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit