home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Setahun berlalu sejak otoritas kesehatan China menyebut pasar basah Huanan di Wuhan sebagai titik nol pandemi COVID-19. Selasa (30/3), tim investigasi organisasi kesehatan dunia (WHO) merilis hasil penelusuran yang memaparkan asal muasal virus penyebab COVID-19 dan bagaimana penyebarannya pertama kali.

Namun hasil investigasi tersebut masih menjadi perdebatan karena masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab.

WHO umumkan pernyataan terbaru investigasi asal muasal COVID-19

Investigasi tahap akhir pencarian asal muasal COVID-19

Tim investigasi asal muasal virus penyebab COVID-19 yang terdiri dari peneliti China dan internasional telah merilis laporan terbaru. Mereka merekomendasikan investigasi lebih lanjut terkait kemungkinan jalur penularan dari hewan ke manusia dan penularan melalui makanan beku. Tim investigasi WHO tidak merekomendasikan penelitian tambahan pada hipotesis kebocoran laboratorium.

Tim investigasi juga mengumumkan bahwa sangat tidak mungkin virus SARS-CoV-2 berasal dari kebocoran laboratorium di Kota Wuhan. Mereka meminta masyarakat untuk tak lagi memercayai teori kontroversial tersebut.

Namun, Kepala WHO Tedros Ghebreyesus mengambil langkah tak terduga dengan mengatakan bahwa dugaan kebocoran laboratorium tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut. Tedros juga setuju untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengirimkan misi tambahan dan ahli yang sesuai dengan bidang pelanggaran keamanan hayati.

Ketidakpuasan hasil investigasi juga diungkapkan oleh berbagai negara. Kesimpulan tentang peran pasar basah di Wuhan dianggap tidak jelas dan alasan tim investigasi menolak membagikan data mentah hasil penelitian juga dipertanyakan. Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan 9 negara lainnya bahkan membuat pernyataan tertulis dalam sebuah pernyataan bersama (joint statement).

“Bersama-sama, kami mendukung analisis dan evaluasi yang transparan dan independen, bebas dari campur tangan dan pengaruh yang tidak semestinya,” tulis pernyataan itu.

Apa temuan terbarunya?

Laporan tersebut menjelaskan hasil investigasi dari banyak sisi, termasuk kapan SARS-CoV-2 pertama kali terdeteksi pada manusia dan hewan mana yang menjadi perantara penularan.

Saat ini tim investigasi percaya bahwa virus penyebab COVID-19 ini kemungkinan besar berasal dari hewan, sebelum menularkannya ke manusia. Hasil investigasi sejauh ini merujuk pada asal muasal alami atau natural reservoir, tetapi tim tidak menemukan spesies tertentu itu walaupun telah menguji puluhan ribu sampel satwa liar dan ternak. Mereka juga tidak tahu bagaimana cara penularannya dari hewan ke manusia.

Tim investigasi menyebut kemungkinan besar ada spesies lain sebagai perantara penularan dari hewan ke manusia yang kemungkinan berasal dari impor makanan beku yang mereka sebut transmisi cold-chain.

Laporan tersebut mencakup rekomendasi untuk studi lebih lanjut, termasuk mengikuti jejak para petani dan pemasok yang memperdagangkan hewan dan daging hewan di pasar-pasar di seluruh Wuhan.

Awal mula investigasi yang dilakukan peneliti dunia di Wuhan

asal muasal covid-19 investigasi

Tim internasional bentukan WHO ini terdiri dari ahli epidemiologi, ahli virologi, serta peneliti di bidang kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan keamanan pangan. WHO mengatakan, tim tersebut termasuk para peneliti di China. Mereka mengadakan pertemuan virtual pertamanya pada 30 Oktober 2020.

Fase awal investigasi di Wuhan dilakukan oleh para peneliti yang sudah ada di China, sedangkan peneliti internasional menyusul terbang ke China setelah meninjau hasil tersebut.

Di Wuhan, para peneliti melihat lebih dekat pasar basah dan pasar hewan Huanan. Lokasi tersebut merupakan lokasi paling paling banyak dikunjungi oleh pasien-pasien didiagnosis COVID-19 pada masa awal penemuan kasus.

Pasar basah ini menjadi terduga kuat sebagai titik nol wilayah penularan. Namun, bagaimana pasar ini berperan menularkan virus penyebab COVID-19 masih menjadi misteri.

Dalam investigasi awal para peneliti mengambil sampel bangkai hewan beku, tapi tidak menemukan adanya bukti SARS-CoV-2 dalam hewan tersebut. Petunjuk asal muasal COVID-19 dari pasar ini baru didapatkan dari sampel lingkungan, yakni dari saluran air dan limbah yang terbukti positif terkontaminasi virus SARS-CoV-2.

Tim WHO ini juga menyelidiki satwa liar dan ternak yang dijual di pasar, termasuk rubah, rakun (procyon lotor), dan rusa sika (cervus nippon). Mereka juga menyelidiki pasar lain di Wuhan dan melacak perjalanan hewan dari China hingga melintasi perbatasan. Peneliti memprioritaskan penyelidikannya pada hewan yang diketahui rentan terhadap virus, seperti kucing dan cerpelai.

Tim investigasi ini juga melihat catatan rumah sakit Wuhan untuk mengetahui apakah virus itu menyebar sebelum Desember 2019.

Seluruh data tersebut dikumpulkan sebagai dari awal termasuk wawancara mendalam pasien COVID-19 pertama di dunia, sampel darah petugas medis, teknisi laboratorium, dan pekerja pertanian dikumpulkan dalam beberapa pekan sebelum bulan Desember.

Pertanyaan mencakup dari kegiatan perburuan hewan yang mungkin menyimpan virus hingga memeriksa kemungkinan bahwa itu berasal dari laboratorium. Ada banyak detail untuk diselidiki dan ini bisa menjadi jalan yang panjang untuk sampai benar-benar mengetahui asal-usul COVID-19.

Penelitian tentang asal muasal COVID-19 bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus SARS-CoV-2 dan virus lain dengan potensi pandemi. Mengetahui asal muasalnya, termasuk dari mana dan bagaimana penyebarannya, sangat penting untuk pencegahan di masa depan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Chavarria-Miró, G. et al. Preprint at medRxiv https://doi.org/10.1101/2020.06.13.20129627 (2020).
  • WHO. WHO experts to travel to China. Retrieved November 2020 from: https://www.who.int/news/item/07-07-2020-who-experts-to-travel-to-china
  • Ismail, S., Saliba, V., Lopez Bernal, J., Ramsay, M., & Ladhani, S. (2020). SARS-CoV-2 infection and transmission in educational settings: cross-sectional analysis of clusters and outbreaks in England. doi: 10.1101/2020.08.21.20178574
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal diperbarui 16/02/2021
x