Kriteria Hand Sanitizer yang Efektif untuk Mencegah Penularan COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 adalah mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik. Jika keduanya tidak tersedia, Anda pun dapat membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis hand sanitizer mampu mencegah penularan COVID-19.

Di pasaran, Anda akan menemukan beragam jenis hand sanitizer dengan kandungan yang berbeda-beda. Jenis hand sanitizer tertentu mungkin dapat membunuh bakteri, tapi belum tentu dengan virus ataupun kuman lainnya. Supaya Anda tidak salah pilih, mari kenali dulu hand sanitizer seperti apa yang sebenarnya Anda butuhkan.

Jenis hand sanitizer yang bisa mencegah penularan COVID-19

minum hand sanitizer

Hand sanitizer memang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19, tapi hanya bila Anda menggunakannya dengan tepat. Salah satu faktor yang menentukan tepat atau tidaknya suatu produk hand sanitizer adalah bahan aktif di dalamnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan penggunaan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Pasalnya, alkohol merupakan kandungan penting yang akan membunuh berbagai kuman pada tangan Anda.

Virus tersusun dari rantai kode genetik yang tersimpan dalam sejenis ‘kulit’ bernama kapsid. Sementara itu, beberapa virus pada hewan seperti coronavirus biasanya memiliki selubung tambahan yang terbuat dari lemak, fosfor, protein, dan glukosa.

Alkohol pada hand sanitizer, terutama dari jenis etanol atau isopropil alkohol, dapat menguraikan dan menghancurkan ikatan selubung tersebut. Virus akhirnya tidak bisa bertahan ataupun memperbanyak diri, dan lama-kelamaan akan mati.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Ini sebabnya banyak rumah sakit menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol untuk mencegah penularan COVID-19. Alkohol mampu membunuh bakteri, virus, dan parasit dengan efektif, termasuk kuman-kuman di rumah sakit.

Meski demikian, penggunaan hand sanitizer tetap tidak dapat menggantikan manfaat cuci tangan menggunakan air dan sabun. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakan hand sanitizer ketika air dan sabun benar-benar tidak tersedia.

Bolehkah memakai produk pembersih tangan tanpa alkohol?

Sumber: Tree Hugger

Selain hand sanitizer berbahan alkohol, Anda mungkin juga pernah menemukan hand sanitizer tanpa alkohol, tisu basah, atau produk-produk pembersih sejenisnya. Lantas, apakah produk-produk seperti ini juga bisa digunakan untuk mencegah COVID-19?

Alkohol menimbulkan efek samping berupa kulit kering. Orang-orang yang memiliki kulit kering dan sensitif tentu rentan terkena efek samping ini. Produsen produk pembersih pun menyiasatinya dengan mengurangi kadar alkohol atau menggantinya sama sekali.

Pembersih tanpa alkohol biasanya mengandung bahan pengganti berupa benzalkonium klorida. Benzalkonium klorida memang dapat membersihkan tangan Anda dari kuman, tapi CDC menyatakan bahwa senyawa ini tidak bekerja pada semua jenis kuman.

Hand sanitizer mengandung benzalkonium klorida mungkin hanya akan menghambat pertumbuhan kuman pada tangan, tapi tidak membunuhnya. Efeknya berbeda dengan cuci tangan yang akan membunuh kuman sekaligus menghilangkannya bersama air.

membersihkan rumah

Hal yang sama juga berlaku pada tisu basah, apalagi mengingat kebanyakan tisu basah dirancang untuk bayi sehingga tidak mengandung alkohol. Bahan aktif pada tisu basah mungkin dapat membunuh bakteri, tapi tidak dengan virus.

Oleh sebab itu, penggunaan hand sanitizer tanpa alkohol dan tisu basah dinilai kurang efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Walau demikian, keduanya bisa menjadi alternatif apabila air bersih, sabun, dan hand sanitizer dengan alkohol tidak tersedia.

Apakah hand sanitizer buatan sendiri bisa cegah COVID-19?

bahaya hand sanitizer

Kabar mengenai munculnya COVID-19 sempat menimbulkan kepanikan. Banyak orang lantas berbondong-bondong membeli hand sanitizer sehingga stoknya menipis. Mereka yang kehabisan hand sanitizer akhirnya membuat sendiri produk ini dengan bahan yang tersedia.

Hand sanitizer memang bisa dibuat sendiri, tapi Anda perlu mengukur bahan-bahannya dengan sangat teliti. Jika Anda salah mengukur, kandungan alkohol pada hand sanitizer akan turun menjadi kurang dari 60% sehingga efektivitasnya pun berkurang.

Jenis hand sanitizer buatan sendiri mungkin efektif untuk mencegah penyakit pada situasi biasa. Namun, ketika penyakit infeksi seperti COVID-19 merebak, produk hand sanitizer yang paling sesuai untuk mencegah penularan tetaplah yang mengandung 60% alkohol atau lebih.

Bagaimana Sabun Membunuh COVID-19 dan Kuman-Kuman Jahat

COVID-19 menular lewat percikan cairan tubuh yang mengandung partikel virus. Virus biasanya memasuki tubuh saat seseorang menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.

Penggunaan hand sanitizer dapat mengurangi risiko seseorang terinfeksi COVID-19. Agar manfaatnya lebih optimal, pastikan Anda memilih hand sanitizer dengan kandungan yang tepat serta menggunakannya dengan cermat.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Lebih dari 50% penularan COVID-19 terjadi dari orang tanpa gejala (OTG) termasuk mereka yang berada di tahap awal infeksi dan masih belum bergejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengurangi Risiko Penularan COVID-19 saat Berlibur, Bagaimana Caranya?

Kasus COVID-19 masih terus bertambah sehingga perjalanan liburan dapat meningkatkan risiko penularan. Bagaimana cara mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Perkembangan Terakhir Sejumlah Calon Vaksin COVID-19

WHO mencatat ada 167 calon vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di berbagai negara di seluruh dunia. Vaksin mana yang paling menjanjikan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Mutasi COVID-19 Berpotensi Menghindari Antibodi, Apa Pengaruhnya pada Vaksin?

Mutasi virus penyebab COVID-19 berpotensi membuatnya mampu menghindari sistem antibodi tubuh sehingga tidak dianggap berbahaya. Apa dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
WHO investigasi COVID-19

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Pencoblosan Pilkada?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Vaksin COVID-19 flu bukan satu-satunya solusi

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit