home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

COVID-19 Menyebar Lewat Droplet Bukan Udara, Ini Penjelasannya

COVID-19 Menyebar Lewat Droplet Bukan Udara, Ini Penjelasannya

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19 disinyalir tidak efektif bila yang memakainya adalah orang sehat. Alih-alih mengenakan masker, masyarakat lebih disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan membatasi kontak dengan orang sakit. Pasalnya, penyebaran sebagian penyakit yang disebabkan coronavirus tidak melewati udara (airborne), melainkan droplet.

Penyebaran penyakit melalui udara dan droplet sering kali dikaitkan satu sama lain. Meskipun mirip, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Kemampuan penularan, jarak penyebaran, dan penyakit yang ditularkan juga bisa berbeda antara keduanya. Lantas, apa saja perbedaan tersebut?

Mengenal berbagai metode penyebaran penyakit

mengatasi bersin

Bakteri, virus, maupun kuman penyebab penyakit lainnya dapat menular melalui berbagai cara. Penularan penyakit dalam dunia medis dikenal sebagai transmisi. Setiap jenis bibit penyakit bisa menyebar dengan metode transmisi yang berbeda-beda.

Melansir American Animal Hospital Association, sejauh ini diketahui terdapat lima jenis transmisi, yakni:

  • Kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh penderita. Bibit penyakit memasuki tubuh orang yang sehat melalui mata, mulut, atau luka terbuka.
  • Melalui udara, baik secara langsung (airborne) ataupun droplet. Penyebaran via udara dan droplet biasanya terjadi pada penyakit saluran pernapasan.
  • Secara oral dari makanan, air, atau permukaan barang yang terkontaminasi. Kuman biasanya terdapat pada feses, urine, atau liur penderita.
  • Melalui vektor, yaitu makhluk hidup yang dapat menyebarkan penyakit seperti nyamuk, kutu, tikus, dan sebagainya.
  • Zoonosis, yang berarti dari hewan ke manusia. Transmisi zoonosis dapat terjadi melalui kontak langsung, udara, vektor, ataupun oral.

Dari berbagai jenis transmisi, penyebaran melalui kontak langsung adalah yang paling sering terjadi dan risikonya pun sangat tinggi. Namun, penyebaran melalui udara juga perlu diwaspadai karena dapat mencakup banyak orang sekaligus.

Perbedaan penyebaran penyakit melalui udara dan droplet

mengatasi pusing saat pilek

Penyebaran penyakit melalui udara terjadi ketika orang yang sakit berbicara, batuk, atau bersin sehingga mengeluarkan partikel-partikel kuman dari tubuhnya. Kuman lalu beterbangan di udara dan menempel pada mata, mulut, atau hidung orang yang sehat.

Jika kuman menyebar melalui udara, penularan penyakit dapat terjadi meski penderita tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sehat. Bahkan, kuman bisa saja menyebar ke udara ketika penderita mengembuskan napas.

Oleh karena kuman bisa bertahan di udara, penularan melalui udara cenderung sulit dikendalikan. Ini sebabnya penyakit airborne seperti cacar air serta tuberkulosis lebih sulit dicegah dan ditangani. Penularannya pun terbilang cepat dan mencakup area yang luas.

Penyebaran penyakit melalui udara dan droplet sering dianggap sama. Padahal, ada perbedaan di antara keduanya. Penyebaran melalui droplet terjadi ketika orang yang sakit batuk atau bersin sehingga mengeluarkan percikan cairan (droplet) mengandung kuman.

COVID-19

Apabila percikan cairan berisi kuman memasuki mata, mulut, atau hidung orang yang sehat, orang tersebut dapat tertular penyakit. Metode penularan seperti ini terjadi pada pilek, infeksi Ebola, serta COVID-19 yang saat ini mewabah di beberapa negara.

Sebelum COVID-19, wabah terparah yang mirip dengan penyebaran SARS-CoV-2 adalah MERS dan SARS. Kedua penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini juga diketahui menyebar lewat droplet, bukan udara. Sebagai contoh, penyebaran SARS dan MERS terjadi lewat kontak dekat satu orang ke orang lainnya.

Namun, baru-baru ini WHO mengimbau petugas medis untuk meningkatkan kewaspadaannya karena virus COVID-19 disinyalir dapat bertahan di udara. Walaupun kekuatan virus mungkin tidak sampai dapat menularkan ke orang lain, Anda tetap perlu waspada dengan tetap menjaga jarak.

Penyebaran droplet biasanya terbatas sejauh satu meter. Namun, droplet juga dapat menempel pada permukaan benda, terutama kenop pintu, ponsel, dan pegangan tangga. Anda berisiko tertular penyakit bila memegang barang yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan dengan sabun.

Mencegah penyebaran penyakit melalui udara dan droplet

terlalu sering mencuci tangan

Penyakit airborne memang sangat sulit dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi risiko tertular COVID-19 dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Membatasi kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala COVID-19.
  • Tetap di rumah ketika Anda tidak enak badan.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin. Jika tidak ada tisu, gunakan lengan baju Anda untuk menutup mulut dan hidung.
  • Mengenakan masker jika harus berada di antara kerumunan.
  • Tidak menyentuh wajah atau orang lain sebelum mencuci tangan.
  • Rutin mencuci tangan setidaknya selama 20 detik, terutama setelah batuk atau bersin.

Cara serupa juga dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan penyakit melalui droplet. Akan tetapi, langkah terbaik untuk melakukan pencegahan sebenarnya adalah dengan rutin mencuci tangan dan membatasi kontak dekat dengan orang sakit.

COVID-19 pun menyebar melalui droplet. Jarak penularannya amat terbatas sehingga seseorang harus berjarak kurang dari 2 meter dari penderita untuk bisa tertular. Inilah mengapa Anda dapat mencegah COVID-19 dengan cara yang sama seperti mencegah flu, pilek, maupun penyakit lainnya yang menular dengan transmisi serupa.

Sementara itu, penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sakit sehingga berisiko menulari orang lain. Jika tubuh Anda cukup sehat, Anda sudah bisa melindungi diri lewat cuci tangan secara rutin serta membatasi kontak dengan sumber infeksi.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

COVID-19 Coronavirus Outbreak. (2020). Retrieved 5 March 2020, from https://www.worldometers.info/coronavirus/

Routes of transmission. (2020). Retrieved 5 March 2020, from https://www.aaha.org/aaha-guidelines/infection-control-configuration/routes-of-transmission/

What’s the difference between infections spread through the air or by droplets? (2020). Retrieved 5 March 2020, from http://kanehealth.com/Documents/Diseases/Ebola-infections-spread-by-air-or-droplets.pdf

How Germs Spread Through Droplet Transmission. (2020). Retrieved 5 March 2020, from https://www.verywellhealth.com/droplet-transmission-3956438

Airborne Diseases: Types, Prevention, and More. (2020). Retrieved 5 March 2020, from https://www.healthline.com/health/airborne-diseases#prevention

Frequently Asked Questions about Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). (2020). Retrieved 5 March 2020, from https://newsroom.clevelandclinic.org/2020/03/02/frequently-asked-questions-about-coronavirus-disease-2019-covid-19/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 09/03/2020
x