Novel Coronavirus Kecil Kemungkinan Menyebar Lewat Barang Impor

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Barang-barang asal Tiongkok kerap menjadi favorit para pecinta belanja online karena harganya terbilang lebih murah. Akan tetapi, banyak orang kini menghindari pembelian barang impor dari Tiongkok karena khawatir novel coronavirus menyebar melalui barang-barang yang mereka pesan.

Wabah novel coronavirus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, hingga hari Selasa (28/1) telah menginfeksi lebih dari 4.500 orang di belasan negara. Novel coronavirus memang diketahui bisa bertahan hidup di udara, tapi apakah virus berkode 2019-nCoV ini dapat bertahan cukup lama pada barang-barang impor?

Novel coronavirus kecil kemungkinan menyebar lewat barang impor

Sumber: China Daily

Novel coronavirus adalah bagian dari famili besar coronavirus yang dapat menginfeksi manusia dan binatang. Coronavirus biasanya menyerang saluran pernapasan atas dan menyebabkan penyakit yang cukup umum seperti pilek biasa atau flu pada manusia.

Terkadang, coronavirus juga menyerang saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran pernapasan bawah umumnya menyebabkan penyakit yang lebih parah seperti bronkitis, pneumonia, hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Wabah SARS yang bermula dari Tiongkok merebak ke 26 negara pada 2003 silam. Sementara itu, MERS merebak ke Timur Tengah, Asia, hingga Inggris pada tahun 2013. Keduanya disebabkan oleh coronavirus, tapi dengan jenis virus yang berbeda.

Sejauh ini, sudah ditemukan enam jenis coronavirus yang dapat menginfeksi manusia. Novel coronavirus dari Tiongkok yang diisukan dapat menyebar melalui barang impor adalah jenis coronavirus terbaru sekaligus yang ketujuh.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

282,724

Terkonfirmasi

210,437

Sembuh

10,601

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Novel coronavirus menular dengan sangat mudah. Penularan dapat terjadi dalam dua cara, yakni secara langsung dan tidak langsung. Penularan langsung terjadi saat orang yang sehat terpapar virus dari batuk, bersin, atau kontak dekat dengan orang terinfeksi.

Penularan tidak langsung terjadi ketika Anda bersentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan. Benda yang kerap terkontaminasi antara lain gagang pintu, pegangan pada kendaraan umum, dan ponsel.

Kendati bisa menular dari barang yang terkontaminasi, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa kemungkinan penyebaran novel coronavirus melalui produk impor sangatlah kecil.

CDC juga menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada bukti yang dapat mendukung isu tersebut. Berdasarkan pengamatan CDC di Amerika Serikat, tak ada satu pun kasus penularan novel coronavirus terkait pengiriman barang impor dari Tiongkok.

Mengapa novel coronavirus tidak menyebar dari barang impor?

Sumber: The Jakarta Post

Virus merupakan organisme mikroskopis yang memerlukan inang untuk bertahan hidup. Inang virus biasanya adalah bakteri atau sel-sel yang menyusun jaringan tubuh. Tanpa adanya inang, virus tidak dapat memperbanyak diri dan akan mati dengan cepat.

Kemampuan bertahan hidup virus bergantung pada tipe virus, lingkungan, serta jenis permukaan yang dihinggapinya. Virus penyebab pilek misalnya, bisa bertahan selama tujuh hari di dalam ruangan. Sementara virus influenza umumnya hanya tahan selama 24 jam.

Virus biasanya bertahan lama pada permukaan keras seperti plastik dan logam, tetapi lebih mudah mati pada permukaan benda yang empuk seperti kain. Daya tahannya mungkin bertambah kuat pada lingkungan bersuhu rendah, lembap, dan jarang terkena sinar matahari.

Coronavirus tergolong sebagai virus berukuran besar. Namun, ukuran di atas rata-rata justru membuatnya tidak dapat bertahan lama. Novel coronavirus bisa saja menempel pada barang impor, tapi virus ini akan lebih dulu mati sebelum barang impor sampai ke tempat tujuan.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Dr. Nancy Messonnier, Kepala Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernapasan CDC. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan bagi novel coronavirus untuk bertahan hidup selama masa pengiriman yang memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Selain itu, kargo penyimpanan barang-barang impor umumnya memiliki suhu ruang sekitar 20-25 derajat celsius. Masa pengiriman yang panjang dan suhu yang terlalu ‘panas’ bukanlah lingkungan ideal bagi coronavirus untuk bertahan hidup.

Mengingat novel coronavirus tergolong baru, sebenarnya belum ada cukup penelitian yang bisa menyimpulkan seberapa kuat daya tahannya di luar tubuh manusia. Namun, penelitian terdahulu tentang SARS dan MERS mengungkapkan bahwa kedua virus ini hanya dapat bertahan selama beberapa jam pada permukaan benda.

Terkait impor hewan dan produk hewan dari Tiongkok, CDC juga tidak menemukan risiko penyebaran coronavirus dari proses ini. Akan tetapi, setiap negara yang menjalin kerja sama ekspor-impor hewan dengan Tiongkok telah menerapkan peraturan ketat terkait hal ini.

Mencegah penyebaran coronavirus dari barang impor

terlalu sering mencuci tangan

Kemungkinan penyebaran 2019-nCoV lewat pengiriman barang impor sangatlah kecil. Meski demikian, wajar apabila Anda tetap merasa khawatir, mengingat cepatnya wabah ini merebak dari satu negara ke negara lainnya.

Ada tips aman bagi Anda yang hendak berbelanja barang impor dari Tiongkok maupun sedang menunggu pengiriman barang dari negara yang terinfeksi coronavirus. Jika Anda khawatir barang terkontaminasi, Anda dapat melindungi diri dengan menjaga kebersihan tangan dan barang tersebut.

Sebelum membuka barang, cucilah kedua tangan menggunakan air bersih dan sabun. Cuci tangan Anda dengan cara yang benar mengikuti panduan CDC atau WHO. Usai membuka barang, simpan kemasannya dalam kantong plastik yang rapat, lalu buang ke tempat yang aman.

Wabah novel coronavirus di Tiongkok dan belasan negara lain memicu kekhawatiran yang begitu besar, termasuk bagi orang-orang yang senang berbelanja barang secara online dari negara tersebut.

Walau begitu, Anda tak perlu panik karena isu coronavirus menyebar melalui barang impor tidaklah benar. Meski bisa bertahan pada permukaan benda, virus ini tidak cukup kuat melewati masa pengiriman yang panjang dan lingkungan yang tidak memadai pertumbuhannya.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memilih Jenis Masker yang Paling Efektif Menangkal Virus

Jenis masker untuk menjaga kesehatan Anda ada beragam. Lantas, apakah benar alat itu efektif menurunkan risiko penularan penyakit?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Happy Hypoxia, Gejala COVID-19 Berbahaya yang Datang Diam-diam

Happy hypoxia adalah gejala COVID-19 yang baru-baru ini diketahui dan dinyatakan sebagai salah satu gejala berat yang membahayakan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?

Pria 33 tahun yang tertular COVID-19 dua kali setelah dinyatakan sembuh pada akhir Maret. Apakah kekebalan terhadap infeksi kedua tidak terbentuk?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Studi: Pewarna Makanan Bisa Membunuh COVID-19 di Udara (Airborne)

Seorang peneliti dari Purdue University, Amerika Serikat meneliti kemungkinan cara membunuh COVID-19 di udara dengan pewarna makanan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kacamata penggunaan sehari hari pandemi covid-19

Penularan COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari, dari Makan Hingga Berenang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 4 menit