Novel Coronavirus Kecil Kemungkinan Menyebar Lewat Barang Impor

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Barang-barang asal Tiongkok kerap menjadi favorit para pecinta belanja online karena harganya terbilang lebih murah. Akan tetapi, banyak orang kini menghindari pembelian barang impor dari Tiongkok karena khawatir novel coronavirus menyebar melalui barang-barang yang mereka pesan.

Wabah novel coronavirus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, hingga hari Selasa (28/1) telah menginfeksi lebih dari 4.500 orang di belasan negara. Novel coronavirus memang diketahui bisa bertahan hidup di udara, tapi apakah virus berkode 2019-nCoV ini dapat bertahan cukup lama pada barang-barang impor?

Novel coronavirus kecil kemungkinan menyebar lewat barang impor

Sumber: China Daily

Novel coronavirus adalah bagian dari famili besar coronavirus yang dapat menginfeksi manusia dan binatang. Coronavirus biasanya menyerang saluran pernapasan atas dan menyebabkan penyakit yang cukup umum seperti pilek biasa atau flu pada manusia.

Terkadang, coronavirus juga menyerang saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran pernapasan bawah umumnya menyebabkan penyakit yang lebih parah seperti bronkitis, pneumonia, hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Wabah SARS yang bermula dari Tiongkok merebak ke 26 negara pada 2003 silam. Sementara itu, MERS merebak ke Timur Tengah, Asia, hingga Inggris pada tahun 2013. Keduanya disebabkan oleh coronavirus, tapi dengan jenis virus yang berbeda.

Sejauh ini, sudah ditemukan enam jenis coronavirus yang dapat menginfeksi manusia. Novel coronavirus dari Tiongkok yang diisukan dapat menyebar melalui barang impor adalah jenis coronavirus terbaru sekaligus yang ketujuh.

Novel coronavirus menular dengan sangat mudah. Penularan dapat terjadi dalam dua cara, yakni secara langsung dan tidak langsung. Penularan langsung terjadi saat orang yang sehat terpapar virus dari batuk, bersin, atau kontak dekat dengan orang terinfeksi.

Penularan tidak langsung terjadi ketika Anda bersentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan. Benda yang kerap terkontaminasi antara lain gagang pintu, pegangan pada kendaraan umum, dan ponsel.

Kendati bisa menular dari barang yang terkontaminasi, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa kemungkinan penyebaran novel coronavirus melalui produk impor sangatlah kecil.

CDC juga menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada bukti yang dapat mendukung isu tersebut. Berdasarkan pengamatan CDC di Amerika Serikat, tak ada satu pun kasus penularan novel coronavirus terkait pengiriman barang impor dari Tiongkok.

Mengapa novel coronavirus tidak menyebar dari barang impor?

Sumber: The Jakarta Post

Virus merupakan organisme mikroskopis yang memerlukan inang untuk bertahan hidup. Inang virus biasanya adalah bakteri atau sel-sel yang menyusun jaringan tubuh. Tanpa adanya inang, virus tidak dapat memperbanyak diri dan akan mati dengan cepat.

Kemampuan bertahan hidup virus bergantung pada tipe virus, lingkungan, serta jenis permukaan yang dihinggapinya. Virus penyebab pilek misalnya, bisa bertahan selama tujuh hari di dalam ruangan. Sementara virus influenza umumnya hanya tahan selama 24 jam.

Virus biasanya bertahan lama pada permukaan keras seperti plastik dan logam, tetapi lebih mudah mati pada permukaan benda yang empuk seperti kain. Daya tahannya mungkin bertambah kuat pada lingkungan bersuhu rendah, lembap, dan jarang terkena sinar matahari.

Coronavirus tergolong sebagai virus berukuran besar. Namun, ukuran di atas rata-rata justru membuatnya tidak dapat bertahan lama. Novel coronavirus bisa saja menempel pada barang impor, tapi virus ini akan lebih dulu mati sebelum barang impor sampai ke tempat tujuan.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Dr. Nancy Messonnier, Kepala Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernapasan CDC. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan bagi novel coronavirus untuk bertahan hidup selama masa pengiriman yang memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Selain itu, kargo penyimpanan barang-barang impor umumnya memiliki suhu ruang sekitar 20-25 derajat celsius. Masa pengiriman yang panjang dan suhu yang terlalu ‘panas’ bukanlah lingkungan ideal bagi coronavirus untuk bertahan hidup.

Mengingat novel coronavirus tergolong baru, sebenarnya belum ada cukup penelitian yang bisa menyimpulkan seberapa kuat daya tahannya di luar tubuh manusia. Namun, penelitian terdahulu tentang SARS dan MERS mengungkapkan bahwa kedua virus ini hanya dapat bertahan selama beberapa jam pada permukaan benda.

Terkait impor hewan dan produk hewan dari Tiongkok, CDC juga tidak menemukan risiko penyebaran coronavirus dari proses ini. Akan tetapi, setiap negara yang menjalin kerja sama ekspor-impor hewan dengan Tiongkok telah menerapkan peraturan ketat terkait hal ini.

Mencegah penyebaran coronavirus dari barang impor

terlalu sering mencuci tangan

Kemungkinan penyebaran 2019-nCoV lewat pengiriman barang impor sangatlah kecil. Meski demikian, wajar apabila Anda tetap merasa khawatir, mengingat cepatnya wabah ini merebak dari satu negara ke negara lainnya.

Ada tips aman bagi Anda yang hendak berbelanja barang impor dari Tiongkok maupun sedang menunggu pengiriman barang dari negara yang terinfeksi coronavirus. Jika Anda khawatir barang terkontaminasi, Anda dapat melindungi diri dengan menjaga kebersihan tangan dan barang tersebut.

Sebelum membuka barang, cucilah kedua tangan menggunakan air bersih dan sabun. Cuci tangan Anda dengan cara yang benar mengikuti panduan CDC atau WHO. Usai membuka barang, simpan kemasannya dalam kantong plastik yang rapat, lalu buang ke tempat yang aman.

Wabah novel coronavirus di Tiongkok dan belasan negara lain memicu kekhawatiran yang begitu besar, termasuk bagi orang-orang yang senang berbelanja barang secara online dari negara tersebut.

Walau begitu, Anda tak perlu panik karena isu coronavirus menyebar melalui barang impor tidaklah benar. Meski bisa bertahan pada permukaan benda, virus ini tidak cukup kuat melewati masa pengiriman yang panjang dan lingkungan yang tidak memadai pertumbuhannya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 30, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca