Fungsi tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia. Proses penuaan tersebut dimulai dari munculnya keriput kemudian secara perlahan sistem kekebalan tubuh mulai melemah sehingga lebih mudah terkena penyakit. Anda tidak perlu khawatir karena penuaan memang tidak bisa dihentikan tapi bisa diperlambat. Meski sudah masuk usia 60-an, Anda tetap bisa hidup dengan sehat dan bugar. Yuk, ikuti tips menjaga kesehatan lansia berikut ini.

Cara menjaga kesehatan lansia 60 tahunan

1. Tetap aktif

Menginjak usia 60 tahun, aktivitas yang Anda lakukan tidak mungkin sama seperti yang dulu. Mungkin Anda saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang melakukan aktivitas di luar ruangan.

Meski sudah memasuki usia 60 tahunan, bukan berarti Anda bisa berhenti bergerak aktif. Jangan jadikan hal ini untuk menghentikan jadwal olahraga rutin Anda. Sementara bagi Anda yang baru mau memulai hidup sehat, tak ada kata terlambat untuk berolahraga dengan teratur.

Olahraga sudah jadi kebutuhan bagi semua kalangan, termasuk lansia. Namun, jenis dan intensitas olahraga yang dilakukan tentu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Beberapa manfaat olahraga untuk kesehatan lansia yaitu:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Meningkatkan produksi hormon endorfin, yang bisa mengurangi stres
  • Memjaga berat badan tetap normal
  • Meningkatkan kekuatan tulang

Bahkan olahraga juga baik bagi kesehatan otak lansia. Semakin tua, fungsi otak mengalami penurunan sehingga lansia menjadi lebih mudah lupa. Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat pun banyak berkembang, seperti penyakit alzheimer, demensia vaskular, atau penyakit Parkinson.

Menjaga tubuh tetap aktif dapat memperlambat proses penuaan pada sel-sel dan jaringan di otak sekaligus menurunkan risiko penyakit pada otak. Selain, olahraga lansia tetap bisa aktif dengan kegiatan lain, misalnya berkebun, bermain bersama cucu, atau membuat kerajinan tangan.

2. Makan makanan sehat

Supaya kesehatan lansia terus terjaga, maka kunci utama lainnya adalah mengonsumsi makanan yang sehat. Sayangnya, cara ini mungkin akan terkendala masalah lain, yaitu saat menua kemampuan mengecap rasa juga kian berkurang. Apalagi banyak makanan yang tidak diperbolehkan untuk dimakan dan penggunaan garam juga dikurangi sehingga selera makan pada lansia bisa menurun.

Lansia bisa mengisi waktu luangnya untuk membuat menu makanan sehat sekaligus memasaknya sendiri. Menambahkan rempah-rempah dapat meningkatkan rasa pada makanan.

3. Istirahat yang cukup

Banyak lansia yang mengalami gangguan tidur di malam hari. Hal ini tentu akan membuat waktu istirahatnya berkurang.  Dilansir dari AARP, sebuah organisasi yang fokus pada kesehatan lansia, Ryan P. Terlecki, MD, asisten profesor urologi di Fakultas Kedokteran di Universitas Wake Forest di New York mengatakan bahwa lebih dari 80 persen lansia sering terbangun di malam hari untuk ke kamar mandi yang akhirnya mengganggu waktu tidurnya.

Untuk itu, Terlecki menyarankan pada lansia untuk mengurangi minum banyak air di malam hari dan melakukan pertimbangan konsultasi kembali kepada dokter terkait penggunaan obat diuretik untuk diminum di pagi hari bukan pada malam hari. Lansia yang merasakan desakan untuk buang air kecil terlalu sering sepanjang waktu, biasanya disebabkan oleh otot-otot kandung kemih yang terlalu aktif.

4. Rutin mengecek kesehatan dan minum obat

Lansia sangat rentan terkena penyakit karena sistem imunnya yang kian melemah. Maka itu, lansia harus rutin memeriksa kesehatan secara berkala, supaya terus terpantau kondisinya. Bila muncul gejala-gejala, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan. Sebab semakin lama didiagnosis dan diobati, semakin buruk kondisi tubuh dan sulit pengobatannya.

Selama melakukan pengobatan, catat perkembangan kesehatan lansia dari pengobatan yang dilakukan dan rutin untuk minum obat yang sudah diresepkan. Bila menyebabkan efek samping, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan obat lain.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca