Tak Semua Rasa Manis Berasal dari Satu Jenis Gula Yang Sama

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita tidak dapat terlepas dari konsumsi gula. Faktanya, hampir setiap makanan atau minuman yang Anda makan setiap hari mengandung gula dan. Mungkin Anda merasa bingung jika Anda membaca nilai gizi atan bahan dasar setiap makanan atau minuman yang Anda akan konsumsi dan melihat terdapat kandungan seperti, fruktosa, glukosa, galaktosa, maltosa, sukrosa, aspartam, sakarin, dan sebagainya. Apa semua rasa manis itu berasal dari gula? Apa yang membedakan kandungan tersebut dengan gula biasa?

Apa saja yang jenis-jenis gula yang sering dikonsumsi?

Tidak semua pemanis sama dan berasal dari jenis ‘gula’ yang sama. Pemanis sebenarnya dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu, pemanis alami dan pemanis buatan. Pemanis alami biasanya didapatkan dari bahan-bahan alami dan memiliki kandungan kalori, sedangkan pemanis buatan yaitu pemanis yang merupakan produk olahan dan tidak memiliki kalori.

Jenis-jenis pemanis alami

Pemanis alami atau yang biasa kita sebut dengan gula, merupakan jenis karbohidrat sederhana yang dibagi lagi menjadi monosakarida, disakarida, dan oligosakarida.

1. Glukosa

Glukosa adalah sumber utama energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas dan merupakan satu-satunya jenis gula yang berfungsi sebagai energi pada sel otak. Glukosa akan langsung dipakai oleh tubuh untuk kebutuhan metabolisme, namun untuk pemanis bentuk lainnya akan dicerna dahulu dan diubah menjadi glukosa, baru setelah itu dipakai untuk sumber energi. Glukosa merupakan kandungan dari sukrosa dan high fructose corn syrup. Dalam satu sendok teh glukosa mengandung sebanyak 16 kalori. Glukosa diketahui berpengaruh dalam kadar gula darah.

2. Fruktosa

Pemanis ini dikenal sebagai pemanis pada buah, karena kandungannya cukup tinggi pada buah dan madu. Fruktosa baik untuk penderita diabetes mellitus karena tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Namun, konsumsi fruktosa dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan penyimpanan lemak dalam tubuh meningkat, yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif. Pemanis jenis ini akan dimetabolisme oleh hati untuk diubah menjadi glukosa.  

3. Galaktosa

Galaktosa sering ditemukan pada susu dan berbagai produk susu lainnya, seperti yogurt, keju, dan sebagainya. Galaktosa juga memiliki kadar manis yang lebih rendah dibandingkan dengan glukosa. Sehingga jika menggunakan pemanis jenis ini, diperlukan jumlah yang cukup banyak untuk menimbulkan rasa manis, namun hal ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

4. Laktosa

Laktosa diketahui sebagai pemanis yang ada di dalam susu dan terdiri dari galaktosa dan glukosa. Laktosa merupakan bentuk karbohidrat sederhana berjenis disakarida. Laktosa memiliki rasa yang kurang manis dan lebih susah untuk dicerna dalam tubuh, oleh karena itu laktosa jarang digunakan sebagai tambahan pada produk makanan atau minuman kemasan.

5. Maltosa

Maltosa merupakan disakarida dari karbohidrat sederhana, yang dibentuk dari dua molekul glukosa. Maltosa juga sering disebut dengan gula malt, yang biasanya terdapat pada seral, pasta, kentang, beberapa produk minuman beralkohol, dan berbagai produk makanan kemasan lain.

6. Sukrosa (gula)

Gula yang sering kita pakai, untuk bumbu dapur atau tambahan dalam teh maupun kopi adalah pemanis jenis sukrosa. Sukrosa merupakan karbohidrat sederhana yang dibentuk dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa dapat ditemukan secara alami di berbagai jenis buah maupun sayuran, namun sebagian besar sukrosa terbentuk dari  80% tebu dan 20% gula bit. Sukrosa hadir dalam berbagai bentuk, yaitu berbentuk pasir, bubuk, bahkan batu-gula batu. Satu sendok teh sukrosa mengandung 17 kalori dan konsumsi sukrosa sangat dibatasi untuk penderita diabetes mellitus.

Jenis-jenis pemanis buatan

Pemanis buatan saat ini digunakan sebagai gula alternatif bagi penderita diabetes. Selain itu, karena pemanis buatan tidak mengandung kalori sama sekali atau nol-kalori, maka pemanis buatan sering disebut lebih sehat. Namun hal tersebut masih harus dibuktikan lebih lanjut dengan melakukan penelitian lebih banyak. Berikut adalah macam-macam pemanis buatan yang ada di pasaran:

1. Sakarin

Sakarin merupakan pemanis buatan yang pertama kali ditemukan dan sudah ada sejak 100 tahun yang lalu. Sakarin memiliki rasa manis 300 hingga 400 kali lebih manis daripada gula biasa dan akan menimbulkan rasa pahit setelah dikonsumsi. Namun beberapa penelitian belakangan ini menemukan bahwa sakarin berbahaya untuk kesehatan. Sakarin dianggap dapat meningkatkan risiko terkena kanker karena mengandung karsinogen. Sakarin masih diperbolehkan untuk dikonsumsi dengan batas 12 mg per 29 ml dalam sebuah minuman dan 30 mg per kemasan makanan. Untuk ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sakarin.

2. Aspartam

Pemanis jenis ini memiliki tingkat kemanisan 200 kali lebih tinggi dibandingkan dengan gula dan memiliki sebanyak 4 kalori per gramnya. Pemanis ini sudah diizinkan untuk dikonsumsi sejak tahun 1981 dan telah banyak menjadi campuran makanan atau minuman kemasan. Lebih dari 200 penelitian yang telah membuktikan bahwa aspartam tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Namun, aspartam mempunyai kekurangan yaitu rasa manisnya akan hilang jika terpapar suhu yang tinggi dalam waktu lama. Oleh karena itu, aspartam lebih banyak digunakan untuk makanan dingin, seperti es krim, minuman dingin, yogurt, dan sebagainya.

3. Asesulfame K

Sama seperti aspartam, pemanis buatan ini memiliki rasa 200 kali lebih manis dibandingkan dengan gula namun tidak menimbulkan rasa pahit setelah dikonsumsi. Asesulfame K tidak dicerna oleh tubuh karena tidak memiliki kalori sama sekali. Selain itu, pemanis buatan ini tahan dengan pemanasan suhu tinggi sehingga tahan jika melalui proses pemasakan. Asesulfame K juga baik untuk penderita diabetes karena terbukti tidak mempengaruhi kadar gula darah. Setidaknya, di dunia terdapat 1000 lebih produk yang menggunakan asesulfame K.

4. Sukralose

Sukralosa memiliki rasa manis 600 lebih tinggi dibandingkan dengan gula. Pemanis ini juga tidak melalui proses pencernaan di dalam tubuh, sehingga sering digunakan untuk tambahan produk yang dirancang untuk menurunkan berat badan. Sukralose juga dapat digunakan ketika proses pemasakan dengan suhu tinggi dan tidak akan menghilangkan rasa manisnya. Sukralose sering digunakan untuk sirup, makanan penutup, minuman, dan produk kue.

5. Neotame

Neotame merupakan pemanis buatan yang baru ditemukan. Pemanis buatan ini diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh FDA pada tahun 2002. Tingkat kemanisan yang dimiliki oleh neotame yaitu 8000 kali lebih manis dibandingkan dengan gula biasa dan 40 kali lebih manis dibandingkan dengan aspartam, sehingga pemakaian dengan kadar sedikit saja sudah menimbulkan rasa manis pada makanan atau minuman. Neotame diperbolehkan untuk dikonsumsi sebanyak 2 mg per kg berat badan. Pemanis ini juga terbukti tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

Namun tetap saja konsumsi makanan atau minuman manis harus tetap dibatasi, walaupun produk tersebut menggunakan pemanis buatan yang dianggap aman untuk dikonsumsi dan tidak memiliki kalori. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, bahkan osteoporosis. WHO menganjurkan untuk mengonsumsi gula hanya 10% dari total kalori yang dibutuhkan dalam satu hari. Oleh karena itu, lebih baik batasi makanan manis Anda dan melakukan olahraga rutin agar menghindari terkena penyakit degeneratif.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Lebih Sehat Mana, Minum Teh Pakai Madu Atau Gula Pasir Biasa?

    Teh manis adalah minuman favorit sejuta umat Indonesia. Anda lebih suka minum teh manis pakai gula atau pakai madu? Kira-kira, lebih sehat yang mana?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Nutrisi, Hidup Sehat 17 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

    Mana yang Lebih Sehat, Minum Kopi Pakai Gula Putih Atau Gula Aren?

    Makin banyak kedai kopi lokal yang menjajakan minuman kopi pakai gula aren, karena katanya lebih sehat daripada pakai gula putih biasa. Benar begitu?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Nutrisi, Hidup Sehat 16 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

    Yang Perlu Anda Ketahui tentang Sukralosa

    Sukralosa adalah pemanis buatan bebas kalori yang aman bagi penderita diabetes. Namun, ada jumlah yang direkomendasikan agar tak berdampak buruk bagi tubuh.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rena Widyawinata
    Nutrisi, Hidup Sehat 31 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal Aspartam dan Dampaknya bagi Tubuh

    Aspartam adalah pemanis buatan yang biasanya digunakan untuk mengganti gula alami. Namun, apakah aspartam aman dikonsumsi dalam jangka panjang?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rena Widyawinata
    Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahaya pemanis buatan untuk anak

    Apakah Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi Anak-anak?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 2 November 2019 . Waktu baca 3 menit
    gula untuk diet keto

    5 Pemanis Pengganti Gula untuk Anda yang Sedang Diet Keto

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
    miracle fruit

    Yuk, Kenalan dengan Miracle Fruit, Buah Berry dengan Manfaat yang Ajaib

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
    efek pemanis buatan

    4 Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit