home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Sukralosa

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Sukralosa

Makanan manis seperti kue, pada suatu waktu memang bisa sangat memikat. Namun, bagi penderita diabetes hal ini tentu menjadi siksaan ketika ingin makan makanan manis, tapi harus menahannya. Menikmati kue dengan kadar manis yang dikurangi? Tentu kenikmatannya akan berkurang. Malah, tidak bisa dibilang sedang menikmati kue.

Menjaga asupan gula yang masuk ke dalam tubuh merupakan hal utama yang harus diperhatikan apalagi bagi penderita diabetes. Jadi, apakah diabetesi tidak dapat mengonsumsi kue dan makanan manis lainnya?

Beruntungnya, pemanis buatan kini sudah mudah ditemui dan umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuannya menggantikan peran gula tanpa mengikutsertakan dampak-dampak buruk yang dibawa oleh gula pasir biasa membuat bahan tambahan makanan ini kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pemanis buatan yang juga umum dipakai dalam produk makanan dan minuman adalah sukralosa.

Apa itu sukralosa?

Sukralosa adalah salah satu pemanis buatan yang memiliki tingkat rasa manis mencapai 600 kali lebih manis dibandingkan dengan gula pasir biasa. Kadar manis ini berada jauh di atas aspartam, sesama pemanis buatan. Dengan kadar rasa manis yang sangat tinggi, artinya, serupa dengan aspartam, hanya diperlukan sedikit pemanis ini yang harus ditambahkan ke dalam makanan dan minuman untuk menghasilkan rasa manis yang diharapkan.

Pemanis buatan ini juga merupakan pemanis yang bebas kalori. Sukralosa yang masuk ke dalam tubuh bekerja dengan cara melewati tubuh tanpa ikut dicerna, sehingga tidak berpengaruh pada kadar gula darah dan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Sifatnya yang bebas kalori ini disebut dapat membuat Anda terbebas dari kenaikan berat badan akibat konsumsi gula berlebih. Berbagai sifat itulah yang kemudian menjadikan bahan ini aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Perbedaan pemanis buatan ini dengan aspartam terletak pada ketahanannya dalam suhu panas. Sukralosa sering kali digunakan dalam proses memasak karena sifatnya yang tahan panas. Penggunaan bahan tambahan ini dalam proses memasak harian, bahkan sampai pemanggangan, tidak akan mengubah bentuk zatnya sehingga tetap aman dikonsumsi.

Pemanis buatan ini sudah banyak digunakan dan dapat Anda temui pada berbagai produk makanan dan minuman. Mulai dari permen karet, gelatin, hingga makanan kemasan beku sudah menggunakan zat ini sebagai salah satu bahan tambahan makanannya.

Tak seperti pemanis sintetis lainnya, sukralosa tidak meninggalkan rasa pahit di lidah meskipun memiliki kadar manis yang sangat tinggi. Pemanis ini umum dikenal dengan nama Splenda. Penggunaannya telah disetujui sebagai pemanis buatan yang aman oleh badan pom Amerika, yaitu Food and Drug Association (FDA), untuk produk makanan sejak tahun 1999.

Benarkah sukralosa tidak berpengaruh bagi penderita diabetes?

Meski diklaim sebagai pemanis buatan yang bebas kalori dan tidak memengaruhi kadar gula darah, nyatanya sukralosa memiliki dampak bagi tubuh. Dampak yang dihasilkan bergantung dari masing-masing individu merespons bahan ini.

Efek samping yang dapat terjadi adalah naiknya kadar gula darah dan insulin. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di Amerika seperti dijelaskan dalam laman Healthline mengatakan bahwa pengaruh sukralosa terhadap kadar gula darah dan insulin dalam tubuh bergantung pada kebiasaan masing-masing individu dalam mengonsumsi pemanis buatan (bukan hanya sukralosa).

Mereka yang pernah atau terbiasa mengonsumsi pemanis buatan tidak akan mengalami perubahan pada kadar gula darah ataupun insulin dalam tubuhnya. Peningkatan kadar gula darah dan insulin terkait penggunaan sukralosa biasanya ditemukan pada mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi pemanis buatan.

Amankah mengonsumsi sukralosa?

Penggunaan pemanis buatan ini dinyatakan aman oleh FDA. Namun, klaim aman yang dikeluarkan tetap diimbangi dengan berbagai kontroversial terhadap dampak buruk akibat konsumsi pemanis buatan ini. FDA sendiri kemudian menetapkan pembatasan terhadap penggunaan sukralosa dalam kehidupan sehari-hari.

Jumlah yang direkomendasikan per harinya dalam mengonsumsi sukralosa adalah lima milligram per kilogram berat badan. Jadi, jika Anda memiliki berat 50 kilogram, jumlah sukralosa yang dapat Anda konsumsi setiap harinya sebaiknya tidak melebihi 250 miligram.

Jika Anda memiliki keraguan dalam mengonsumsi pemanis buatan ini, terlebih jika Anda sedang menjalani diet, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk menentukan takaran yang tepat.

 

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

https://www.healthline.com/nutrition/sucralose-good-or-bad#section1. Diakses tanggal 25 Juni 2018.
https://www.healthyway.com/content/what-is-sucralose-heres-everything-you-should-know/. Diakses tanggal 25 Juni 2018.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/262475.php?sr. Diakses tanggal 25 Juni 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Rena Widyawinata pada 31/08/2018
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x