Tidak banyak yang tahu bahwa flu sebenarnya beda dari pilek biasa. Gejala keduanya mungkin mirip. Namun jika Anda menganggap bersin, sakit tenggorokan, dan hidung mampet sebagai gejala flu, Anda salah. Bingung? Tenang dulu. Cari tahu perbedaan flu dan pilek lewat ulasan lengkap berikut ini.

Perbedaan flu dan pilek dari penyebabnya

Flu dan pilek adalah penyakit yang berbeda, maka perbedaan paling utama keduanya dapat dilihat dari penyebabnya.

Penyebab pilek

sakit flu dialami laki-laki lebih parah

Pilek adalah infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Dari 100 jenis virus penyebab pilek, rhinovirus yang paling mudah menularkan pilek dan menyebabkan bersin.

Virus pilek dapat menyebar melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh penderita. Tetesan ini kemudian akan menempel di berbagai permukaan seperti meja, baju, gagang pintu, dan benda lainnya.

Kita bisa terkena pilek setiap saat, minimal dua sampai tiga kali dalam setahun. Namun, virus pilek paling sering menular pada musim dingin atau musim hujan. Hal ini disebabkan karena kebanyakan virus pilek mudah berkembang dalam suhu rendah (dingin) dan udara yang kering.

Selain itu orang-orang cenderung suka berkumpul di dalam ruangan tertutup ketika cuaca dingin. Nah, hal inilah yang membuat Anda berisiko tinggi terpapar virus pilek dari orang lain yang mungkin sudah duluan sakit di dalam ruangan tersebut.

Virus pilek juga dapat menular lewat sentuhan pada permukaan benda yang sudah terpapar virus dan setelahnya tangan langsung menyentuh hidung, mulut, atau mata. Penularan pilek lewat cara ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah Anda terkena virus.

Penyebab flu

penyebab flu

Influenza atau flu adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan keseluruhan. Mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Penyebab flu adalah tiga macam virus influenza, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Virus influenza tipe A dan B biasanya menyebabkan flu musiman, sementara tipe C biasanya terjadi sepanjang tahun.

Cara penularan flu sama dengan pilek, yaitu dengan menghirup percikan air liur yang mengandung virus flu ke dalam tubu. Influenza juga dapat menular dengan menyentuh benda-benda yang sudah terpapar virus.

Seseorang dapat menularkan penyakit ini ke orang lain sebelum mereka tahu bahwa dirinya sudah terpapar virus flu.

Perbedaan flu dan pilek dari gejalanya

Seperti yang sudah disinggung di atas, flu dan pilek sama-sama disebabkan oleh virus dan keduanya menyerang sistem pernapasan.

Perbedaan flu dan pilek yang paling jelas sebetulnya terletak pada gejala yang ditimbulkan.

Gejala pilek

obat flu cara mengatasi flu

Gejala pilek yang paling khas di antaranya:

  • Sakit tenggorokan, yang biasanya hilang dalam satu atau dua hari.
  • Hidung tersumbat atau hidung berair.
  • Bersin.
  • Batuk dengan dahak berwarna hijau atau kuning.
  • Sakit kepala (kadang-kadang).
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga. 

Lendir atau ingus yang keluar saat pilek biasanya berwarna bening selama beberapa hari pertama. Namun, ingus dapat makin mengental dan warnanya menjadi lebih gelap. Anda tak perlu khawatir karena perubahan ini merupakan reaksi alami tubuh yang menandakan bahwa tubuh sedang melawan virus pilek. 

Gejala pilek biasanya mulai muncul antara 1-3 hari setelah Anda terinfeksi virus pilek. Namun, gejala pilek umumnya cepat membaik dalam waktu 7-10 hari. Gejala pilek juga cenderung lebih ringan daripada flu. Segera kunjungi dokter bila gejala tidak mereda selama lebih dari satu minggu disertai dengan demam tinggi.

Gejala flu

gejala flu

Gejala flu datang lebih cepat dan lebih parah dari gejala pilek. Beberapa gejala flu tersebut di antaranya:

  • Demam tinggi selama 3-5 hari, meski tidak semuanya merasakan demam.
  • Sering sakit kepala berat.
  • Batuk kering.
  • Sesekali sakit tenggorokan.
  • Badan gemetar dan menggigil.
  • Nyeri otot sekujur tubuh.
  • Kelelahan parah hingga 2 sampai 3 minggu.
  • Mual dan muntah, paling sering terjadi pada anak-anak.

Gejala flu akan semakin bertambah parah secara bertahap, dalam 2 sampai 5 hari. Namun jika gejala flu yang Anda alami tidak juga membaik lebih dari 10 hari atau malah memburuk, segera ke dokter. 

Perbedaan flu dan pilek dari risiko komplikasinya

Faktor lain yang menjadi perbedaan antara flu dan pilek adalah ada tidaknya risiko komplikasi.

Pilek umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut. Sementara flu yang berlarut-larut tanpa diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, radang otot (myositis), gangguan sistem saraf pusat, serta masalah jantung seperti serangan jantung, miokarditis, dan perikarditis.

Bagi Anda yang punya riwayat asma juga harus hati-hati. Gejala pilek mungkin dapat memicu kekambuhan serangan asma. Oleh karenanya, orang yang memiliki asma sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika gejala flu tidak juga membaik atau malah semakin memburuk. 

Komplikasi flu sangat rentan terjadi pada anak muda, orang tua, wanita hamil, dan orang yang sistem imunnya lemah karena mengidap asma, penyakit jantung, atau diabetes.

Perbedaan flu dan pilek dari cara mengobatinya

Baik orang yang terkena pilek dan flu sama-sama dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang begitu kentara terkait cara mengobati flu dan pilek. Flu dan pilek juga umumnya sama-sama bisa sembuh sendiri. Namun, berikut berbagai pilihan cara mengobati flu dan pilek supaya Anda lebih cepat sembuh.

Obat flu

obat diabetes

Cara terbaik mengobati flu adalah hanya dengan banyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Anda juga bisa minum obat pereda nyeri atau dekongestan yang dibeli di apotek untuk mengatasi sakit kepala, demam, dan hidung tersumbat.

Dalam kasus tertentu, obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza), atau peramivir (Rapivab) juga bisa digunakan. Obat-obatan ini dapat mempercepat pemulihan dari flu dan mencegah komplikasi penumonia. Namun, obat antiviral hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Anda wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Pastikan Anda membaca dengan teliti aturan pakai obat sebelum menggunakannya. Jangan berikan aspirin pada anak yang sakit flu karena bisa meningkatkan risiko penyakit langka yang disebut sindrom Reye.

Obat pilek

obat mata sensitif terhadap cahaya

Anda mungkin selama ini sering menggunakan antibiotik untuk mengobati pilek. Namun nyatanya, antibiotik tidak mempan mengobati pilek karena penyebabnya adalah virus. Obat untuk menyembuhkan pilek yang tepat adalah antivirus.

Minum obat seperti antihistamin, dekongestan, paracetamol (acetaminophen), dan NSAID dapat membantu mengurangi gejala penyerta pilek. Namun, tetap harus dibarengi dengan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Anda juga bisa menggunakan obat-obatan berbahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin C, atau vitamin D untuk membantu meredakan gejala pilek. Sebuah studi melaporkan bahwa suplemen zink dosis tinggi (80 miligram) dapat mempercepat penyembuhan pilek jika diminum dalam waktu 24 jam setelah gejala muncul.

Sementara itu, suplemen vitamin C tidak dapat mencegah pilek tapi akan mengurangi gejala pilek jika diminum konsisten.

Perbedaan flu dan pilek dari cara pencegahannya

Cara mencegah flu

efek samping vaksin influenza

Cara terbaik untuk terhindar dari flu adalah dengan mendapatkan vaksin flu. Kebanyakan dokter merekomendasikan pemberian vaksin flu pada awal musim flu berlangsung.

Selain itu, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin atau gunakan hand sanitizer juga mencegah penularan flu.

Pilek

ciri-ciri asma

Satu-satunya cara terbaik untuk mencegah pilek adalah dengan menghindari paparan virus. Termasuk kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dan tidak saling pinjam barang-barang pribadi secara bersamaan, misalnya sikat gigi atau handuk.

Di mana pun Anda berada, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari kemungkinan penularan virus dari berbagai benda yang Anda pegang.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca