home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Beda Pilek Karena Alergi dan Pilek Karena Flu?

Apa Beda Pilek Karena Alergi dan Pilek Karena Flu?

Pilek kerap menjadi kondisi umum, entah itu karena terserang flu atau penyebab lainnya. Namun, beberapa orang merasa bahwa pilek yang dialami disebabkan oleh alergi. Lantas, apa yang membedakan pilek karena alergi dan penyebab pilek lainnya?

Gejala pilek karena alergi

Artikel Kesehatan Seputar Alergi Hidung dan Mata

Bila kerap mengalami pilek yang muncul tiba-tiba dan terjadi pada waktu yang sama setiap tahun, kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi musiman.

Pilek dan alergi musiman memang memiliki beberapa gejala yang sama, tetapi keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

Pilek umumnya disebabkan oleh virus, sedangkan alergi terjadi akibat respons sistem imun yang dipicu oleh alergen, seperti serbuk sari atau makanan penyebab alergi tertentu.

Meski begitu, ada kalanya alergi dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan pilek. Di bawah ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika terserang pilek karena alergi.

1. Tidak mengalami demam

Salah satu hal yang membedakan pilek karena alergi dengan flu, atau virus adalah Anda seharusnya tidak mengalami demam.

Normalnya, flu dapat memicu peradangan di tubuh yang bisa menjadi penyebab demam. Kondisi ini biasanya berlangsung selama 3 – 4 hari yang disertai gejala lainnya, seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri.

Ketiga gejala tersebut jarang terjadi pada pemilik alergi yang tengah kambuh. Bila Anda mengalami demam yang disertai dengan gejala flu lainnya, segera periksakan ke dokter.

2. Gatal pada hidung, tenggorokan, dan mata

Penderita pilek karena alergi biasanya merasakan gatal pada hidung, tenggorokan, dan mata. Dibandingkan dengan penyakit flu, alergi terjadi akibat respons sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap pemicu atau alergen.

Bila Anda alergi terhadap bulu hewan peliharaan lalu tidak sengaja menghirupnya, sel kekebalan di hidung dan saluran udara akan bereaksi berlebihan terhadap zat tersebut. Jaringan pernapasan halus mungkin akan membengkak.

Kemudian, hidung akan terasa tersumbat atau berair, mirip dengan gejala pilek akibat flu. Namun, untungnya Anda bisa membedakan kondisi ini dan kondisi lainnya karena flu biasanya tidak menimbulkan rasa gatal pada mata.

3. Bersin

Setiap kali pilek, bersin-bersin memang tak bisa dihindarkan. Namun, banyak orang yang tak tahu, apakah bersin yang dialami disebabkan oleh alergi atau lainnya.

Gejala ini biasanya menandakan Anda tengah mengalami rinitis alergi (hay fever) yang dibarengi dengan hidung tersumbat dan gatal pada langit-langit mulut, serta hidung.

Ada pun beberapa pemicu bersin karena alergi yang bisa Anda hindari atau kurangi paparannya, seperti:

  • serbuk sari,
  • bulu binatang,
  • jamur,
  • tungau debu, dan
  • serangga, seperti kecoak.

4. Batuk

Umumnya, batuk akibat flu akan muncul beberapa hari selama virus menyerang dan akan mereda saat tubuh merasa lebih baik. Sementara itu, batuk kering yang berlangsung lebih dari tiga minggu mungkin bisa menjadi pertanda alergi atau asma.

Salah satu gejala pilek karena alergi ini mungkin akan terasa selama beberapa musim atau ketika berada di lingkungan tertentu yang menjadi sarang alergen.

Batuk alergi juga biasanya diiringi dengan gejala alergi lainnya, seperti bersin, hidung tersumbat, serta gatal pada kulit, mata, dan hidung.

Bila merasa sesak napas atau sesak di dada ketika batuk, Anda mungkin mengalami batuk sebagai gejala asma. Segera konsultasikan dengan dokter ketika mengalami salah satu gejala yang disebutkan.

5. Hidung tersumbat

Salah satu gejala pilek karena alergi yang paling sering terjadi yaitu hidung tersumbat. Kondisi ini biasanya bisa terjadi sebentar, alias beberapa hari saja, atau terus-menerus tergantung penyebabnya.

Bila hidung tersumbat terjadi karena alergi, gejala ini bisa terjadi dalam waktu yang lama dan terkadang membuat Anda susah bernapas.

Sama seperti gejala pilek karena alergi lainnya, Anda mungkin juga mengalami gatal, mata berair, hingga bersin-bersin. Bahkan, Anda bisa merasakan salah satu gejala pada waktu yang sama setiap tahunnya, seperti alergi serbuk sari pada musim panas.

Pengobatan pilek karena alergi

penyebab hidung tersumbat

Pilek yang disebabkan oleh virus membutuhkan istirahat agar tubuh terasa lebih baik. Selain itu, dokter mungkin akan memberikan obat flu dan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti dekongestan.

Sementara itu, pengobatan gejala alergi ini melibatkan obat-obatan yang cukup berbeda dengan flu biasa, seperti:

Kondisi ini biasanya berlangsung beberapa minggu, lebih lama dibandingkan gejala pilek karena flu biasa. Bila mengkhawatirkan suatu gejala, cobalah konsultasikan dengan dokter guna memahami apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tosh, P.K. (2020). Cold or allergy: Which is it?. Mayo Clinic. Retrieved 20 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/expert-answers/common-cold/faq-20057857 

Cold, Flu, or Allergy?. (2014). National Institutes of Health. Retrieved 20 May 2021, from https://newsinhealth.nih.gov/2014/10/cold-flu-or-allergy 

Runny Nose, Stuffy Nose, Sneezing. (n.d). American College of Allergy, Asthma & Immunology. Retrieved 20 May 2021, from https://acaai.org/allergies/allergy-symptoms/runny-nose-stuffy-nose-sneezing 

Knott, L. (2021). Nasal Congestion. Patient UK. Retrieved 20 May 2021, from https://patient.info/ears-nose-throat-mouth/nasal-congestion#nav-2 

Cough. (n.d). American College of Allergy, Asthma & Immunology. Retrieved 20 May 2021, from https://acaai.org/allergies/allergy-symptoms/cough

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 30/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x