12 Penyebab Paling Umum Telapak Kaki Sakit dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/09/2018 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Telapak kaki sakit bisa disebabkan oleh banyak hal. Gangguan di kaki, termasuk ligamen, otot, tulang, kulit, hingga saraf dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit di kaki. Sayangnya, kebanyakan orang sering kali mengabaikan kondisi ini. Alasannya, karena kaki yang sakit bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, rasa sakit di kaki juga bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius.

Dengan mengetahui penyebabnya, maka hal ini dapat memudahkan Anda untuk menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Berbagai penyebab telapak kaki sakit dari yang sepele hingga parah

Dalam kebanyakan kasus, telapak kaki sakit bisa disebabkan karena kebiasaan tertentu hingga kondisi medis serius. Berikut beberapa penyebab telapak kaki sakit yang harus Anda waspadai:

1. Terlalu lama berdiri pakai sepatu hak tinggi

berdiri lama

Berdiri terlalu lama, misalnya selama 10 jam atau lebih dalam sehari membuat telapak kaki Anda bekerja secara berlebihan. Apalagi jika Anda menggunakan sepatu hak tinggi.

Dalam keadaan normal, kaki akan bertindak seperti pegas yang berfungsi untuk meredam syok akibat beban berat dan menjadi bantalan tulang. Akibat pemakaian sepatu hak tinggi, seluruh berat beban akan berpindah ke depan, bertumpu hanya pada tulang jemari kaki yang kecil dan ringkih. Semakin tinggi hak sepatu Anda, semakin besar pula efeknya.

Sebuah studi menunjukkan bahwa hak sepatu stiletto (berbentuk tipis dan runcing di bagian bawahnya) setinggi 10 cm dapat menambahan tekanan pada kaki bagian depan hingga 30 persen. Inilah yang menyebabkan telapak kaki Anda sering terasa sakit.

2. Sepatu yang kekecilan

pakai sepatu tanpa kaus kaki

Penggunaan sepatu yang kekecilan adalah penyebab paling umum telapak kaki sakit. Terlalu sering menggunakan sepatu yang kekecilan memungkinkan Anda terkena plantar fasciitis. Ini adalah kondisi peradangan jaringan plantar fascia yang menyerang bagian bawah kaki. Saat fasia telapak kaki meradang, Anda akan merasakan nyeri tajam dekat tumit, khususnya saat berjalan.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, plantar fasciitis cukup umum terjadi, terutama pada atlet atau orang yang banyak berlari. Selain itu, orang dengan berat badan berlebih yang sering tidak menggunakan bantalan (in-sole atau cushion pad) di telapak kaki juga berisiko tinggi mengalami telapak kaki sakit.

3. Cedera atau keseleo

Keseleo atau terkilir pada pergelangan kaki dapat menyebabkan telapak kaki sakit. Kondisi ini terjadi akibat ikatan ligamen, yaitu urat yang mengikat tulang mengalami peregangan. Tentunya, peregangan yang terjadi cukup keras hingga membuat ligamen tersebut terpelintir dan robek. Biasanya, gerakan memutar hingga perubahan posisi tiba-tiba saat Anda berolahraga, terjatuh, atau mengalami kecelakan bisa menyebabkan keseleo.

Ligamen memang berfungsi untuk membuat tubuh Anda lebih mudah untuk digerakkan. Namun, setiap ligamen punya batasan gerakan, sehingga jika melewati batas tersebut ligamen akan meregang dan robek. Hal ini yang kemudian terjadi ketika Anda mengalami keseleo.

4. Bunion

sakit telapak kaki atas saat jalan

Bunion adalah pembesaran tulang atau jaringan sekitar sendi pangkal jempol kaki. Jika bunion tumbuh, jempol kaki dapat menekan jari kaki sebelahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit jika Anda memakai sepatu. Meskipun faktor genetik atau cacat bawaan mungkin memainkan peran dalam munculnya bunion, tapi dalam banyak kasus, kondisi ini selalu dikaitkan dengan pemakaian sepatu yang buruk. Terutama jika Anda sering menggunakan sepatu yang terlalu sempit.

Pengobatan non-operasi pada kasus ini melibatkan pemakaian sepatu dengan kotak kaki yang lebih luas, pemakaian spacer (pemberi jarak) antara jempol kaki dan jari sebelahnya, penekanan jempol kaki, atau pengompresan es batu pada jempol kaki Anda. Jika langkah-langkah perawatan sederhana tersebut tidak efektif, dokter dapat mendiskusikan untuk melakukan operasi pengangkatan bunion.

5. Kapalan

Kapalan adalah penebalan dan pengerasan lapisan kulit yang muncul ketika kulit Anda mencoba untuk melindungi diri terhadap gesekan dan tekanan. Kapalan biasanya terbentuk pada kaki, jari kaki atau tangan, jari tangan. Kondisi ini terjadi ketika Anda sering berjalan tanpa alas kaki serta sepatu yang kekecilan. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kapalan dapat menyebabkan telapak kaki sakit.

6. Hammertoe

Sumber: Readers Digest

Normalnya, jari-jari kaki Anda akan menapak lurus dan sejajar. Namun ketika Anda mengalami hammertoe, sendi tengah jari kaki Anda bengkok atau menekuk, bukan menapak lurus. Kondisi ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan di otot, tendon, atau ligamen yang seharusnya menjaga jari kaki supaya tetap lurus. Biasanya disebabkan karena pemakaian sepatu yang kurang pas, sehingga mendorong jari-jari kaki ke posisi bengkok.

Jika jari kaki bengkok dan dibiarkan di posisi ini dalam waktu lama, otot yang meluruskan jari kaki tak bisa lagi diregangkan. Lama kelamaan, otot jari kaki tak bisa lagi diluruskan bahkan saat Anda sedang tidak memakai sepatu. Biasanya, hammertoe juga disertai dengan kemunculan corn alias kapalan di atas lengkungan, sehingga semakin menambah rasa tidak nyaman ketika Anda berjalan.

7. Kuku tumbuh ke dalam (cantengan)

penyebab cantengan

Kuku tumbuh ke dalam alias cantengan juga bisa jadi penyebab telapak kaki sakit. Jika Anda pernah mengalami kuku cantengan, Anda pasti paham benar seperti apa rasa sakitnya. Cantengan juga bikin minder karena kuku yang bertumbuh ke dalam bisa tampak mengerikan. Kadang, kulit kaki itu sendiri dapat menutupi sisi pinggir kuku, yang menyebabkan kuku menjadi tertanam di kulit.

Penyebab cantengan atau ingrown nail ada banyak versi. Kependekan memotong kuku dapat menyebabkan kuku bertumbuh ke dalam kulit. Sepatu yang kesempitan dapat menyebabkan kuku tertekan ke dalam dan lama kelamaan jadi cantengan. Jempol kaki yang terbentur pintu kayu atau kaki meja juga dapat menyebabkan kuku patah dan akhirnya bertumbuh ke dalam.

8. Morton’s neuroma

bunion, benjolan di kaki akibat keseringan pakai high heels

Morton’s neuroma adalah salah satu penyebab telapak kaki sakit yang sering dialami wanita. Kondisi ini menyerang tumit kaki dan area di antara jari tengah dan jari manis kaki. Apabila Anda mengalami morton neuroma, Anda mungkin merasa seperti sedang menginjak kerikil dalam sepatu, atau merasa seolah-olah ada lipatan pada kaus kaki.

Morton’s neuroma sering dikaitkan karena penggunaan sepatu hak tinggi yang terlalu tinggi atau sempit, yang menyebabkan penebalan jaringan di sekitar salah satu saraf yang menuju jari kaki. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami rasa sakit dan perih pada tumit kaki. Jari kaki Anda juga dapat terasa tersengat, panas, atau mati rasa.

9. Metatarsalgia

kaki sakit

Metatarsalgia adalah jenis peradangan yang menyakitkan, dan biasanya terjadi pada telapak kaki. Kondisi ini terjadi akibat dari tekanan berulang pada tulang metatarsal, yaitu tulang yang berada antara jari kaki dan lengkungan kaki.

Metatarsalgia ditandai dengan rasa sakit yang memburuk ketika Anda berdiri, berjalan, atau saat melenturkan kaki—apalagi saat berjalan di atas permukaan yang keras—dan bertambah nyeri ketika Anda beristirahat. Anda juga mungkin mengalami nyeri yang menusuk, mati rasa, atau kesemutan pada telapak kaki Anda.

Orang yang kelebihan berat badan, melakukan olahraga intensitas tinggi, sering berjalan tanpa alas kaki, serta memakai sepatu sempit dalam waktu yang relatif lama berisiko mengalami metatarsalgia.

10. Rematik

kram kaki saat yoga

Rheumatoid arthritis atau yang lebih dikenal dengan rematik adalah peradangan kronis yang dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda, termasuk telapak kaki. Ya, kondisi ini mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Sendi yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, lutut, dan kaki. Rematik yang menyerang pinggul, lutut, atau kaki dapat membuat Anda kesulitan membukuk, berdiri, dan bahkan berjalan.

Rasa sakit di persendian cenderung hilang timbul. Namun biasanya gejala akan memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur dan setelah duduk lama. Orang yang berusia di atas 40 tahun lebih berisiko mengalami rematik.

Jika Anda mencurigai rematik sebagai penyebab telapak kaki sakit atau jika Anda memiliki riwayat penyakit ini, segera konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

11. Asam urat

penyakit kaki pada lansia

Telapak kaki sakit dan disertai dengan bengkak juga bisa terjadi karena asam urat. Asam urat adalah bentuk lain dari penyakit arthritis. Jempol kaki adalah bagian yang paling sering terkena asam urat. Akan tetapi, asam urat juga dapat memengaruhi sendi lain di kaki, seperti lutut, pergelangan, kaki, dan telapak kaki. Tak hanya itu saja, asam urat juga bisa terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku.

Kondisi ini menyebabkan daerah yang mengalami  ‘serangan’ asam urat menjadi bengkak, terasa panas, berwarna kemerahan, nyeri, dan terasa kaku. Gejala asam urat pada persendian kaki inilah yang dapat menyebabkan Anda mengalami telapak kaki sakit. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan memunculkan gejala yang intens dan menyakitkan.

12. Tendinitis

luka di kaki diabetes

Tendinitis terjadi ketika ligamen robek, meradang, dan membengkak. Biasanya kondisi ini terjadi akibat melakukan aktivitas fisik yang terlalu berlebihan atau dengan cara yang tidak biasa tanpa pemanasan terlebih dahulu. Penyebab lainnya berupa aus karena usia, cedera, dan penyakit radang seperti artritis.

Tendinitis adalah penyebab umum sakit bahu, siku, pergelangan tangan dan pergelangan kaki pada orang awam atau atlet.

Bagaimana cara mengatasi telapak kaki sakit?

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi telapak kaki sakit, di antaranya:

1. Kompres dingin

Kompres dingin bertujuan mengurangi peradangan, mengurangi perdarahan ke dalam jaringan, dan mengurangi kejang otot serta nyeri. Untuk mengatasi telapak kaki sakit, pertama-tama pijat bagian bawah kaki Anda dengan tekanan sedang menggunakan botol yang berisi air dingin atau es selama sekitar 20 menit.

Lakukanlah tiga atau empat kali sehari sesuai saran dari American Academy of Orthopaedic Surgeons. Anda juga bisa mengompres es di telapak kaki Anda selama 15-20 menit setiap beberapa kali sehari sebagai pilihan alternatif.

2. Berbaring, angkat kaki

Duduk atau berbaringlah dengan kaki yang diangkat untuk membantu Anda mengurangi pembengkakan. Agar lebih optimal, Anda juga bisa menerapkan kompres dingin pada kaki yang bermasalah. hindari aktivitas fisik yang berat seperti berjalan atau jogging sampai kondisi Anda benar-benar pulih.

3. Lakukan peregangan

  • Big toe stretch
Sumber: Medical News Today

Ambil posisi duduk tegak di atas kursi dengan kaki menapak rata di lantai. Lalu angkat kaki kanan ke atas dan letakkan di paha kiri Anda. Gunakan jari-jari Anda dengan lembut untuk meregangkan satu persatu jari kaki Anda, mulai dari ke atas, ke bawah, hingga ke samping.

Tahan gerakan peregangan di setiap arah selama lima detik. Ulangi peregangan dengan kaki yang lain, dan lakukan hal ini pada masing-masing kaki sebanyak 20 kali.

  • Tennis ball roll
Sumber: Medical News Today                          

Menggelindingkan bola tenis di bawah kaki dapat membantu meredakan rasa sakit di lengkungan dan mengurangi rasa sakit yang terkait dengan plantar fasciitis. Untuk melakukan gerakan ini, Anda duduk tegak di atas kursi dengan kaki rata di lantai. Tempatkan bola tenis atau bola kecil keras lainnya, di bawah lantai di samping kaki Anda. Letakkan satu kaki di atas bola dan gulingkan bola ke sekeliling Anda, bola harus terasa memijat bagian bawah kaki. Lanjutkan gerakan selama 2 menit, lalu ulangi pada kaki yang lain.

Jika Anda tidak memiliki bola yang sesuai, Anda bisa menggunakan botol air yang dibekukan.

5. Pilih sepatu yang pas dengan ukuran Anda

Pakailah sepatu yang cocok. Pastikan sepatu Anda nyaman dan mendukung kaki Anda. Menurut National Institute on Aging, kriteria sepatu yang baik di antaranya:

  • Memiliki bentuk yang sesuai dengan bentuk kaki
  • Tumit sepatu tidak bergeser ke bawah atau ke atas selama Anda berjalan
  • Ada jarak sekitar 1 cm antara ujung jari-jari kaki dan ujung sepatu
  • Tidak ketat atau sempit
  • Fleksibel alias mudah digerakkan
  • Memiliki sol tebal dan bantalan alas kaki

6. Bantalan alas kaki

Untuk mengatasi telapak kaki sakit akibat penggunaan sepatu yang tidak sesuai, Anda bisa memasukkan bantalan alas kaki ke dalam sepatu. Hal ini dilakukan untuk mendukung lengkungan telapak kaki Anda.

Selain itu, Anda juga bisa memberikan bantalan tumit silikon, atau meminta ahli penyakit kaki Anda untuk memasukkan orthotic yang telah disesuaikan jika kaki sakit terus-menerus.

6. Minum obat pereda nyeri

Anda bisa mengonsumsi obat antiradang nonstreoid (NSAID) yang banyak dijual bebas tanpa resep dokter di apotek atau toko obat. Obat itu berfungsi membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada kaki. Namunsebelum mengonsumsinya, pastikan Anda membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

7. Minta bantuan dokter

Konsultasikan dengan dokter atau ahli terapi fisik jika ternyata rasa sakit di telapak kaki Anda tak kunjung hilang. Tanyakanlah mengenai pemakaian bidai betis pada kaki untuk membentuk jaringan dan tendon yang lebih fleksibel.

Berbicaralah pada dokter untuk memberikan kortikosteroid berupa suntikan atau topikal untuk nyeri parah dan persisten yang tidak merespon pengobatan lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Vitamin yang Efektif Meredakan Nyeri Sendi

Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meredakan nyeri sendi. Cari rekomendasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Macam-Macam Penyebab Nyeri pada Sendi Kaki dan Cara Mengatasinya

Ketika sendi kaki terasa nyeri, aktivitas Anda pasti sangat terganggu. Jangan remehkan sakit pada sendi kaki. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 05/04/2020 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Sendi Tangan Nyeri, dan Cara Ampuh Mengatasinya

Hati-hati, peradangan atau cedera pada tangan bisa mengakibatkan nyeri sendi. Cari tahu penyebab dan cara mengatasi rasa sakit pada sendi tangan di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 31/03/2020 . Waktu baca 8 menit

10 Pilihan Obat untuk Mengatasi Nyeri Sendi, dengan Atau Tanpa Resep Dokter

Merasa cukup terganggu dengan nyeri sendi belakangan ini? Apabila sudah tidak tahan, minum obat penghilang sakit dapat membantu meredakan nyeri sendi Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 09/02/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi nyeri sendi

6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit
sendi rahang sakit

Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit
nyeri sendi bahu

6 Penyebab Nyeri Sendi Bahu dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . Waktu baca 7 menit
gejala nyeri sendi

7 Gejala Umum dari Nyeri Sendi, dan yang Muncul Khas Sesuai Penyakit Penyebab

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 8 menit