home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Kaki Bengkak pada Lansia dan Beragam Penyakit Kaki Lain

Penyebab Kaki Bengkak pada Lansia dan Beragam Penyakit Kaki Lain

Semakin bertambahnya usia, maka tubuh lansia semakin rentan penyakit. Penyakit pada kaki, termasuk penyebab kaki bengkak, adalah masalah kesehatan yang banyak terjadi pada lansia. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena kaki juga mengalami proses penuaan seperti bagian tubuh lainnya. Lantas, apa penyakit kaki yang sering menyerang orang tua? Simak ulasannya berikut ini.

Kondisi kesehatan penyebab kaki bengkak pada lansia

Anda pasti pernah menyaksikan kaki lansia yang membengkak. Namun, tahukah Anda apa penyebab dari kondisi tersebut? Ternyata, penyakit yang menjadi penyebab kaki bengkak dan sering terjadi pada lansia adalah edema. Penyakit ini terjadi karena terdapat cairan dalam jumlah berlebih yang terjebak pada jaringan tubuh.

Edema sebenarnya bisa saja terjadi pada bagian tubuh lain, seperti tangan dan lengan. Namun, kondisi ini sering kali menjadi penyebab pembengkakan pada area kaki, termasuk pergelangan kaki dan betis. Nah, penyebab kaki bengkak ini biasanya terjadi pada lansia dan ibu hamil.

Edema bisa terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu, kehamilan, dan berbagai masalah kesehatan lain, seperti gagal jantung kongestif, gangguan ginjal, atau sirosis.

Berikut ini adalah gejala yang mungkin muncul jika Anda mengalami penyebab kaki bengkak pada lansia:

  • Pembengkakan pada jaringan bawah kulit, khususnya pada lengan atau kaki.
  • Terdapat cekungan seperti lubang atau lesung pipit pada kulit setelah Anda menekannya untuk beberapa saat.
  • Peregangan pada kulit.

Edema tidak hanya menjadi penyebab kaki bengkak pada lansia, karena jika Anda tak segera mengatasinya, edema bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang lebih serius, seperti:

  • Pembengkakan yang semakin parah.
  • Kesulitan berjalan kaki.
  • Kekakuan.
  • Kulit terasa gatal.
  • Muncul infeksi pada area kulit yang membengkak.
  • Luka yang muncul pada lapisan-lapisan jaringan kulit.
  • Berkurangnya sirkulasi darah dalam tubuh.
  • Berkurangnya elastisitas pada arteri, vena, sendi, dan otot.
  • Meningkatkan risiko munculnya bisul pada kulit.

Oleh sebab itu, segeralah periksakan kondisi kesehatan ke dokter saat Anda mulai mengalami gejala dari penyebab kaki bengkak pada lansia yang satu ini. Dengan begitu Anda bisa melakukan penanganan lebih cepat demi mencegah terjadinya komplikasi.

Berbagai penyakit kaki lain pada lansia

Tidak hanya penyakit penyebab kaki bengkak, ada banyak jenis penyakit kaki lain yang umum terjadi pada lansia. Ya, seiring dengan pertambahan usia, kaki cenderung melebar dan kehilangan bantalan lemak pada bagian bawah kaki. Hal ini akan semakin parah saat lansia mengalami obesitas.

Mengapa demikian? Pasalnya, tulang dan ligamen harus menyangga beban yang lebih berat, sehingga bantalan lemak tersebut akan semakin cepat terkikis. Tak hanya itu, berbagai kelainan yang sudah ada sejak lahir pada kaki bisa menjadi semakin terasa sakit saat Anda menua.

Hal ini terjadi karena persendian pada area kaki kehilangan kelenturannya dan menjadi lebih kaku. Bahkan, pada kondisi ini, hanya menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan ukuran kaki dapat memperparah penyakit kaki. Kulit pada area ini juga menjadi semakin kering sehingga lebih rentan terhadap berbagai infeksi.

Berbagai proses penuaan yang terjadi pada kaki kemudian memunculkan bermacam masalah dan penyakit pada kaki, seperti:

1. Bunion

Meski bukan penyebab kaki bengkak, bunion adalah salah satu masalah kesehatan yang sering muncul pada kaki lansia. Bunion adalah kelainan pada bentuk kaki yang terjadi karena faktor keturunan. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena adanya gesekan yang terjadi berulang kaki akibat penggunaan sepatu dengan ukuran yang salah.

Tak hanya itu, bunion adalah kelainan pada kaki yang mungkin terjadi karena berbagai masalah kesehatan kaki lainnya. Contohnya, asam urat, radang sendi, dan kaki datar.

2. Kulit telapak kaki kering dan pecah-pecah

Seiring pertambahan usia, kadar lemak dan kolagen mengalami penurunan. Hal ini membuat lapisan lemak pada area bawah kulit kaki semakin menipis. Akibatnya, kulit telapak kaki harus bekerja lebih keras saat menahan beban tubuh. Tanpa bantalan lemak di telapak kaki, Anda bisa lebih mudah kesakitan setelah seharian beraktivitas.

Kondisi ini memang tak menjadi penyebab kaki bengkak pada lansia, tetapi bisa menyebabkan kulit telapak kaki menjadi kering dan lebih mudah pecah-pecah. Kondisi ini juga membuat area tersebut menjadi sering terasa gatal atau terasa panas seperti terbakar. Tekanan terus-menerus pada telapak kaki ini yang menyebabkan kapalan.

3. Masalah kuku kaki

Tak hanya pada kaki, lansia juga rentan mengalami berbagai masalah pada kuku kaki. Salah satunya masalah kuku kaki yang menjadi rentan menebal dan mengeras, tetapi lebih rapuh. Hal ini terjadi karena pertambahan usia menyebabkan pertumbuhan kuku menjadi lebih lambat.

Selain itu, kuku jari kaki lansia juga memiliki kemungkinan untuk tumbuh ke dalam. Hal ini biasanya disebabkan oleh kelainan turun-temurun dalam keluarga, kebiasaan memotong kuku menjadi runcing, cedera pada jari kaki, infeksi, atau gesekan yang terjadi antara jari kaki karena ukuran sepatu yang terlalu kecil.

Tak hanya itu, penebalan kuku jari kaki yang menguning pada lansia juga mungkin terjadi. Biasanya, kondisi tersebut terjadi karena berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi jamur, gesekan dari sepatu, cedera, atau beberapa penyakit serius tertentu seperti diabetes dan psoriasis.

4. Radang sendi (arthritis)

Banyak orang yang menganggap bahwa radang sendi atau arthritis adalah masalah kesehatan yang menjadi bagian dari proses penuaan. Pasalnya, banyak jenis radang sendi yang terjadi pada lansia, salah satunya adalah osteoarthritis.

Jenis radang sendi yang satu ini terjadi sebagai akumulasi dari berbagai tekanan pada persendian yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Biasanya, osteoarthritis menyerang jempol dan punggung kaki. Gejala arthritis pada sendi jari kaki dapat memicu penyakit kaki lainnya seperti asam urat, hammertoes, dan bunion.

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

5. Achilles tendonitis

Masalah yang terjadi pada kaki lansia, selain penyebab kaki bengkak, adalah achilles tendonitis atau cendera tendon achilles. Kondisi ini, menurut HealthinAging.org, adalah penyakit yang mungkin muncul pada kaki saat lansia mengalami obesitas. Ya, achilles tendonitis mungkin terjadi akibat tendon yang terus-menerus mengalami tekanan berlebih.

Tak hanya itu, kondisi ini juga mungkin berkaitan dengan tendon Achilles yang memendek karena faktor keturunan atau terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi. Namun, kondisi ini juga bisa merupakan efek samping dari beberapa jenis antibiotik seperti levofloxacin atau ciprofloxacin.

6. Perubahan bentuk dan ukuran kaki

Mungkin hal ini tidak banyak disadari, tetapi perubahan bentuk dan ukuran kaki memang umum terjadi sebagai efek dari penuaan. Ukuran kaki biasanya akan bertambah setengah sentimeter atau bahkan lebih. Oleh karena itu, tidak heran bila ukuran sepatu akan ikut berubah seiring bertambahnya usia.

Perubahan bentuk dan ukuran kaki terjadi karena kondisi ligamen dan tendon tubuh berhenti berkembang pada usia senja. Akibatnya, lengkungan kaki cenderung menurun sehingga membuat telapak kaki rata, tetapi panjang kaki justru bertambah.

Perubahan tendon dan ligamen juga dapat meningkatkan berbagai risiko cedera, seperti tendonitis, tendon sobek, atau ketegangan otot.

Mengatasi penyebab kaki bengkak dan penyakit kaki pada lansia

Sebenarnya, mengatasi penyebab kaki bengkak dan berbagai penyakit kaki lainnya pada lansia harus Anda sesuaikan dengan kondisinya. Namun, ada beberapa cara merawat kaki lansia agar tidak mudah mengalami berbagai masalah atau penyakit pada area kaki. Contohnya sebagai berikut:

  • Pakai alas kaki yang sesuai dengan ukuran kaki, tujuannya agar lansia tidak mudah jatuh sekaligus memberikan sokongan yang kuat pada kaki.
  • Rutin berolahraga untuk melatih kekuatan kaki, salah satunya dengan berjalan kaki.
  • Gunakan alas kaki saat berada di dalam rumah, khususnya yang memiliki berbagai masalah kesehatan seperti sirkulasi darah menurun, diabetes, atau terkikisnya bantalan lemak pada bawah kaki.
  • Hindari menggunakan sembarang obat untuk mengatasi masalah kulit pada kaki. Lebih baik, gunakan obat yang telah dokter resepkan untuk lansia.
  • Bersihkan area kaki dengan air hangat, bukan air panas.
  • Rutin memotong kuku kaki.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Edema. Retrieved 12 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/edema/diagnosis-treatment/drc-20366532

5 Foot Care Tips for Older Adults. Retrieved 12 March 2021, from https://www.kendalathome.org/blog/5-foot-care-tips-for-older-adults

Ageing feet. Retrieved 12 March 2021, from https://www.podiatry.org.au/foot-health-resources/ageing-feet-2

Foot health for seniors. Retrieved 12 March 2021, from https://www.acfas.org/Media/Media-Resources/Foot-Health-for-Seniors/

Foot problems. Retrieved 12 March 2021, from https://www.healthinaging.org/a-z-topic/foot-problems/causes

Swollen ankles, feet, and legs. Retrieved 12 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/oedema/

Edema. Retrieved 12 March 2021, from https://familydoctor.org/condition/edema/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 16/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x