Berbagai Penyebab Kadar Natrium Rendah Dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini mungkin yang sering Anda dengar adalah “jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung natrium karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi”. Namun, ternyata kadar natrium rendah dalam tubuh juga tidak baik bagi kesehatan Anda. Ini bisa menyebabkan Anda mengalami kelelahan, pusing, mual, muntah, kram otot, kejang otot, dan kebingungan. Lalu, bagaimana kadar natrium dalam darah bisa rendah?

Fungsi natrium dalam  tubuh

Natrium merupakan mineral dan juga elektrolit yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal. Sebesar 85% natrium dalam tubuh ditemukan dalam darah dan cairan getah bening. Mineral ini membantu dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Natrium juga berperan dalam kerja otot dan saraf. Serta, berperan dalam menjaga tekanan darah.

Kadar natrium dalam tubuh dikontrol oleh hormon aldesteron. Hormon ini akan memberi tahu ginjal kapan harus mengeluarkan natrium melalui urine dan kapan harus menahan natrium dalam tubuh. Selain melalui urine, sejumlah kecil natrium juga keluar dari tubuh melalui keringat. Inilah cara tubuh dalam menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh.

Natrium bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang Anda makan, seperti makanan yang mengandung garam meja, pengawet, baking soda, dan natrium dalam bentuk lainnya. Selain itu, berbagai obat-obatan juga mengandung natrium, seperti obat pencahar, aspirin, pasta gigi, dan lainnya.

Penyebab kadar natrium rendah dalam tubuh

Walaupun kadar natrium dalam darah diatur oleh hormon aldesteron, namun kadar natrium dalam darah juga bisa rendah. Hal ini disebut dengan hiponatremia. Kadar natrium rendah bisa terjadi ketika cairan dan natrium dalam tubuh tidak seimbang, bisa karena terlalu banyak cairan dalam tubuh atau karena kadar natrium dalam tubuh tidak cukup.

Perlu Anda ketahui, kadar natrium normal dalam tubuh adalah antara 135-145 milliequivalents per liter (mEq/L). Kadar natrium darah dikatakan rendah atau Anda mengalami hiponatremia jika kadar natrium darah di bawah 135 mEq/L.

Kadar natrium dalam darah yang rendah ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Perubahan hormon dalam tubuh. Penyakit Addison dapat menyebabkan ketidakcukupan kelenjar adrenal dalam tubuh. Sehingga hal ini dapat memengaruhi kelenjar adrenal dalam menghasilkan hormon yang membantu dalam menjaga keseimbangan natrium, kalium, dan cairan dalam tubuh. Kadar hormon tiroid yang rendah juga dapat menyebabkan kadar natrium menjadi rendah dalam tubuh.
  • Minum terlalu banyak air. Hal ini membuat tubuh menjadi kelebihan cairan, sehingga kadar natrium menjadi rendah dalam darah.
  • Dehidrasi. Kebalikan dari kelebihan cairan, kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi juga dapat menyebabkan kadar natrium rendah. Saat dehidrasi, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit (kadar natrium juga ikut rendah).
  • Muntah atau diare berat. Muntah atau diare dapat menyebabkan Anda mengalami kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam tubuh, sehingga kadar natrium pun menjadi rendah dalam darah.
  • Masalah jantung, ginjal, dan hati. Masalah jantung (seperti gagal jantung kongestif), gagal ginjal, atau penyakit hati dapat memengaruhi kerja ginjal dan hati. Masalah ini dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian dapat mengakibatkan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone (SIADH). Pada kondisi ini, hormon antidiuretik diproduksi dalam kadar yang tinggi oleh tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh lebih banyak menahan air dalam tubuh bukan mengeluarkannya melalui urine. Sehingga tubuh Anda bisa mengalami kelebihan cairan dan kemudian kadar natrium menjadi rendah.
  • Diabetes insipidus. Diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh tidak mampu dalam menghasilkan hormon antidiuretik yang cukup. Akibatnya, tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui urine, kemudian tubuh kekurangan cairan dan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan, seperti obat diuretik, antidepresan, dan obat nyeri dapat menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil atau berkeringat lebih banyak. Sehingga, meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kekurangan cairan dan hiponatremia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hipertensi, Health Centers 12/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Menguak Penyebab dan Jenis-jenis Hipertensi Paru yang Umum

Penyebab hipertensi paru beragam dan umumnya dipicu oleh penyakit tertentu. Lantas, apa saja penyakit itu dan apa saja jenis hipertensi paru?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Health Centers 06/09/2019 . Waktu baca 6 menit

Sakit Kepala Akibat Hipertensi Kambuh Lagi, Ini 3 Cara Meredakannya

Sakit kepala yang terjadi pada pasien hipertensi menandakan tekanan darah sedang melonjak naik. Untuk mengatasi sakit kepala hipertensi, ikuti cara ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 14/08/2019 . Waktu baca 6 menit

Kondisi Hipertensi Emergensi dan Urgensi yang Perlu Diwaspadai

Tekanan darah dapat meningkat cepat dan parah, sehingga perlu diwaspadai. Kondisi ini disebut krisis hipertensi, terdiri dari emergensi dan urgensi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Kesehatan Jantung 14/05/2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 7 menit
pantangan darah tinggi

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 11 menit
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 5 menit