Kenali 10 Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Betis merupakan bagian belakang bawah kaki Anda yang terdiri dari banyak otot. Ada tiga otot utama penyusun betis, yaitu otot medial, otot lateral, dan otot soleus yang menempel pada tulang tibia dan tulang fibia. Setiap gerakan seperti berdiri, berlari, atau jongkok membutuhkan koordinasi tulang dan otot-otot tersebut.

Ketika Anda merasakan sakit pada betis saat melakukan gerakan-gerakan tersebut, kemungkinan besar ada kondisi medis yang jadi penyebabnya. Apa saja penyebab betis sakit dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kenali rasa sakit pada betis

Rasa sakit pada betis berbeda-beda pada setiap orang, biasanya meliputi rasa nyut-nyutan seperti ditusuk-tusuk. Beberapa gejala di bawah ini bisa menandakan kondisi lebih parah, seperti:

  • Terjadi pembengkakan
  • Rasa dingin atau kebas pada betis
  • Perubahan pada warna betis, terlihat lebih pucat
  • Kesemutan atau mati rasa pada betis
  • Tungkai dan betis terasa lemah
  • Penumpukan cairan pada betis
  • Betis kemerahan dan terasa hangat

Beberapa kondisi medis yang menyebabkan betis sakit

1. Kram otot

Kram pada otot betis merupakan penyebab betis sakit yang paling umum terjadi. Biasanya, kondisi ini terjadi selama olahraga atau sesudah olahraga. Misalnya, ketika Anda mengalami dehidrasi, kekurangan elekrolit dalam tubuh, kurang latihan pemanasan, atau olahraga terlalu lama sehingga otot menjadi lemah.

2. Otot tegang

Gastronecmius medial adalah bagian otot betis yang paling sering terluka. Biasanya disebabkan adanya sobekan sebagian atau seluruhnya pada serabut otot tersebut. Gejalanya bervariasi tapi kebanyakan orang mengalami rasa sakit dan nyeri tiba-tiba pada daerah otot betis karena otot menjadi tegang.

Kondisi ini terjadi akibat otot kelelahan karena digunakan secara berlebihan. Latihan fisik seperti lari, berenang, bersepeda, dan angkat beban bisa menyebabkan otot mendapatkan banyak tekanan sehingga menjadi tegang dan akhirnya robek.

3. Plantar fasciitis

Otot plantaris adalah otot kecil dan tipis yang berada di bagian bawah kaki. Jika otot betis mengalami banyak tekanan, otot plantaris bisa pecah dan menimbulkan rasa sakit di belakang kaki yang menjalar hingga ke betis. Kondisi ini disebut dengan plantar fasciitis dan menyebabkan nyeri kaki saat berdiri dan kesulitan untuk meregangkan kaki.

4. Tendonitis achilles

Tendon achilles adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot betis dengan tumit. Jika ada tekanan ekstra pada otot betis, tendon achilles bisa pecah. Gejalanya meliputi nyeri pada betis, pembengkakan, dan kesulitan untuk merentangkan kaki.

5. Sciatica

Sciatica atau nyeri pinggul terjadi karena saraf sciatif mengalami gangguan. Saraf sciatic adalah saraf yang mengontrol otot di kaki bagian bawah dan belakang lutut. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di punggung bawah yang lantas bisa menjalar ke otot betis dan otot lainnya.

6. Klaudikasio arteri

Seseorang bisa mengalami nyeri pada betis karena penyempitan atau penyumbatan di ateri yang memasok aliran darah ke kaki. Kondisi ini disebut dengan klaudikasio arteri, yang menyebabkan rasa sakit pada betis, paha, punggung bawah, dan bokong.

Rasa sakit bisa menghilang ketika beristirahat tapi akan muncul kembali setelah beberapa menit berjalan. Ini terjadi karena arteri membutuhkan asupan oksigen saat melakukan gerakan.

7. Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen adalah cedera pada otot betis karena adanya kelebihan darah atau cairan yang menumpuk sehingga kaki tidak bisa meregang dengan baik. Cairan yang berlebihan tersebut memberi tekanan ekstra pada saraf dan pembuluh darah yang ada di kaki bagian bawah.

Ini menyebabkan betis sakit, bengkak, mati rasa, dan kesemutan. Biasanya ini terjadi ketika Anda mengalami cedera pada kaki saat olahraga atau mengalami trauma pada kaki akibat kecelakaan.

8. Neuropati diabetik

Neuropati diabetik terjadi ketika orang diabetes mengalami komplikasi atau kerusakan pada saraf. Kadar gula yang tinggi dapat merusak saraf tubuh, biasanya pada bagian tangan dan kaki. Gejalanya meliputi kram otot, otot lemah, kehilangan keseimbangan, mati rasa, dan tentu rasa nyeri parah pada bagian saraf yang terkena.

9. Varises

Varises adalah pembuluh darah yang membesar yang sering menonjol dari kaki dan mungkin terlihat seperti tali. Mereka berkembang ketika katup yang rusak di pembuluh darah seseorang memungkinkan darah mengalir kembali. Kondisi ini menyebabkan kram otot dan kaki berdenyut disertai rasa sakit.

10. Deep vein thrombosis (DVT)

Penggumpalan darah yang terbentuk pada salah satu vena di kaki menyebabkan DVT. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit parah, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki.

Biasanya kondisi ini dimiliki oleh orang dengan tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, komplikasi penggunaan obat jangka panjang, duduk terlalu lama, atau memiliki kebiasaan merokok.

Bagaimana cara mengatasi betis sakit?

Cara Anda mengatasi rasa sakit pada betis tergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Periksa ke dokter jika sakit pada betis sangat mengganggu Anda dan tidak kunjung sembuh. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu Anda meringankan betis sakit, seperti:

  • Istirahatkan dulu kaki Anda dari aktivitas fisik.
  • Kompres betis dengan es batu selama 10-15 menit setiap kali rasa sakit muncul.
  • Segera balut dengan kain jika pergelangan kaki atau betis mengalami cedera.
  • Saat tidur, berikan tumpuan seperti bantal pada kaki untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.
  • Lakukan peregangan pada kaki sebelum melakukan olahraga. Ini penting dilakukan untuk menghindari cedera kaki.
  • Tingkatkan intensitas olahraga atau aktivitas fisik secara bertahap, bukan secara tiba-tiba. Ini berguna untuk melatih kesiapaan otot kaki dengan tekanan yang dihasilkan dari olahraga.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 4, 2018 | Terakhir Diedit: April 26, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca