Berbagai Penyakit Kelainan Darah yang Paling Umum, Selain Anemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Darah Anda tersusun dari empat komponen utama, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), plasma darah, dan trombosit (keping darah). Keempat komponen tersebut dapat mengalami masalah sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami berbagai penyakit kelainan darah yang dapat bersifat akut dan kronis. Lantas, apa saja penyakit kelainan darah yang paling umum? Cari tahu jawabannya di sini.

Apa saja jenis-jenis penyakit kelainan darah?

Berikut daftar beberapa penyakit kelainan darah yang paling umum.

Penyakit kelainan darah yang memengaruhi sel darah merah

sel darah merah trombosit

Berbagai penyakit kelainan darah yang dapat memengaruhi sel darah merah meliputi:

1. Anemia

Anemia disebabkan karena jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah. Jika Anda terkena anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan suplai darah yang kaya oksigen. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah, lesu, dan tidak bertenaga. Anda juga mungkin memiliki gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Tergantung penyebabnya, anemia terbagi menjadi beberapa jenis yang meliputi:

2. Polisitemia vera

Dikutip dari Mayo Clinic, polisitemia vera adalah kondisi ketika sel darah merah yang diproduksi pada sumsum tulang belakang terlalu banyak. Meningkatnya produksi sel darah merah dalam tubuh dapat menyebabkan darah membeku dan menghambat aliran darah. Kondisi ini meningkatkan risiko pembekuan darah.

Jika tidak segera diobati, gumpalan darah dapat melewati pembuluh darah, menyebabkan kondisi serius seperti stroke (pembuluh darah otak) atau infark miokard (arteri jantung).

3. Malaria

Malaria adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh parasit yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Parasit akan masuk ke darah kemudian menginfeksi sel darah merah dan merusak sel tersebut.

Setelah Anda terinfeksi, tubuh Anda akan bereaksi dengan memunculkan gejala seperti demam tinggi dan menggigil. Kondisi ini biasanya terjadi dalam siklus yang berlangsung selama 2-3 hari dalam satu waktu.

Apabila kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, infeksi parasit dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh penderitanya.

Penyakit kelainan darah yang memengaruhi sel darah putih

Berbagai penyakit kelainan darah yang dapat memengaruhi sel darah putih meliputi:

1. Limfoma

Limfoma adalah jenis kanker darah yang memengaruhi organ limpa, kelenjar getah bening, timus, sumsum tulang, dan bagian lainnya di tubuh. Kondisi ini terjadi akibat sel darah putih yang berkembang tidak normal dan di luar kendali.

Limfoma terdiri dari berbagai jenis, tetapi dua kategori utama dari limfoma adalah limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

2. Leukimia

Leukimia adalah jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih berubah menjadi tidak normal dan berkembang biak secara tidak terkendali di dalam sumsum tulang. Leukimia adalah jenis yang paling umum dari kanker darah.

Berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, leukemia dibedakan menjadi akut dan kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diobati dibanding leukimia akut.

3. Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang terjadi karena sel plasma berubah menjadi ganas dan berkembang biak tidak terkendali. Padahal, sel plasma berperan untuk menghasilkan antibodi (atau immunoglobulin) yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman.

Multiple myeloma menyebabkan produksi antibodi menjadi tidak normal, yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh Anda menjadi lemah dan rentan terhadap infeksi.

4. Sindrom mielodisplastik (praleukimia)

Sindrom mielodisplastik atau juga disebut dengan penyakit praleukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang. Kondisi ini disebabkan karena sel darah yang terbentuk tidak sempurna, sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Meski sering kali muncul secara perlahan, sindrom ini juga dapat muncul secara mendadak dan menjadi leukimia pada tingkatan yang parah.

Penyakit kelainan darah yang memengaruhi trombosit

proses pembekuan darah

Beberapa penyakit kelainan darah yang dapat memengaruhi trombosit adalah:

1. Trombositopenia

Trombositopenia terjadi karena trombosit dalam darah terlalu rendah. Trombosit adalah sel darah yang berperan penting pada proses pembekuan darah. Kondisi ini dapat disebabkan karena masalah kesehatan atau efek dari obat-obatan tertentu.

Pada kasus yang langka, jumlah trombosit dapat menjadi sangat rendah di mana perdarahan internal yang berbahaya dapat terjadi.

2. Trombositosis esensial

Trombositemia esensial adalah peningkatan jumlah trombosit tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan dan perdarahan.

Trombositemia esensial bisa terjadi akibat gangguan proses pembentukan sel punca (stem cell) pembentuk darah. Sayangnya, sampai saat ini para ahli belum mengetahui apa penyebab pasti dari trombositosis esensial.

Gangguan darah yang memengaruhi plasma darah

Beberapa penyakit kelainan darah yang dapat memengaruhi plasma darah adalah:

1. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit genetik yang menyebabkan darah menjadi sulit membeku. Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan protein pembekuan darah (faktor pembekuan).

Apabila orang dengan hemofilia mengalami perdarahan, maka perdarahannya akan sulit dihentikan. Akibatnya, darah akan terus mengalir keluar. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

2. Trombofilia

Trombofilia atau yang disebut juga dengan pengentalan darah adalah penyakit yang berhubungan dengan pembekuan darah. Kondisi ini menyebabkan darah lebih mudah untuk menggumpal. Beberapa orang yang didiagnosis penyakit ini harus minum obat pengencar darah setiap hari untuk menghindari terjadinya penggumpalan darah.

Kadang‐kadang, trombofilia dapat mengakibatkan komplikasi serius dan mengancam nyawa.

3. Trombosis vena dalam

Trombosit vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Biasanya pembuluh darah vena yang paling sering mengalami penggumpalan adalah bagian kaki.

Kondisi ini menyebabkan aliran darah melambat. Akibatnya, daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan nyeri. Apabila gumpalan darah bergerak ke paru-paru, maka dapat menyebabkan emboli paru yang menimbulkan masalah pernapasan serius.

Apa saja tanda-tanda dan gejala kelainan darah?

Anemia Sideroblastik

Tanda dan gejala penyakit kelainan darah mungkin dapat berbeda, tergantung dari penyebabnya. Namun, ada beberapa gejala khas yang bisa muncul ketika seseorang mengalami gangguan darah, di antaranya:

  • Lemah, lesu, tidak bertenaga
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kulit pucat pasi
  • Kemerahan pada wajah
  • Pembekuan darah yang berlebihan
  • Muncul petekie atau bintik-bintik merah
  • Luka yang tidak kunjung sembuh atau lambat sembuh
  • Perdarahan tak terkendali setelah terluka
  • Kulit mudah memar meski hanya terkena benturan kecil

Umumnya, gangguan darah menyebabkan perdarahan sangat berat dalam kasus:

  • Mimisan
  • Prosedur gigi
  • Perdarahan menstruasi
  • Melahirkan
  • Tumbuh gigi pada bayi

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Anda bisa memeriksakan gejala yang Anda curigai di sini. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Apa penyebab kelainan darah?

kelelahan akibat HIV

Ada beberapa penyebab utama gangguan darah, di antaranya:

Keturunan

Penyakit gangguan darah dapat berasal dalam keluarga. Ini berarti jika orangtua atau saudara kandung memiliki kelainan darah, Anda kemungkinan akan mengalami hal yang serupa.

Penyakit tertentu

Misalnya, polisitemia vera (sebuah kondisi genetik) dapat menyebabkan tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak sel darah merah. Bisa juga karena Anda Anda memiliki penyakit autoimun seperti lupus.

Sistem kekebalan tubuh Anda mungkin menghancurkan trombosit darah Anda sendiri, yang membuat tubuh kesulitan untuk menghentikan perdarahan ketika terluka.

Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengurangi jumlah sel darah putih dari darah Anda. Meski begitu, terkadang infeksi juga bisa meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh Anda. 

Kekurangan gizi

Asupan nutrisi yang buruk juga bisa menyebabkan gangguan darah. Contohnya, jika Anda kekurangan zat besi, maka tubuh Anda tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup. Akibatnya, Anda akan lebih rentan mengalami penyakit anemia.

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi penyakit kelainan darah?

anemia gravis

Guna mengetahui penyebab gangguan darah yang Anda alami, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa tes di bawah ini.

  • Hitung darah perifer lengkap. Prosedur ini berfungsi untuk mengevaluasi semua komponen seluler (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit) dalam darah.
  • Penghitungan retikulosit. Tes ini untuk mengukur jumlah sel darah merah (eritrosit) yang baru terbentuk dalam volume tertentu darah. 
  • Tes khusus sel-sel darah. Sebagian besar tes dilakukan pada sampel darah, tetapi beberapa memerlukan sampel dari sumsum tulang.
  • Tes pembekuan mencakup berbagai jenis tes. Beberapa tes pembekuan dapat menghitung jumlah trombosit dalam darah Anda. 
  • Pengukuran protein dan zat lainnya. Tes ini dilakukan pada sampel urin. 

Dokter dapat menyarankan kombinasi perawatan untuk membantu memperbaiki gangguan sel darah Anda. Berikut pilihan pengobatan yang mungkin disarankan dokter:

Obat-obatan

Jika kondisi Anda tidak parah, Anda mungkin hanya akan diberi obat-obatan tertentu untuk meringankan gejala yang Anda keluhkan.

Transplantasi sumsum tulang

Sementara dalam kasus ketika obat tidak bekerja dengan baik, Anda mungkin akan dianjurkan untuk melakukan transplantasi sumsum tulang. Prosedur tersebut dapat memperbaiki atau mengganti sumsum tulang yang rusak, sehingga bisa kembali berfungsi lagi dengan baik.

Untuk Apa Cangkok Sumsum Tulang Belakang, dan Seperti Apa Prosesnya?

Transfusi darah

Selain itu, transfusi darah adalah pilihan lain untuk membantu Anda mengganti sel-sel darah yang hilang atau rusak. Selama transfusi darah, Anda menerima infus darah yang sehat dari donor.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker ovarium dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin di antaranya Anda sepelekan. Memangnya, apa saja ciri-ciri kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit