Petechiae (Bintik Serupa Ruam di Kulit)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Petechiae (petekie) adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu pada kulit. Petechiae bisa menjadi ciri-ciri penyakit ringan dan serius. Selain itu, bintik-bintik ini juga bisa muncul sebagai reaksi alergi obat.

Mengapa petechiae (petekie) bisa muncul?

Secara garis besarnya, petechiae muncul ketika pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit mengalami perdarahan. Sehingga, darah akhirnya bocor ke kulit dan menimbulkan bintik-bintik berwarna merah atau keunguan.

Ada sejumlah hal yang membuat hal ini bisa terjadi, berikut adalah berbagai penyebabnya.

1. Mengejan dalam waktu yang lama

Petechiae ringan dapat muncul ketika seseorang mengejan terlalu lama. Beberapa aktivitas seperti mengangkat beban, melahirkan, menangis, atau batuk membuat tubuh menjadi tegang, sehingga akan memicu robeknya pembuluh darah di bawah kulit.

2. Penggunaan obat-obatan tertentu

Terkadang, petechiae muncul sebagai efek samping dari obat-obatan. Beberapa obat-obatan yang dapat menimbulkan kondisi ini adalah antibiotik, antidepresan, obat anti kejang, pengencer darah, NSAID, dan obat penenang.

3. Infeksi penyakit

Ada beberapa penyakit dari indeksi jamur, virus, dan bakteri yang dapat memunculkan gejala berupa munculnya bintik-bintik petechiae. Penyakitnya adalah sebagai berikut.

  • Demam berdarah: demam berdarah bisa menyebabkan trombositopenia, sehingga dapat menyebabkan petechie.
  • Sitomegalovirus (CMV): Dapat menginfeksi hampir semua orang, virus ini dapat menimbulkan gejala berupa rasa kelelahan, demam, nyeri tenggorokan, dan nyeri otot pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Endokarditis: penyakit ini adalah infeksi pada lapisan dalam otot dan katup jantung. Selain menimbulkan bintik-bintik, penyakit ini dapat menimbulkan gejala lain seperti demam, kedinginan, nyeri sendi, dan sesak napas.
  • Sakit tenggorokan: seringnya memang tidak berbahaya, tapi bisa menimbulkan kondisi lain seperti petechiae, amandel bengkak, dan demam.  Biasanya, jenis bakteri yang jadi penyebab sakit tenggorokan adalah grup A Streptococcus.
  • Meningococcemia: penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningiditis yang juga dapat menjadi penyebab dari penyakit meningitis. Penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa muda.

4. Penyakit lainnya

Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai gejala dari penyakit non-infeksi seperti sebagai berikut.

  • Leukimiapenyakit ini merupakan kanker yang tumbuh di dalam sel-sel darah putih. Pada orang yang memiliki leukimia, sel darah putih tidak bisa berfungsi dengan normal. Salah satu gejalanya adalah kemunculan bintik-bintik kecil berwarna merah pada kulit.
  • Trombositopenia: kondisi ini membuat tubuh memiliki jumlah trombosit (sel darah yang membantu pembekuan darah) yang sedikit. Selain petechiae, trombositopenia juga menimbulkan memar, perdarahan dari gusi atau hidung, darah pada urin, kelelahan, serta kulit dan mata kuning.
  • Vaskulitis: penyakit peradangan pada dinding pembuluh darah. Dapat membuat pembuluh darah menebal, menyempit, dan bahkan luka. Terkadang vaskulitis terjadi akibat infeksi, tapi bisa juga karena pengobatan, penyakit, atau kondisi lainnnya.

Apa saja gejala petechiae yang dapat muncul?

Seperti yang telah disebutkan, ciri khas utama dari kondisi ini adalah kemunculan bintik-bintik berwarna merah atau keunguan. Biasanya, gejala muncul di lengan, kaki, perut, dan bokong.

Bintik ini tidak terasa gatal. Namun hati-hati, pasalnya bila bintik terus tumbuh dan menyatu bisa menandakan bahwa Anda mengalami gangguan perdarahan.

Petechiae juga mungkin akan disertai dengan gejala lain seperti:

  • tampak kumpulan darah menggumpal yang muncul di bawah kulit,
  • mudah berdarah atau memar,
  • gusi berdarah,
  • hemarthrosis,
  • perdarahan berlebih yang tak biasa pada menstruasi normal, dan
  • mimisan.

Bintik-bintik petechiae mungkin akan terlihat seperti ruam kulit. Bedanya, bintik-bintik yang dihasilkan dari kondisi ini tidak akan berubah warna menjadi putih atau pucat saat ditekan. Sedangkan, ruam merah biasanya akan memucat bila Anda menekannya.

Kapan harus ke dokter?

Petechiae bisa menjadi pertanda dari penyakit tertentu dan perlu diobati. Bila Anda atau anak Anda mulai mengalami kondisi ini, lebih baik segera periksakan diri kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Terlebih jika gejala disertai dengan hilang kesadaran, demam tinggi, linglung, perdarahan hebat, atau sakit kepala. Ada kemungkinan gejala ini merupakan pertanda dari kondisi yang lebih serius.

Lantas, bagaimana cara mengatasi petechiae?

Tentunya, dokter akan mengobati penyakit sesuai dengan kondisi atau faktor lain yang menjadi penyebab kemunculannya. Maka dari itu, Anda harus melakukan pemeriksaan untuk melihat adakah kondisi yang menjadi awal dari gejala yang Anda alami.

Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan sebagai berikut.

  • Antibiotik untuk melawan virus atau bakteri, bila penyebabnya adalah infeksi.
  • Obat-obatan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada kulit.
  • Obat-obatan yang bekerja untuk menekan sistem kekebalan tubuh, misalnya azathioprine, methotrexate, atau cyclophosphamide.
  • Kemoterapi, terapi biologis, atau radiasi, bila penyebabnya adalah kanker.

Anda juga bisa meminum obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau paracetamol untuk bantu menghilangkan gejala, lalu berisirahat dan minum air putih yang cukup.

Saat pengobatan, perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Mengikuti semua petunjuk yang diberikan dari dokter, terutama mengenai konsumsi obat. Jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi kepada dokter.
  • Selalu waspada dengan berbagai perubahan yang terlihat pada kulit.
  • Segera menghubungi dokter bila Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran seputar gejala yang dialami.

Bila ternyata petechiae muncul sebagai efek samping dari obat yang Anda konsumsi, dokter mungkin akan mengganti atau mengurangi dosis obat yang Anda minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 16 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Kulit dapat menunjukkan tanda tertentu saat dipakaikan produk skincare baru. Begini cara mengetahui apakah skincare Anda cocok atau tidak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Eits, kata siapa semua bayi pasti pernah kena ruam popok? Dengan cara-cara berikut, Anda bisa mencegah ruam popok pada si buah hati, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Beberapa gejala COVID-19 memang diketahui mirip dengan gejala penyakit lain, salah satunya penyakit Kawasaki pada anak. Apakah keduanya berhubungan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
COVID-19, Penyakit Infeksi 24 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

kulit jari mengelupas

10 Penyebab Kulit Jari Mengelupas dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
diaper popok dewasa

Orang Dewasa yang Pakai Popok Bisa Mengalami Ruam, Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
leher bayi merah

Leher Bayi Merah dan Lecet? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
fordyce spot

Mengenal Fordyce Spot, Bintik Kecil yang Bisa Muncul di Mulut dan Area Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit