Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada pagi hari, banyak orang memilih minum susu untuk dijadikan sarapan. Hal ini dilakukan karena susu sangat praktis, mudah, dan cepat untuk disiapkan. Hanya dengan minum susu, seseorang sudah merasa cukup kenyang,  sehingga siap untuk melakukan aktivitasnya. Namun, apakah kebiasaan ini sehat ? Berikut penjelasannya.

Kandungan nutrisi di dalam susu

Sebelum membahas lebih lanjut minum susu untuk sarapan, sebenarnya sehat atau tidak, sebaiknya kenali dulu kandungan nutrisi di dalam susu. Data komposisi pangan Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan merilis susu mengandung protein dan beragam vitamin dan mineral. Berikut ini adalah kandungan dalam 100 gram susu sapi segar.

  • Kalori: 61 kal
  • Protein: 3,2 gr
  • Lemak: 3,5 gr
  • Kabohidrat: 4,3 gr
  • Kalsium: 143 mg
  • Fosfor: 60 mg
  • Besi: 1,7 mg
  • Natrium: 36 mg
  • Kalium: 149 mg
  • Tembaga: 0,02 mg
  • Seng: 0,3 mg
  • Vitamin A: 39 mcg
  • Beta-Karoten: 12 mcg
  • Vitamin B1: 0,03 mg
  • Vitamin B2: 0,18 mg
  • Vitamin C: 1 mg

Kalsium dalam susu baik untuk kesehatan tulang manusia, sementara kalium baik untuk menjaga tekanan darah normal. Adapun kandungan kalori yang rendah dan protein yang tinggi menjadikan minuman ini baik untuk yang sedang diet.

Sehatkah jika sarapan hanya minum susu?

Menurut Dr. Dhanvantri Tyagi dari India menyebut minum susu untuk sarapan pada pagi hari tidak baik, karena terlalu berat untuk dicerna. Ia menyarankan untuk mengonsumsi susu pada malam hari saat menjelang tidur.

Menurutnya, susu bekerja seperti obat penenang. Kandungan serotonin di dalamnya bersifat menenangkan dan membuat orang mudah untuk terlelap. Penyerapan kalsium pun terjadi pada malam hari ketika tubuh sedang tidak melakukan aktivitas apapun.

Di sisi lain, Claire St John, seorang ahli gizi dari Amerika Serikat, mengatakan karena kandungan nutrisinya yang tinggi, minum susu saat sarapan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian . Sebuah studi menunjukkan, seseorang yang meminum susu bersama dengan sereal pada pagi hari mendapat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya dibandingkan dengan ia yang tidak sarapan susu dan sereal.

Namun, Claire juga mengingatkan pentingnya untuk mengonsumsi makanan lainnya saat sarapan, seperti pie, oatmeal dengan pisang dan kenari, atau nasi hangat.

Meski cukup mengenyangkan, hanya minum susu untuk sarapan dapat membuat seseorang cepat lapar. Dengan demikian, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan dengan kadar gizi seimbang saat sarapan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh yang lebih lengkap.

Kapan waktu terbaik untuk minum susu?

Pada dasarnya, waktu terbaik untuk minum susu tergantung dari apa tujuan Anda dalam meminum susu. Seperti yang dikatakan Dr. Dhanvantri Tyagi, bila untuk membantu cepat terlelap, susu baik dikonsumsi pada malam hari menjelang tidur. Bukan minum susu saat sarapan.

Adapun bagi seseorang yang sedang menurunkan berat badan dan melakukan penambahan otot, minum susu jangan dilakukan saat sarapan, tetapi bisa dilakukan setelah berolahraga.

Pasalnya, minuman kaya protein seperti susu, dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang setelah makan. Dengan demikian, seseorang tidak akan makan banyak makanan yang otomatis mengurangi masuknya kalori ke dalam tubuh.

Selain itu, minum susu setelah olahraga pun dapat mendukung pertumbuhan otot dan peningkatan komposisi tubuh. Namun perlu diingat, bila minum susu terlalu banyak pun dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain hal tersebut, susu pun diklaim baik untuk sistem pencernaan. Meski demikian, tidak ada ketentuan waktu yang tepat, apakah saat sarapan atau waktu lainnya, untuk minum susu bagi yang ingin meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Resep Smoothies untuk Sahur yang Bikin Kenyang Seharian

Bulan puasa kali ini ingin menyiapkan menu sahur yang praktis tapi kaya nutrisi? Silakan contek resep smoothies untuk sahur yang enak dan bergizi berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 6 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

Susu dipenuhi nutrisi yang tentunya memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, mana yang lebih sehat, susu hangat atau susu dingin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Menu Sarapan Anti-Ngantuk yang Bikin Anda Bertenaga Sepanjang Hari

Banyak orang yang merasa makan pagi bikin mengantuk dan tidak bertenaga. Padahal jika memilih menu sarapan yang tepat bisa membuat Anda tidak mengantuk.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Resep Sehat, Nutrisi, Hidup Sehat 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu anak

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
oatmeal bikin gemuk

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
diet susu risiko diabetes

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit