Lansia yang Susah Makan, Bolehkah Hanya Minum Susu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Umumnya, semakin bertambah usia nafsu makan akan menurun. Hal ini terjadi akibat gigi ompong, susah menelan, hingga masalah pencernaan lain yang sering menyerang lansia. Maka itu, saat ini banyak susu khusus yang katanya bisa membantu menjaga asupan nutrisi lansia. Lantas, bolehkah lansia hanya minum susu saja ketika tidak mau makan?

Boleh minum susu, tapi jangan menggantikan makan

Dibanding makan makanan berat, lansia mungkin akan lebih tertarik minum susu. Pasalnya, susu tidak perlu dikunyah atau digigit. Lansia hanya perlu menenggaknya hingga habis. Cara meminum susu yang begitu mudah tentu menjadi pilihan lansia yang susah makan.

Akan tetapi jika trerus-terusan minum susu tanpa makan sama sekali, takutnya asupan nutrisi lansia tidak terpenuhi dengan baik. Pasalnya, tidak semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh terdapat di dalam susu.

Lansia memang boleh minum susu, tetapi bukan berarti lansia yang susah makan cukup hanya diberi susu. Susu memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Misalnya, susu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kalsium untuk kesehatan tulang serta vitamin D untuk menunjang sistem imun.

Susu juga dapat membantu mencegah osteoporosis pada lansia, sebab kekurangan kalsium dapat menyebabkan lansia mengidap penyakit yang menyebabkan pengeroposan tulang ini. Jadi, susu memang bermanfaat bagi lansia dan boleh dikonsumsi setiap hari.

Tetapi, bagaimana dengan kebutuhan nutrisi lainnya bagi lansia yang susah makan? Susu mungkin tidak dapat memenuhi segala jenis nutrisi, tetapi susu bisa dimanfaatkan untuk membantu lansia makan makanan lain yang dapat menyeimbangkan kadar nutrisi di dalam tubuh.

Menggunakan susu sebagai ‘pancingan’ untuk membantu lansia yang susah makan juga bisa digunakan sebagai tips mengajak lansia makan. Misalnya, sediakan susu di pagi, siang, dan malam hari untuk menemani makanan lain. Siasati dengan memberikan makanan lain terlebih dahulu. Beri tahu lansia bahwa jika makanan tersebut habis, mereka boleh minum susu.

Jadi, selain menyediakan susu untuk lansia, apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi lansia yang susah makan?

4 cara membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk lansia yang susah makan

Seiring bertambahnya usia, lansia memang memiliki segudang alasan untuk menolak makan. Tetapi, bukan berarti Anda tidak bisa mengatasi lansia yang susah diajak makan. Ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti, sebagai berikut.

1. Cari tahu penyebabnya

Salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi masalah lansia susah makan adalah mengetahui apa alasan dibalik lansia susah makan. Karena penyebabnya mungkin saja tidak datang dari dirinya sendiri.

Contohnya, ada beberapa obat-obatan yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Selain itu, ada juga gigi palsu yang membuat seorang lansia merasa sakit saat mengunyah.

Dengan mengetahui penyebab lansia susah makan, Anda bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengajaknya makan.

2. Siapkan makanan sesuai kebutuhan nutrisi

Sediakan berbagai makanan yang dapat memenuhi segala nutrisi yang dibutuhkan untuk lansia. Mulai dari protein yang baik untuk menjaga kekuatan otot lansia. Tetapi, sediakan makanan yang mudah dikunyah seperti keju, yoghurt, roti dengan selai kacang, atau ikan tuna.

Selain itu, sediakan pula buah dan sayuran. Pasalnya, kedua jenis makanan tersebut kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Asupan nutrisi ini sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit. Jika lansia yang Anda rawat susah makan karena tidak bisa mengunyah makanan, bantu olah buah dan sayur agar lebih mudah dikonsumsi. Anda bisa mengubahnya menjadi smoothies, atau merebus sayur-sayuran agar lebih mudah dikunyah.

3. Utamakan pilihan makanan lansia

Lansia yang susah makan akan lebih mudah ‘didekati’ dengan makanan yang mereka suka. Selain itu, lansia cenderung suka makan dalam jumlah sedikit. Jika lansia memiliki preferensi tertentu terhadap makanan, setidaknya sediakan makanan tersebut untuk menarik perhatian lansia.

Misalnya, jika lansia suka minum susu, sediakan susu setiap kali lansia hendak makan. Hal ini mungkin akan meningkatkan nafsu makannya sehingga lebih mudah diminta untuk menghabiskan makanan lainnya.

4. Dekati dengan cara yang baik

Lansia cenderung lebih sensitif. Jadi, jangan memaksakan kehendak jika ingin membantu atau mengajaknya makan. Hindari pertengkaran mengenai makanan karena dapat memperburuk kondisi. Lansia yang sudah susah makan bisa semakin ngambek dan mungkin menolak untuk tidak makan sama sekali.

Agar hal tersebut tidak terjadi, bantu lansia dengan cara yang baik. Misalnya, gunakan kata-kata yang sopan dan sikap yang telaten. Anda juga bisa mengundang teman-temannya untuk datang ke rumah, karena lansia akan lebih bersemangat untuk makan jika bersama dengan teman.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah. Apa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Leukemia Limfositik Kronis

Chronic Lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfositik kronis adalah kondisi menyebabkan sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia berenang

3 Hal Penting yang Wajib Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
nyeri sendi

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit