Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang mungkin pernah mengalami rasa tidak enak di tenggorokan seperti terasa perih, nyeri, dan gatal. Gejala seperti ini bisa dibarengi dengan gangguan lain seperti sakit saat menelan, demam atapun batuk kering. Tenggorokan yang terasa gatal dan kering dapat disebabkan radang di sekitar tenggorokan dan gangguan di saluran napas. Berdasarkan penyebabnya, cara mengatasi tenggorokan gatal pun bisa berbeda-beda.

Supaya lebih mudah diatasi, kenali penyebabnya dulu

Selain cara yang telah disebutkan sebelumnya, Anda bisa mengatasi tenggorokan yang gatal dengan mengetahui terlebih dulu apa saja yang menjadi penyebab dari kondisi ini. Jadi, perawatan yang dilakukan bisa disesuaikan dengan penyebabnya dan gejala pun akan lebih mudah teratasi.

1. Post-nasal drip

Post nasal drip adalah kondisi di mana lendir terlalu banyak diproduksi sehingga muncul sensasi lendir tertelan di belakang tenggorokan. Post nasal drip biasanya disebabkan karena rhinitis (pilek) yang berlangsung lama. Lendir yang berapa di belakang tenggorokan ini yang menyebabkan terjadi gatal di tenggorokan.

2. Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Biasanya, rasa gatal pada tenggorokan timbul akibat adanya peradangan pada daerah yang terinfeksi. Peradangan bisa terjadi pada daerah amandel (tonsilitis), pita suara atau laring (langitis), dan katup epiglotis (epiglotitis).

Peradangan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus, kondisi ini disebut juga dengan strep throat. Oleh karena itu membutuhkan obat antibiotik sebagai cara mengatasinya. Namun, sebagian besar kasus radang tenggorokan disebabkan oleh virus sehingga, tidak bisa diobati dengan antibiotik.

3. Alergi

Untuk menghilangkan tenggorokan gatal yang disebabkan oleh alergi, Anda harus mengetahui apa yang menyebabkan alergi dan kemudian menghindarinya. Ketika tidak mungkin untuk menghindari alergen, seperti serbuk sari di udara, obat-obatan yang termasuk antihistamin dapat membantu mengurangi iritasi.

4. Infeksi sinus

Infeksi sinus atau dikenal sebagai sinusitis, adalah penyebab umum lainnya dari tenggorokan gatal. Jika pilek berlangsung selama lebih dari 10 hari, atau mulai menjadi lebih baik tetapi kemudian memburuk lagi, ini mungkin berarti bahwa sinus telah terinfeksi.

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati dengan antibiotik sementara infeksi virus ditangani dengan penghilang rasa sakit yang dijual bebas.

5. Infeksi jamur

Rasa sakit menelan terkadang disebabkan karena infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau kerongkongan. Biasanya kondisi ini terjadi saat jamur Candida albicans tumbuh dengan tak terkendali. Akibatnya, tubuh memberikan beragam tanda dan sinyal seperti:

  • Kehilangan selera makan
  • Bercak putih di lidah
  • Kemerahan di sudut mulut

6. Dehidrasi

Meningkatkan produksi air liur dapat membantu mengurangi gejala dehidrasi dan menghilangkan rasa gatal di tenggorokan yang disebabkannya.

Penggunaan humidifier untuk menambah kelembapan udara juga dapat mengatasi tenggorokan gatal yang disebabkan dehidrasi. Selain itu, perlu meningkatkan konsumsi air putih hangat untuk meredakan gejala ini.

7. Iritasi akibat paparan asap rokok, polusi, dan zat kimia

Gangguan lingkungan, seperti debu, polusi udara, dan asap rokok, dapat menyebabkan tenggorokan gatal. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan berhenti merokok dan membatasi terkena asap.

8. Penyakit asam lambung (GERD)

GERD dapat diobati dengan campuran obat dan perubahan gaya hidup, seperti tidur dengan kepala yang ditinggikan dan mengubah kebiasaan langsung berbaring setelah makan atau minum.

Sebaiknya menunggu hingga 1-2 jam setelah makan jika ingin berbaring. Langkah-langkah ini dapat membantu Anda mengatasi gatal tenggorokan yang disebabkan oleh refluks asam.

9. Esofagitis

Esofagitis adalah kondisi saat kerongkongan mengalami peradangan. Kerongkongan atau yang disebut juga pipa makanan bertugas untuk membawa makanan dan cairan dari mulut ke perut.

Sayangnya, bagian ini kerap mengalami peradangan saat Anda memiliki penyakit refluks asam lambung. Ini karena asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan melukainya.

10. Asma

Asma adalah kondisi paru-paru kronis di mana saluran udara menjadi meradang dan menyempit, sehingga sulit untuk bernafas.

Bagi sebagian orang, gatal di tenggorokan dan batuk kronis adalah gejala utama dari asma. Orang dengan asma perlu mengikuti rencana perawatan dari dokter yang dapat mengendalikan gejalanya.

11. Luka pada tenggorokan

Tenggorokan yang terluka akibat makanan dan minuman tertentu bisa menjadi penyebab munculnya rasa sakit saat menelan. Biasanya, kondisi ini disebabkan setelah Anda makan atau minum-minuman yang terlalu panas atau makanan yang terlalu tajam seperti keripik.

Oleh sebab itu, cegah hal ini dengan mengunyah makanan hingga halus agar bisa melewati tenggorokan dan kerongkongan tanpa melukainya.

Mengatasi tenggorokan gatal dengan perawatan rumahan

penyebab pilek

Biasanya, saat mengalami tenggorokan gatal Anda seperti merasa ada yang menyumbat saluran tenggorokan atau di ujung mulut. Pada beberapa orang, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan suara jadi serak dan kesulitan berbicara.

Tenggorokan gatal adalah gejala umum dan biasanya tidak terkait dengan kondisi kesehatan yang serius, maka Anda bisa mencoba perawatan di rumah untuk meredakan gejala.

Anda tidak boleh menunda perawatan medis jika gatal tenggorokan disertai gejala lain yang lebih serius seperti demam tinggi, menggigil, atau sulit bernapas.

Dilansir dari National Health Institute, berikut perawatan di rumah yang bisa membantu meredakan gatal tenggorokan.

  • Berkumur dengan air garam. Campurkan ½ sendok teh garam dan 8 ons air, lalu pakai campuran tersebut untuk berkumur selama waktu yang singkat.
  • Mengisap permen pelega tenggorokan. Permen dapat membantu merangsang produksi air liur, yang dapat menjaga tenggorokan tetap lembab dan meredakan rasa gatal.
  • Istirahat ekstra. Jangan memaksa tubuh Anda untuk beraktivitas terlalu keras, bisa jadi tenggorokan gatal Anda adalah hasil dari tubuh Anda melawan virus. Karena itu sebaiknya Anda istirahat lebih banyak.
  • Minum air putih yang banyak. Ini dapat menenangkan dan juga melembabkan tenggorokan Anda. Juga, untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Hindari minuman beralkohol dan berkafein. Karena dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat tenggorokan kering.
  • Menggunakan humidifier. Ini digunakan untuk menjaga kelembapan atau agar udara tidak terlalu kering. Udara yang kering dan dingin sering dapat menyebabkan tenggorokan Anda terasa tidak nyaman.
  • Hindari pemicu yang diketahui. Anda mungkin sadar bahwa paparan terhadap beberapa hal tertentu dapat menyebabkan tenggorokan gatal. Ini mungkin termasuk alergen seperti serbuk sari atau debu.
  • Minum teh herbal seperti teh jahe, peppermint, chamomile atau teh panas yang dicampur dengan lemon dan madu.
  • Jangan lupa untuk makan makanan lunak dan kunyah makanan lebih lama agar tidak terlalu sakit saat menelan.

Konsumsi obat-obatan

Beberapa rasa sakit saat menelan bisa ditangani dengan obat-obatan, tergantung dari kondisinya. Misalnya obat antiradang untuk penderita sakit radang dan obat pereda nyeri.

Pada kasus yang disebabkan oleh adanya kanker esofagus, dokter bisa merekomendasikan operasi pengangkatan sel-sel kanker ini bila memungkinkan.

Jika Anda mulai tidak nyaman dengan rasa gatal di tenggorokan, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Terlebih, jika pengobatan di atas tidak berhasil menyembuhkan gejala yang dialami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Boleh Makan Es Krim saat Radang Tenggorokan?

Bolehkah makan es krim saat sedang radang tenggorokan? Jawabannya boleh, namun tidak untuk semua es krim. Ketahui jenis-jenis es krimnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Kunyit Digunakan untuk Meredakan Radang Tenggorokan?

Kunyit untuk radang tenggorokan menjadi obat alami yang dapat dikonsumsi siapa saja. Zat antibakteri dalam kunyit mampu menyembuhkan radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Penyebab dan Cara Cepat Mengobati Sariawan di Tenggorokan

Sariawan yang muncul di tenggorokan tidak cuma membuat kita malas berbicara. Minum dan menelan ludah pun rasanya sakit minta ampun. Harus bagaimana, dong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 15 September 2019 . Waktu baca 7 menit

Atasi Makanan yang Tersangkut di Tenggorokan dengan Cara Ini

Makanan yang nyangkut di tenggorokan memang mengganggu dan terasa seperti akan tersedak. Nah, supaya tidak begitu fatal akibatnya, kenali cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

antibiotik untuk radang tenggorokan

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan, Kapan Perlu Mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyakit tenggorokan musiman

5 Penyakit Musiman yang Mengganggu Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 6 menit
puasa saat radang tenggorokan

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
permen pelega tenggorokan atau lozenge

Jangan Asal Pilih Permen Pelega Tenggorokan, Pastikan Ada Kandungan Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 6 menit