Makan Cokelat Ternyata Baik Bagi Penderita Sindrom Iritasi Usus (IBS)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/05/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Irritable bowel syndrome (IBS) atau yang sering disebut dengan sindrom iritasi usus adalah kelainan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan timbulnya rasa tidak nyaman pada perut disertai dengan nyeri dan gangguan saat buang air besar. Banyak yang bilang orang dengan iritasi usus tidak boleh makan cokelat. Benarkah begitu?

Tidak semua jenis cokelat dilarang untuk orang dengan iritasi usus

cokelat dan kecerdasan

Dilansir dari laman Healthline, cokelat batang maupun permen cokelat memang tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita sindrom iritasi usus. Pasalnya, kandungan kafein dan gula yang tinggi dalam cokelat bisa memicu timbulnya nyeri perut dan sembelit. Meski begitu, beberapa jenis cokelat yang rendah kafein atau bahkan tidak mengandung kafein sama sekali boleh dikonsumsi oleh penderita iritasi usus.

Justru sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa cokelat dapat berperan sebagai prebiotik, yakni komponen dalam makanan yang mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada usus.

Selain itu, prebiotik juga dipercaya mampu meredakan peradangan pada usus sekaligus mendukung penyerapan kalsium. Para peneliti berpendapat bahwa kandungan flavanol pada cokelat lebih banyak diserap di usus besar daripada di usus kecil. Dengan begitu, flavanol yang masuk ke dalam usus besar akan berinteraksi dengan bakteri baik di dalam usus dan bekerja untuk meredakan peradangan.

Gagasan ini didukung oleh penelitian lain yang mendapatkan hasil bahwa konsumsi rutin minuman dengan kandungan flavanol cokelat yang tinggi selama empat minggu meningkatkan pertumbuhan bakteri Bifidonacteria dan Lactobacillus. Kedua bakteri ini disinyalir bermanfaat baik bagi usus dan kesehatan tubuh.

Makan cokelat juga diyakini dapat mencegah munculnya bakteri penyebab penyakit yang biasa tumbuh di lapisan usus manusia, misalnya bakteri Clostridium.

Namun kembali lagi, masing-masing orang yang mengalami gejala iritasi usus memiliki gejala yang berbeda-beda sehingga jenis makanan yang harus dihindari pun tidak selalu sama. Yang terpenting bagi orang dengan iritasi usus adalah menerapkan pola makan sehat. Jika Anda memiliki sindrom iritasi usus, Anda pasti sudah hafal betul makanan apa saja yang bisa memperburuk kondisi tubuh, itulah yang sebaiknya dihindari.

Berapa batasan cokelat yang boleh dikonsumsi?

suka makan cokelat karena genetik

Meski penelitian telah membuktikan cokelat aman untuk dikonsumsi oleh orang dengan iritas usus, ada baiknya Anda tetap membatasi konsumsinya guna mencegah munculnya masalah pencernaan yang lebih parah.

Menurut para peneliti dari Monash University di Australia, batasan cokelat (baik cokelat batang maupun bubuk cokelat) yang masih aman dikonsumsi oleh orang dengan iritasi usus, yaitu:

  • Cokelat hitam: 0,5-3 ons dalam satu porsi
  • Cokelat susu dan cokelat putih: kurang lebih hanya 0,5 ons
  • Bubuk kakao: sekitar 2-4 sendok teh
  • Minuman cokelat: porsi bubuk kakao yang dianjurkan yakni tidak boleh lebih dari 3 ons

Namun jika Anda mengalami iritasi usus, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter guna mengetahui apakah Anda diizinkan untuk mengonsumsi cokelat dan seberapa banyak batasan konsumsi yang masih aman bagi pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit