Perbedaan Jenis Bakteri Baik Dalam Usus Tiap Orang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa terdapat berbagai jenis bakteri baik yang tersebar di seluruh bagian tubuh? Namun bakteri yang paling banyak terdapat pada usus, yang setidaknya terdiri dari 400 juta bakteri. Ada dua kelompok bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Disebut bakteri baik karena bermanfaat untuk mencerna makanan serta memproduksi berbagai zat gizi hasil dari pencernaan. Sedangkan bakteri jahat justru membuat tubuh terinfeksi dan menimbulkan berbagai penyakit infeksi. Pada setiap orang komposisi dari jumlah bakteri baik dengan bakteri jahat berbeda-beda, tergantung dengan apa yang dimakan dan gaya hidup yang diterapkan.

Fungsi bakteri baik bukan hanya untuk pencernaan

Bakteri baik di dalam usus sangat penting, bahkan saking pentingnya bakteri-bakteri ini disebut sebagai “otak kedua” bagi manusia. Tidak hanya berfungsi untuk membantu pencernaan dan penyerapan zat gizi, bakteri baik juga dapat mengetahui dan merasakan perasaan yang sedang dirasakan oleh orang tersebut. Buktinya, setiap berada di keadaan tertekan, gugup, dan sebagainya, beberapa orang merasakan sakit pada perutnya atau mual. Padahal, sebelumnya tidak mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan hal tersebut. Ini membuktikan bahwa bakteri baik mengerti apa yang dirasakan dan kemudian memberikan respon yang sama ketika seseorang tersebut merasa gelisah.

Tiga jenis bakteri baik

Seperti golongan darah, setiap orang memiliki jenis bakteri baik yang berbeda-beda. Walaupun terdapat jutaan bahkan miliaran bakteri yang ada di dalam tubuh, peneliti membaginya menjadi tiga kelompok besar. Hal ini dibuktikan  dari hasil penelitian yang melakukan penelitian pada 3 kelompok orang yang berbeda, kelompok pertama terdiri dari orang yang tinggal di daerah Eropa, kelompok kedua adalah kelompok yang berasal dari Amerika Serikat, sedangkan kelompok terakhir melibatkan beberapa orang dari Jepang. Total responden yang diikutkan dalam penelitian ini sebanyak 39 orang yang masing-masing diambil sampel BAB-nya untuk diteliti.

Penelitian yang dilakukan oleh European Molecular Biology Laboratory di Jerman membuktikan bahwa terdapat 3 kelompok besar bakteri yang ada di dalam usus. Ketiga jenis bakteri itu adalah Bacteriodes, Prevotella, dan Ruminococcus. Pembagian kelompok ini tidak berkaitan dengan perbedaan gender, kebangsaan, suku, umur, dan indeks massa tubuh seseorang.

Apa perbedaan antara ketiga jenis bakteri baik tersebut?

Pengelompokan bakteri baik ini akan mempengaruhi diet dan pola makan masing-masing orang. Contohnya, pada Bacteroides mendapatkan energi dan makanan dari gula dan protein, serta banyak dimiliki oleh orang yang sedang  menurunkan obesitasnya. Sedangkan Prevotella menyukai protein yang terdapat pada dinding usus sehingga dapat menimbulkan rasa sakit pada perut. Kemudian Ruminococcus membantu sel untuk menyerap gula dan bisa meningkatkan berat badan.

Tidak hanya makanan saja yang berbeda, namun hasil zat gizi yang dihasilkan juga berbeda, seperti pada jenis Bacterioides menghasilkan beberapa vitamin sebagai contoh, vitamin C dan vitamin H. Sementara Provetella merupakan produsen yang baik dalam menghasilkan asam folat dan vitamin B1. Sederhananya adalah, masing-masing jenis bakteri memiliki cara yang berbeda-beda untuk membantu metabolisme obat-obatan dan zat gizi di dalam tubuh. Hal ini menentukan berapa dosis dan jenis obat antibiotik yang cocok untuk masing-masing bakteri.

Apa pengaruhnya pada kesehatan?

Seperti penggolongan golongan darah, masing masing jenis golongan darah memiliki karakteristik dan hanya cocok dengan beberapa jenis golongan darah lainnya, hal ini akan mempengaruhi tindakan medis yang akan diterapkan. Ini juga yang terjadi pada perbedaan jenis bakteri baik. Karena dengan mengetahui jenis bakteri yang ada di dalam tubuh, pemberian obat-obatan seperti antiobiotik dapat disesuaikan dengan jenis bakteri yang ada sehingga obat tersebut dapat bekerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian dan bukti ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti masing-masing karakteristik dari bakteri baik yang ada.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Alergi Paracetamol

    Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

    Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

    Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

    Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kencing berdiri

    Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

    Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    efek samping paracetamol ibuprofen

    Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit