Perbedaan Jenis Bakteri Baik Dalam Usus Tiap Orang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa terdapat berbagai jenis bakteri baik yang tersebar di seluruh bagian tubuh? Namun bakteri yang paling banyak terdapat pada usus, yang setidaknya terdiri dari 400 juta bakteri. Ada dua kelompok bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Disebut bakteri baik karena bermanfaat untuk mencerna makanan serta memproduksi berbagai zat gizi hasil dari pencernaan. Sedangkan bakteri jahat justru membuat tubuh terinfeksi dan menimbulkan berbagai penyakit infeksi. Pada setiap orang komposisi dari jumlah bakteri baik dengan bakteri jahat berbeda-beda, tergantung dengan apa yang dimakan dan gaya hidup yang diterapkan.

Fungsi bakteri baik bukan hanya untuk pencernaan

Bakteri baik di dalam usus sangat penting, bahkan saking pentingnya bakteri-bakteri ini disebut sebagai “otak kedua” bagi manusia. Tidak hanya berfungsi untuk membantu pencernaan dan penyerapan zat gizi, bakteri baik juga dapat mengetahui dan merasakan perasaan yang sedang dirasakan oleh orang tersebut. Buktinya, setiap berada di keadaan tertekan, gugup, dan sebagainya, beberapa orang merasakan sakit pada perutnya atau mual. Padahal, sebelumnya tidak mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan hal tersebut. Ini membuktikan bahwa bakteri baik mengerti apa yang dirasakan dan kemudian memberikan respon yang sama ketika seseorang tersebut merasa gelisah.

Tiga jenis bakteri baik

Seperti golongan darah, setiap orang memiliki jenis bakteri baik yang berbeda-beda. Walaupun terdapat jutaan bahkan miliaran bakteri yang ada di dalam tubuh, peneliti membaginya menjadi tiga kelompok besar. Hal ini dibuktikan  dari hasil penelitian yang melakukan penelitian pada 3 kelompok orang yang berbeda, kelompok pertama terdiri dari orang yang tinggal di daerah Eropa, kelompok kedua adalah kelompok yang berasal dari Amerika Serikat, sedangkan kelompok terakhir melibatkan beberapa orang dari Jepang. Total responden yang diikutkan dalam penelitian ini sebanyak 39 orang yang masing-masing diambil sampel BAB-nya untuk diteliti.

Penelitian yang dilakukan oleh European Molecular Biology Laboratory di Jerman membuktikan bahwa terdapat 3 kelompok besar bakteri yang ada di dalam usus. Ketiga jenis bakteri itu adalah Bacteriodes, Prevotella, dan Ruminococcus. Pembagian kelompok ini tidak berkaitan dengan perbedaan gender, kebangsaan, suku, umur, dan indeks massa tubuh seseorang.

Apa perbedaan antara ketiga jenis bakteri baik tersebut?

Pengelompokan bakteri baik ini akan mempengaruhi diet dan pola makan masing-masing orang. Contohnya, pada Bacteroides mendapatkan energi dan makanan dari gula dan protein, serta banyak dimiliki oleh orang yang sedang  menurunkan obesitasnya. Sedangkan Prevotella menyukai protein yang terdapat pada dinding usus sehingga dapat menimbulkan rasa sakit pada perut. Kemudian Ruminococcus membantu sel untuk menyerap gula dan bisa meningkatkan berat badan.

Tidak hanya makanan saja yang berbeda, namun hasil zat gizi yang dihasilkan juga berbeda, seperti pada jenis Bacterioides menghasilkan beberapa vitamin sebagai contoh, vitamin C dan vitamin H. Sementara Provetella merupakan produsen yang baik dalam menghasilkan asam folat dan vitamin B1. Sederhananya adalah, masing-masing jenis bakteri memiliki cara yang berbeda-beda untuk membantu metabolisme obat-obatan dan zat gizi di dalam tubuh. Hal ini menentukan berapa dosis dan jenis obat antibiotik yang cocok untuk masing-masing bakteri.

Apa pengaruhnya pada kesehatan?

Seperti penggolongan golongan darah, masing masing jenis golongan darah memiliki karakteristik dan hanya cocok dengan beberapa jenis golongan darah lainnya, hal ini akan mempengaruhi tindakan medis yang akan diterapkan. Ini juga yang terjadi pada perbedaan jenis bakteri baik. Karena dengan mengetahui jenis bakteri yang ada di dalam tubuh, pemberian obat-obatan seperti antiobiotik dapat disesuaikan dengan jenis bakteri yang ada sehingga obat tersebut dapat bekerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian dan bukti ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti masing-masing karakteristik dari bakteri baik yang ada.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

    Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

    Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

    Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

    Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat garam untuk kesehatan

    6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
    krim muka dari dokter bikin ketagihan

    Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    tidak cepat lapar

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit