Pekerja kantoran dan buruh pabrik adalah salah satu kelompok orang yang rentan mengeluhkan pergelangan tangan sakit akibat carpal tunnel syndrome (CTS). Pasalnya, setiap hari Anda harus mengetik di laptop, komputer, ataupun di perangkat elektronik lainnya seperti handphone. Pekerja pabrik juga mungkin harus mengoperasikan alat-alat berat atau yang bergetar. Belum lagi ditambah dengan tangan yang juga harus bergelantungan di dalam transportasi umum setiap pulang-pergi kantor. 

Selain pergelangan tangan sakit, gejala CTS juga bisa meliputi pegal dan sering kesemutan hingga sensasi mati rasa yang biasanya menjalar ke jari-jari. Carpal tunnel syndrome dapat membaik sendiri tanpa pengobatan. Namun ini bukan berarti Anda tidak berusaha mengobatinya, lho! Jika gejala dibiarkan terus memburuk, sindrom ini lambat laun dapat menyebabkan kerusakan saraf tangan.

Tenang. Ada beberapa pengobatan carpal tunnel syndrome yang tersedia di luaran sana, dari pakai cara rumahan sampai pilihan prosedur pembedahan di dokter.

Mengobati pergelangan tangan sakit di rumah

Selain pekerja kantoran dan pekerja pabrik, ibu hamil juga rentan mengalami carpal tunnel syndrome. Beberapa orang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, rematik dan obesitas, juga sama berisikonya untuk mengalami pergelangan tangan sakit khas CTS.

Berikut beberapa cara rumahan untuk mengatasi nyeri gejala carpal tunnel syndrome:

1. Pembebatan pergelangan tangan

Terkadang perubahan gaya hidup sederhana bisa membantu mengatasi gejalanya. Misalnya menggunakan bantalan pergelangan tangan saat mengetik.

Namun jika sudah meradang, mungkin Anda perlu membebat tangan Anda. Pembebatan pergelangan tangan bertujuan untuk menopang pergelangan tangan dan mencegahnya agar tidak menekuk. Pergelangan tangan yang dibiarkan menekuk akan sembakin menekan saraf-saraf yang bermasalah, sehingga bisa memperparah gejala CTS.

Waktu terbaik untuk membebat pergelangan tangan adalah malam hari, tapi bisa juga yang di siang hari (meski ini mungkin akan menghambat aktivitas Anda). Pantau selama empat minggu untuk melihat apakah ada perbaikan gejala.

2. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid biasanya digunakan untuk mengatasi keluhan seperti pegal-pegal dan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis. Obat ini bekerja mengurangi peradangan dalam tubuh. Kostikosteroid dapat digunakan jika pembebatan pergelangan tangan dirasa tidak ampuh mengurangi gejala CTS.

Kortikosteroid dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet atau melalui suntikan yang diberikan langsung pada bagian pergelangan tangan. Namun, kortikosteroid bukanlah obat bebas. Penggunaan kortikosteroid harus sesuai dengan petunjuk dokter, baik takaran dosisnya, berapa kali minum dalam sehari, dan lama durasi pemakaiannya.

Jika dokter merekomendasikan Anda untuk mendapat suntik kortikosteroid, biasanya diawali dengan dosis satu kali suntik. Jumlah suntikan dapat ditingkatkan ketika gejalanya sering kambuh atau semakin parah.

3. Obat antinyeri

Obat antinyeri ibuprofen bisa meredakan keluhan sakit pada pergelangan tangan Anda dalam jangka pendek dengan mengurangi peradangannya. Ibuprofen juga ampuh mengatasi gejala rematik, osteoarthritisjuvenile arthritis, pembengkakan akibat keseleo atau terkilir pada tangan yang mungkin memicu gejala pergelangan tangan sakit akibat CTS.

Pilihan pengobatan carpal tunnel syndrome dengan prosedur operasi

Prosedur operasi dilakukan saat pengobatan non-bedah lainnya gagal menyembuhkan gejala carpal tunnel syndrome. Operasi ini dapat dilakukan dengan sistem rawat jalan sehingga pasien tidak perlu menginap di rumah sakit.

Operasi CTS dapat dilakukan dengan dua teknik yang berbeda, di antaranya:

1. Operasi endoskopi

Operasi endoskopi merupakan prosedur pembedahan CTS yang menggunakan tabung panjang dengan sinar di salah satu ujung dan lensa kamera di ujung lainnya. Tabung ini dimasukkan melalui sayatan kecil pada pergelangan tangan atau telapak tangan, agar para ahli bedah mudah untuk melihat ligamen karpal melalui monitor selama operasi berlangsung. Prosedur ini memberikan rasa sakit yang lebih sedikit ketimbang operasi terbuka.

2. Operasi terbuka

Prosedur operasi terbuka diawali dengan pemberian bius lokal pada tangan atau pergelangan tangan pasien. Operasi ini dilakukan dengan memotong urat karpal untuk mengurangi tekanan pada saraf median di pergelangan tangan. Saraf median itu sendiri merupakan saraf yang mengendalikan indra perasa dan pergerakan pada pergelangan tangan dan tangan yang terkena CTS.

Waktu pemulihan untuk operasi terbuka biasanya sedikit lebih lama daripada waktu pemulihan operasi endoskopi. Namun, kedua metode ini terbukti sama efektifnya untuk mengobati carpal tunnel syndrome.

Diskusikan dulu dengan dokter, prosedur mana yang tepat untuk Anda

Sebelum memilih prosedur pembedahan seperti apa yang sesuai dengan kondisi CTS Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Seberapa sukses pengobatan non-bedah yang sudah dilakukan sebelumnya
  • Kemungkinan komplikasi pasca operasi yang terjadi saat pemulihan, di antaranya infeksi luka, pembentukan jaringan parut, perdarahan pasca operasi, cedera saraf, nyeri pergelangan tangan, bahkan kemungkinan kembalinya gejala CTS

Untuk memaksimalkan penyembuhan pasca operasi, Anda dianjurkan untuk menjaga kondisi pergelangan tangan dengan menggunakan perban dan penopang lengan atau arm sling. Agar jari dan tangan tidak mengalami pembengkakan atau terasa kaku, tangan Anda sebaiknya tetap terangkat selama dua hari.

Lakukan latihan ringan pada pergerakan jari, bahu, dan siku Anda secara perlahan untuk mencegah kekakuan. Selain itu, hindari pula berbagai aktivitas yang melibatkan kekuatan tangan Anda secara berlebihan agar tidak menimbulkan rasa sakit.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca