7 Manfaat Mengejutkan dari Vitamin B12 Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu vitamin yang berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh adalah vitamin B12. Sayang, tak seperti sejumlah vitamin yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, Anda harus mendapatkan vitamin B12 dari makanan sehari-hari (terutama dari daging, ikan, dan susu) atau dari suplemen. Untuk orang dewasa pada umumnya, asupan vitamin B12 harian yang disarankan adalah sekitar 2,4 mcg sementara untuk ibu hamil dan menyusui perlu lebih banyak lagi. Memang, ap manfaat vitamin B12 untuk kesehatan tubuh?

Manfaat vitamin B12 untuk tubuh

Dalam tubuh, vitamin B12 mendukung fungsi normal sel saraf, pembentukan sel darah merah, hingga pembentukan DNA. Berikut sejumlah manfaat vitamin B12 bagi tubuh.

1. Menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis

kesehatan tulang

Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 2.500 orang dewasa menunjukkan fakta bahwa orang yang mengalami kekurangan vitamin B12 memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah. Kepadatan tulang yang rendah lama-lama membuat tulang mudah rapuh sehingga meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis.

2. Meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi

senyum bikin bahagia

Vitamin B12 bekerja memetabolisme serotonin, hormon dalam otak yang bertanggung jawab menstabilkan emosi serta memunculkan perasaan tenang dan bahagia. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami kekurangan vitamin B12 lebih rentan mengalami mood swing dan terhadap risiko depresi.

Penelitian lain menemukan fakta bahwa konsumsi obat antidepresan yang dibarengi asupan suplemen vitamin B12 menurunkan keparahan gejala depresi saat kambuh, dibandingkan dengan pasien depresi yang diobati dengan antidepresan saja.

3. Menjaga kesehatan jantung

penyakit jantung boleh puasa

Manfaat vitamin B12 lainnya ialah menjaga kesehatan jantung. Vitamin ini membantu mengurangi kadar homosistein (asam amino) yang terlalu tinggi. Homosistein yang tinggi termasuk salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Peningkatan kadar homosistein yang terlampau tinggi dapat merusak lapisan dinding pembuluh arteri dan mempermudah pembentukan gumpalan darah yang nantinya bisa menyumbat paru-paru, otak, dan juga jantung.

Ada beberapa bukti penelitian juga yang menyebutkan bahwa vitamin B12 mampu membantu mengendalikan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi. Selain itu, vitamin B12 juga mampu mengendalikan penumpkan plak berbahaya di dalam pembuluh (aterosklerosis).

4. Mencegah anemia

mengatasi anemia

Vitamin B12 bekerja membantu tubuh memproduksi sel darah merah sehat. Itu kenapa asupan vitamin B12 yang mencukupi mampu mencegah anemia. Anemia adalah kondisi kekurangan darah yang ditandai dengan gejala umum seperti lemah, letih, lesu, serta kulit yang memucat.

5. Mengurangi risiko terkena degenerasi makula

Degenerasi makula adalah gangguan penglihatan yang terkait dengan penuaan, sehingga lebih umum terjadi pada orang-orang usia lanjut.

Dikutip dari Healthline, para peneliti menemukan bukti bahwa rutin minum suplemen vitamin B12 dapat menurunkan homosistein. Selain meningkatkan risiko penyakit jantung, homosistein yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko degenerasi makula.

Penelitian tersebut dilakukan pada lima ribu wanita berusia 40 tahun ke atas selama tujuh tahun. Satu kelompok diberikan pil plasebo, sementara kelompok lainnya diberikan kombinasi vitamin B12, B6, dan asam folat. Hasilnya, kelompok yang diberikan vitamin B12, B6, dan asam folat mengalami penurunan risiko degenerasi makula 34 persen lebih rendah dan 41 persen lebih rendah untuk jenis yang lebih parah.

6. Mencegah demensia

mencegah demensia

Vitamin B12 mendukung fungsi normal sel saraf otak sehingga mencegah penyusutan ukuran otak (atrofi) yang terjadi akibat kematian saraf (neuron). Satu penelitian menunjukkan fakta yang memperkuat bahwa kurangnya kadar vitamin B12 dapat memperburuk memori.

Semakin sehat, banyak, dan semakin kuat koneksi antar neuron dalam otak Anda, semakin rendah risiko Anda mengalami kehilangan memori terkait penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia. Sebuah penelitian pada orang dengan demensia di fase awal menunjukkan bahwa kombinasi vitamin B12 dan suplemen asam lemak omega-3 membantu memperlambat penurunan ingatan.

7. Mencegah cacat lahir

mencegah bayi lahir cacat

Manfaat vitamin B12 lainnya yaitu membantu mendukung kesehatan kehamilan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa otak janin dan sistem saraf membutuhkan kadar vitamin B12 yang cukup dari ibu untuk dapat berkembang dengan baik.

Kurangnya vitamin B12 di masa awal kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat lahir, seperti cacat tabung saraf. Wanita hamil dengan kadar vitamin B12 yang lebih rendah dari 250 mg/dL berisiko tiga kali lipat lebih mungkin untuk melahirkan anak dengan cacat lahir. Sementara itu, wanita hamil yang kadar vitamin B12-nya di bawah 150 mg/dL memiliki risiko lima kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang asupan vitamin B12 hariannya mencukupi.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran.

Baca Juga:

Sumber