home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Fakta Seputar Senam Kegel yang Perlu Anda Ketahui

5 Fakta Seputar Senam Kegel yang Perlu Anda Ketahui

Senam Kegel adalah latihan fisik sederhana untuk menguatkan otot panggul bawah Anda. Kekuatan otot panggul ini penting tidak hanya untuk mencegah urine bocor, melainkan juga untuk mengencangkan vagina dan segudang alasan kesehatan lainnya. Untuk mengetahui berbagai fakta menarik mengenai senam Kegel, simak ulasannya di bawah ini.

Fakta seputar senam Kegel yang perlu Anda ketahui

Kegel sering dikaitkan dengan senam bagi para ibu baru untuk menguatkan kembali otot-otot panggul bawah setelah proses melahirkan. Selain itu, wanita paruh baya yang tengah memasuki fase menopause juga biasanya melakukan latihan sederhana ini.

Wanita menopause yang melakukan senam Kegel umumnya bertujuan meremajakan area sekitar panggul. Pasalnya seiring bertambahnya usia, aktivitas otot panggul mulai melemah, sehingga menyebabkan organ dalam, seperti rahim, usus, dan kandung kemih menjadi kendur dan jatuh ke area vagina.

Jika masih ragu untuk memulai senam Kegel, berikut sejumlah fakta dan hal-hal penting yang harus Anda ketahui terlebih dahulu.

1. Gerakan senam Kegel bukan hanya “genggam-lepas”

cara senam kegel

Banyak orang yang masih salah paham mengenai teknik dasar senam Kegel. Kesalahan umum yang paling sering terjadi adalah melakukan latihan ini dengan otot paha, pantat, atau perut. Padahal, otot panggul bawah yang Anda targetkan saat melakukannya.

Untuk menemukan otot yang tepat, cobalah untuk menahan aliran urine Anda ketika buang air kecil, lalu lepaskanlah kembali. Otot-otot yang Anda gunakan saat menahan kencing inilah yang merupakan otot-otot yang harus Anda latih saat melakukan senam Kegel.

Intinya, gerakan Kegel bukan sekadar meremas otot untuk kemudian melepaskannya kembali. Menurut Julia Di Paolo, fisioterapis veteran seperti dikutip dari VICE, menyebutkan cara mudah memahami teknik Kegel adalah seperti di bawah ini.

  • Tarik napas dalam-dalam dan lemaskan otot-otot panggul Anda.
  • Selagi mengembuskan napas, bayangkan Anda sedang mengangkat sebuah kelereng imajiner dengan vagina, tarik ke atas dan masuk ke dalam tubuh.

Untuk memastikan apakah gerakannya sudah benar, Anda bisa memeriksanya dengan cermin. Berbaring dan letakkan cermin antara kedua kaki Anda. Gerakan kegel yang benar adalah jika Anda melihat klitoris berkedut seperti tertarik ke bawah, sementara anus terlihat mengecil dan mengencang.

2. Mengencangkan dan memperbaiki kekuatan vagina

Membantu merapatkan dan mengencangkan vagina adalah salah satu manfaat utama senam Kegel. Latihan ini bisa membangun kekuatan otot sekitar vagina, semakin kuat vagina Anda maka semakin kencang pula otot-otot tersebut dapat mencengkram.

Anda bisa melakukan Kegel dalam posisi duduk atau berbaring sebagai permulaan, walau posisi ini kurang optimal manfaatnya. Begitu Anda menguasai teknik senam Kegel, lakukan rutinitas ini kapan dan di mana saja. Lakukan Kegel saat Anda melakukan gerakan squat, lunges, atau bridges di gym, bahkan saat Anda berhubungan seks.

Senam Kegel memiliki manfaat dalam membangun pondasi yang kuat untuk tulang panggul Anda. Singkatnya, Kegel bisa membantu Anda mengatasi sakit punggung bawah yang mungkin selama ini mengganggu aktivitas keseharian.

Anda tidak perlu khawatir jika merasa nyeri pada sekitar otot-otot panggul dan vagina setelah rutin melakukan Kegel. Rasa sakit setelah olahraga ini cenderung normal sebagai reaksi tubuh yang terkejut akan kontraksi baru dan akan berangsur hilang seiring berjalannya waktu.

Namun, apabila rasa nyeri tidak kunjung reda atau mengalami gejala lainnya, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

3. Mengatasi gangguan pada ibu melahirkan

Ibu melahirkan yang melakukan prosedur episiotomi, yaitu metode pengguntingan vagina bisa merasakan manfaat senam Kegel untuk merapatkan vagina kembali. Latihan ini bisa membuat sirkulasi darah ke vagina meningkat, sehingga kandungan oksigen dan nutrisi di dalamnya bisa meregenerasi sel dan jaringan yang rusak.

Selain itu, sebuah studi dalam Journal of Korean Academy of Nursing juga menjelaskan bahwa program latihan Kegel secara rutin pada ibu sebelum dan sesudah melahirkan bisa membantu pencegahan beser dan inkontinensia urine, yakni gangguan fungsi kandung kemih yang bisa menyebabkan keluarnya urine secara tiba-tiba.

Wasir atau ambeien juga rentan terjadi pada ibu melahirkan, terlebih apabila proses kelahiran melalui vagina. Sama seperti sebelumnya, senam Kegel mampu melancarkan peredaran darah yang bisa meredakan peradangan pembuluh darah vena pada area sekitar anus.

4. Senam Kegel juga bermanfaat bagi pria

senam kegel pria

Selain bagi wanita, kabar baiknya pria juga bisa merasakan manfaat senam Kegel. Latihan sederhana ini bisa membantu menangani gangguan kesehatan, seperti buang air kecil tidak tuntas (post-micturition dribble) serta kebocoran urine (inkontinensia urine) saat batuk, tertawa, atau bersin yang bisa menjadi kondisi yang memalukan bagi sebagian pria.

Senam Kegel juga bisa mencegah dan membantu mengatasi ejakulasi dini. Sebuah studi dalam Therapeutic Advances in Urology melakukan terapi rehabilitasi otot dasar panggul pada pasien yang terkena ejakulasi dini seumur hidup. Hasilnya, terapi ini bisa membantu penanganan kondisi bersamaan dengan pengobatan ejakulasi dini secara medis.

Dalam kaitan ssenam kegel dengan stamina seks pria, latihan otot panggul ini juga bisa membantu Anda mencapai orgasme yang lebih memuaskan dan ereksi yang lebih intens dari sebelumnya.

5. Awas bahaya senam Kegel berlebihan

Jika Anda sering mengeluhkan rasa nyeri atau sesak dalam vagina saat melakukan hubungan seksual ataupun pada waktu lain, senam Kegel mungkin bukan latihan yang baik untuk Anda. Pengidap kondisi medis tertentu, seperti vaginismus, yakni gangguan otot sekitar vagina yang menegang sendirinya saat penetrasi seksual, sebaiknya hindari senam Kegel.

MedlinePlus juga memberikan peringatan bagi wanita yang melakukan latihan Kegel secara tidak benar atau berlebihan, hal ini bisa menyebabkan otot-otot vagina menjadi terlalu kencang. Akibatnya, kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Mengontraksikan otot-otot vagina yang tegang merupakan hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan. Periksakan dengan ginekolog untuk mencari tahu rencana pengobatan terbaik yang bisa Anda lakukan.

Agar tidak terlalu berlebihan, lakukan senam Kegel setidaknya lima menit dalam sehari. Lalu, mulai perhatikan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan Anda menahan kencing dan mengontrol kinerja kandung kemih dalam beberapa minggu atau bulan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Murphy, D. (2014). You’re Doing Kegels Wrong. VICE. Retrieved 22 July 2017, from https://www.vice.com/en/article/bn5vna/youre-doing-kegels-wrong

Bandukwala, N. (2017). Kegel Exercises: Treating Male Urinary Incontinence. WebMD. Retrieved 22 July 2017, from https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/kegel-exercises-treating-male-urinary-incontinence

Kegel Exercises: What Are They, How to Do, & Benefits. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 31 May 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14611-kegel-exercises

Kegel exercises – self-care. MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2019). Retrieved 31 May 2021, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000141.htm

Pastore, A. L., Palleschi, G., Fuschi, A., Maggioni, C., Rago, R., Zucchi, A., Costantini, E., & Carbone, A. (2014). Pelvic floor muscle rehabilitation for patients with lifelong premature ejaculation: a novel therapeutic approach. Therapeutic advances in urology, 6(3), 83–88. https://doi.org/10.1177/1756287214523329

Park, S., Kang, C., Jang, S., & Kim, B. (2013). Effect of Kegel Exercise to Prevent Urinary and Fecal Incontinence in Antenatal and Postnatal Women: Systematic Review. Journal Of Korean Academy Of Nursing, 43(3), 420. https://doi.org/10.4040/jkan.2013.43.3.420

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 04/11/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan