home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Paparan Sinar Biru dari Layar Gadget

4 Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Paparan Sinar Biru dari Layar Gadget

Tahukah Anda bahwa gadget yang Anda gunakan sehari-hari menghasilkan blue light atau sinar biru yang berbahaya untuk kesehatan? Ya, sinar tersebut patut Anda waspadai karena bisa menimbulkan efek negatif pada pola tidur dan menyebabkan berbagai penyakit mata. Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu sinar biru?

mendidik anak di era digital

Dalam ilmu kesehatan mata, blue light atau sinar biru digolongkan sebagai high-energy visible light (HEV light), yaitu sinar tampak dengan panjang gelombang pendek, sekitar 415 hingga 455 nm, dan tingkat energi yang tinggi.

Sumber alami terbesar dari sinar jenis ini adalah matahari. Selain matahari, cahaya biru juga berasal dari berbagai layar digital, seperti:

  • layar komputer,
  • televisi,
  • smartphone,
  • dan peralatan elektronik lainnya.

Beberapa jenis pencahayaan modern, seperti lampu LED (light-emitting diode) dan CFL (compact fluorescent lamps), juga menghasilkan cahaya biru dalam level yang tinggi.

Pada siang hari, manusia sering terpapar sinar biru dari cahaya matahari. Sinar biru pada siang hari bermanfaat untuk meningkatkan perhatian dan mood seseorang.

Tak hanya itu, sinar biru dari matahari juga berperan dalam pengaturan jam biologis seseorang, dikenal sebagai circadian rhythm atau ritme sirkadian.

Bahaya sinar biru

perfeksionis

Sinar biru akan menjadi hal berbahaya bagi kesehatan seseorang ketika seseorang terlalu sering terkena paparannya yang berasal dari layar perangkat elektronik pada malam hari.

Berikut ini berbagai risiko blue light yang perlu Anda waspadai.

1. Mengganggu ritme sirkadian

Paparan cahaya biru yang berlebihan pada malam hari bisa menyebabkan penurunan dalam produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur seseorang.

Secara normal, tubuh memproduksi hormon melatonin dalam jumlah yang sedikit pada siang hari, kemudian akan bertambah jumlahnya pada waktu-waktu tertentu, yaitu:

  • malam hari,
  • beberapa jam sebelum tidur,
  • dan mencapai puncaknya pada tengah malam.

Terlalu banyak terkena paparan sinar, terutama sinar biru, pada malam hari mengakibatkan mundurnya jadwal tidur seseorang, bahkan bisa me-reset jam tidur orang tersebut pada jangka waktu yang panjang.

Situs National Institute of General Medical Sciences menyebutkan bahwa perubahan ritme sirkadian ini dapat menyebabkan gangguan tidur dan bisa menimbulkan penyakit kronis, seperti:

  • obesitas,
  • depresi,
  • hingga gangguan bipolar.

2. Menyebabkan kerusakan retina

Seperti sinar tampak lainnya, cahaya biru bisa masuk ke dalam mata.

Namun, mata manusia tidak mempunyai proteksi yang cukup dari paparan cahaya biru, baik yang berasal dari sinar matahari maupun peralatan elektronik.

Sebuah studi dari Harvard University menyatakan bahwa cahaya biru telah lama diidentifikasikan sebagai sinar yang paling berbahaya bagi retina.

Setelah menembus bagian luar mata, cahaya biru akan mencapai retin dan bisa menimbulkan efek jangka panjang berupa kerusakan.

Akibat paparan sinar biru yang berlebihan, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gangguan mata, seperti:

Dalam panjang gelombang tertentu, cahaya biru berkaitan dengan age-related macular degeneration (AMD) atau degenerasi makula yang bisa berujung pada hilangnya kemampuan melihat.

penyebab iritasi mata

3. Meningkatkan risiko katarak

Lensa mata mampu menyaring cahaya gelombang pendek secara efektif. Ini dapat melindungi retina dari kerusakan akibat blue light.

Namun, ketika memberikan efek perlindungan untuk retina, lensa justru mengalami penurunan transparansi atau perubahan warna, sehingga menyebabkan pembentukan katarak.

Seperti diketahui, paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor risiko terjadinya katarak.

Jika Anda terlalu sering terpapar blue light dari gadget, Anda mungkin meningkatkan risiko penurunan fungsi lensa, sehingga lebih mudah terserang katarak.

4. Menimbulkan kelelahan pada mata

Seiring dengan perkembangan jaman, kebanyakan orang menghabiskan waktu di depan layar digital.

Kegiatan-kegiatan ini menyebabkan suatu kondisi kelelahan mata yang dikenal sebagai digital eye strain, suatu kondisi medis yang bisa mempengaruhi produktivitas seseorang.

Gejala dari digital eye strain antara lain adalah:

  • pandangan yang kabur,
  • susah fokus,
  • mata iritasi dan kering,
  • sakit kepala,
  • leher,
  • hingga punggung.

Selain jarak antara mata dengan layar dan durasi penggunaan, cahaya biru yang disalurkan oleh layar juga berperan sebagai faktor kunci dari kelelahan mata ini.

Kebiasaan memainkan perangkat elektronik pada malam hari memang sulit dihilangkan.

Namun, untuk mengurangi risiko dari paparan sinar biru, kita bisa menurunkan tingkat pencahayaan yang tersedia di perangkat elektronik atau menyalakan mode malam hari yang tersedia.

Meskipun begitu, Anda tetap harus menjauhkan atau mematikan perangkat elektronik, beberapa jam sebelum tidur dan mematikan lampu pada saat tidur untuk menurunkan risiko-risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh paparan cahaya biru pada malam hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blue light has a dark side – Harvard Health. (2012). Retrieved 21 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/blue-light-has-a-dark-side

Circadian rhythms. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://www.nigms.nih.gov/education/fact-sheets/Pages/circadian-rhythms.aspx

Blue Light and Your Eyes – Prevent Blindness. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://preventblindness.org/blue-light-and-your-eyes/

Blue-light hype or much ado about nothing?. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/health-and-wellness/blue-light-hype-or-much-ado-about-nothing?sso=y

Should You Be Worried About Blue Light?. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/should-you-be-worried-about-blue-light

Wahl, S., Engelhardt, M., Schaupp, P., Lappe, C., & Ivanov, I. (2019). The inner clock—Blue light sets the human rhythm. Journal Of Biophotonics, 12(12). doi: 10.1002/jbio.201900102

Research progress about the effect and prevention of blue light on eyes. (2018). International Journal Of Ophthalmology. doi: 10.18240/ijo.2018.12.20

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 21/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.