home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Pilihan Pelumas Seks untuk Wanita dan Tips Memilih yang Paling Aman

4 Pilihan Pelumas Seks untuk Wanita dan Tips Memilih yang Paling Aman

Ketika melakukan hubungan seks, kadang pasangan membutuhkan sedikit bantuan. Hal ini bisa terjadi saat wanita tidak memproduksi cairan yang cukup untuk melumasi vaginanya. Kondisi vagina yang kering ini bisa menyebabkan proses penetrasi tidak berjalan lancar. Nah, agar lebih nyaman, pemakaian pelumas vagina dapat membantu melancarkan penetrasi saat bercinta.

Jenis-jenis pelumas vagina, mana yang terbaik?

pelumas untuk seks

Ada berbagai jenis pelumas seks untuk wanita dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pelumas seks dapat menggantikan fungsi cairan alami pada vagina yang kering.

Meski begitu, wanita dengan produksi pelumas alami yang cukup pada vagina juga dapat menggunakan pelumas seks guna menambah sensasi dan kenikmatan saat bercinta.

Tak hanya itu, pakai pelumas sebelum melakukan hubungan seksual juga dapat memberikan manfaat kesehatan seperti mencegah rasa gatal, tidak nyaman, dan nyeri saat penetrasi.

Oleh karena itu, di samping menilai kegunaan dan kenyamananya, Anda sebaiknya tetap memilih pelumas seks yang aman untuk kesehatan vagina.

Namun, pada dasarnya, kebanyakan pelumas seks terbuat dari bahan yang alami dan aman digunakan.

Berikut adalah jenis-jenis pelumas vagina dengan fungsi, bahan dasar, cara penggunaan yang berbeda:

1. Pelumas berbahan dasar air mengandung gliserin

Bahan alami pelumas seks yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah pelumas air dengan kandungan gliserin.

Jika dipakai untuk seks oral, pelumas vagina tipe ini memiliki rasa sedikit manis karena mengandung gliserin.

Cara menggunakan pelumas seks untuk wanita ini sebaiknya tidak perlu selalu ditambahkan saat vagina mulai terasa kering.

Solusinya, coba basahi vagina dengan air atau air liur untuk menambah tekstur licin.

Kelebihan

Berikut kelebihan pelumas vagina berbahan air mengandung gliserin:

  • Pelumas seks mudah ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau.
  • Pelumas aman digunakan dengan kondom lateks dan tidak meninggalkan noda pada pakaian atau seprai.

Kekurangan

Berikut kekurangan pelumas seks untuk wanita berbahan air mengandung gliserin:

  • Pelumas seks ini berbahan dasar air sehingga cepat kering.
  • Kandungan gliserin juga membuat tekstur pelumas cukup lengket.
  • Jika vagina tidak dibersihkan, sisa pelumas yang tertinggal berisiko memicu infeksi jamur dan reaksi alergi.

2. Pelumas berbahan dasar air, tanpa kandungan gliserin

Jika Anda sering mengalami infeksi jamur pada vagina, pelumas seks dari air ini lebih aman untuk kesehatan organ reproduksi Anda.

Ini karena tanpa adanya kandungan gliserin di dalam pelumas, infeksi jamur vagina tidak gampang kambuh.

Kelebihan

Berikut kelebihan pelumas seks untuk wanita berbahan air tanpa gliserin:

  • Pelumas ini dapat mengurangi risiko iritasi kelamin sehingga aman jika digunakan dengan kondom lateks.
  • Pelumas tidak menimbulkan noda.
  • Penggunaam pelumas seks ini lebih dianjurkan untuk pemakaian seks anal.

Kekurangan

Berikut kekurangan pelumas seks untuk wanita berbahan air tanpa gliserin:

  • Jika digunakan untuk seks oral, pelumas ini terasa pahit.
  • Pelumas air tanpa gliserin agak sulit ditemukan di pasaran.
  • Meski tidak berisiko menyebabkan infeksi jamur, pelumas ini mengandung parabens dan glikol propelin yang dapat memicu iritasi kulit.

3. Pelumas vagina berbahan silikon

Pelumas berbahan silikon adalah salah satu jenis yang awet dan bagus untuk berhubungan intim dengan pasangan.

Biasanya, pelumas berbahan silikon ini direkomendasikan untuk para wanita yang memiliki vagina kering atau merasa nyeri saat penetrasi.

Bahan silikon yang digunakan pada pelumas seks ini berbeda dengan silikon untuk implan.

Jadi, Anda tak perlu khawatir karena jenis silikon pada pelumas seks ini tidak berbahaya.

Kelebihan

Berikut kelebihan pelumas vagina berbahan silikon:

  • Pelumas silikon jenis ini tidak dapat menembus pori-pori kulit dan tidak menimbulkan alergi untuk penggunanya.

Kekurangan

Berikut kekurangan pelumas seks untuk wanita berbahan silikon:

  • Pelumas ini harganya cukup mahal dibandingkan dengan pelumas berbahan air.
  • Pelumas ini tidak dijual di pasaran (bisa ditemukan di toko seks atau toko online).
  • Jika menggunakan pelumas silikon terlalu banyak, Anda harus membersihkan vagina menggunakan sabun dan air.

4. Pelumas vagina berbahan minyak

Pelumas berbahan minyak dapat merusak kondom yang berbahan lateks. Namun, pelumas seks ini tidak akan merusak kondom yang terbuat dari nitril, polisoprena, dan polyuretan.

Pelumas seks ini juga bisa ditemukan dengan kandungan bahan-bahan tradisional di sekitar Anda, seperti minyak sayur maupun mentega.

Kelebihan

Berikut kelebihan pelumas seks untuk wanita berbahan minyak:

  • Aman untuk dipijat pada bagian kelamin.
  • Aman dikonsumsi.
  • Murah dan mudah didapatkan.

Kekurangan

Berikut kelebihan pelumas seks untuk wanita berbahan minyak:

Tips memilih pelumas yang aman untuk vagina

mengatasi vagina kering

Jika masih kesulitan memilih pelumas vagina yang tepat untuk Anda, cobalah untuk mengamati kegunaan dari setiap jenis pelumas.

Pastikan kegunaannya sesuai dengan kebutuhan atau masalah vagina yang Anda alami.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan dalam memilih pelumas seks yang tepat:

1. Hindari pelumas seks yang memicu infeksi

Jika Anda rentan terinfeksi jamur, sebaiknya hindari pelumas dengan gliserin.

Kandungan ini bisa membunuh bakteri baik yang menjaga kelembapan vagina sehingga organ intim Anda mudah mengalami iritasi dan akhirnya terinfeksi jamur.

2. Pilih pelumas yang melembapkan

Jika vagina sangat kering, Anda butuh pelumas yang dapat meningkatkan kelembapan vagina tetapi tidak memicu infeksi.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari pelumas dengan pelembab gliserin. Selain berisiko menyebabkan infeksi, gliserin juga membuat vagina cepat kering.

Pilihlah pelumas seks berbahan dasar silikon dengan kelembapan yang lebih tahan lama.

3. Hindari pelumas dengan pewangi dan pH tinggi

Sebagian besar pelumas seks berbahan dasar minyak memang aman digunakan, tetapi beberapa di antaranya mengandung pewangi.

Menurut studi dari jurnal Climacteric, pewangi dalam pelumas bisa menyebabkan iritasi bahkan menimbulkan reaksi alergi, terutama pada kulit vagina yang kering dan sensitif.

Penting juga untuk mengetahui kadar keasaman pelumas seks yang digunakan. Pelumas seks yang memiliki kadar keasaman (pH) di atas 4,5 juga bisa memicu iritasi.

Beberapa kandungan pada pelumas seks yang bisa mengakibatkan iritasi dan sebaiknya dihindari adalah:

  • Gliserin
  • Nonoxynol-9
  • Propylene glycol
  • Chlorhexidine gluconate

Pelumas seks untuk wanita dapat menggantikan fungsi cairan vagina sehingga bisa mengurangi rasa sakit saat bercinta.

Selain itu, perhatikan juga apakah bahan yang terkandung pada pelumas seks bisa menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan organ intim Anda.

Tak lupa, di samping memilih pelumas sesuai dengan kebutuhan, usahakan untuk melakukan aktivitas seks yang aman agar terhindar dari penyakit menular seksual.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Edwards, D., & Panay, N. (2016). Treating vulvovaginal atrophy/genitourinary syndrome of menopause: how important is vaginal lubricant and moisturizer composition?. Climacteric : the journal of the International Menopause Society, 19(2), 151–161. https://doi.org/10.3109/13697137.2015.1124259

Mac Bride, M. B., Rhodes, D. J., & Shuster, L. T. (2010). Vulvovaginal atrophy. Mayo Clinic proceedings85(1), 87–94. https://doi.org/10.4065/mcp.2009.0413

UHN Canada. (2021). Know How to Use Vaginal Moisturizers and Lubricants. Retrieved 21 January 2021, from https://www.uhn.ca/PatientsFamilies/Health_Information/Health_Topics/Documents/Know_How_to_Use_Vaginal_Moisturizers_Lubricants.pdf

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2021). Vulvovaginal Health. Retrieved 21 January 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/vulvovaginal-health?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn

Dr Susan Love Foundation for Breast Cancer Research. (2021). Vaginal Dryness. Retrieved 21 January 2021, from https://drsusanloveresearch.org/vaginal-dryness/

Breast Cancer. org. (2015). Vaginal Lubricants. Retrieved 21 January 2021, from https://www.breastcancer.org/tips/menopausal/treat/vaginal-changes/dryness/lubricants

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 14/02/2021
x