Salah satu hal yang kita ingat sejak kecil adalah tentang pentingnya kebersihan. Mencuci tangan setelah makan, menggosok gigi dua kali sehari, dan mengenakan pakaian yang bersih merupakan contoh yang paling sering diajarkan. Kebersihan adalah salah satu aturan utama bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Untuk itu, kebersihan seksual yang baik juga penting, karena jika Anda gagal melakukannya, maka Anda berisiko terkena infeksi yang menyebabkan penyakit. Terlebih lagi, kebersihan kelamin yang buruk dapat membuat pasangan Anda tidak menikmati hubungan seksual dengan Anda. Oleh karena itu, mari kita lihat berbagai tips menjaga kebersihan kelamin untuk seks yang sehat di bawah ini.

Tips menjaga kebersihan kelamin

1. Jagalah kelamin tetap bersih dan kering

Pria

Kulit di daerah kelamin pria tidak terlalu berbeda dengan kulit di daerah tubuh lainnya. Sehingga setelah berenang, mandi, atau berkeringat, bagian kelamin juga harus dibersihkan. Selain itu, Anda juga perlu membersihkan penis sebelum berhubungan intim untuk medapatkan seks yang sehat, karena aktivitas seks adalah sumber penyebaran infeksi yang paling besar.

Wanita

Wanita sering mengalami celana dalam basah akibat keputihan, keringat, atau tidak membersihkan vagina setelah buang air kecil. Basah pada kelamin dan daerah sekitar pantat dalam jangka waktu yang lama dapat memgembangkan bakteri, sehingga menyebabkan bau tak sedap atau infeksi. Oleh karena itu, Anda harus selalu menjaga vagina untuk tetap bersih dan kering. 

2. Mengganti celana dalam

Pria

Anda harus mengganti celana dalam Anda setiap hari untuk menghindari infeksi, iritasi, dan bau. Jika Anda terlibat dalam aktivitas yang membuat Anda berkeringat, maka Anda disarankan untuk mengganti celana dalam di pertengahan hari. Bahan katun adalah pilihan terbaik untuk membuat penis Anda bernapas, namun ini mungkin bukan bahan terbaik untuk situasi atletik.

Wanita

Mengganti pakaian dalam sangat penting bagi wanita, tertutama mengganti pembalut saat menstruasi. Anda disarankan untuk mengganti pembalut setiap 5-7 jam sekali. Jika pembalut dipakai untuk waktu yang lama, maka akan menyebabkan ruam, bau tak sedap, dan menempatkan Anda pada risiko infeksi.

3. Menjaga aktivitas seksual

Pria

Hindari aktivitas seksual yang ekstrem, karena banyak praktik seksual yang umum menyebabkan penis patah, seperti beberapa posisi seks yang berbahaya. Posisi seks tersebut dapat berupa seks vaginal dan seks anal. Jika Anda ingin melakukan hubungan seksual, pastikan untuk memakai kondom. Jangan bergantung pada perdarahan untuk mengetahui bahwa Anda telah berisiko terkena penyakit menular seksual, karena robekan sangat kecil saja sudah bisa menularkan infeksi seksual. Oleh karena itu, pemakaian kondom sangat disarankan untuk seks yang sehat.

Wanita

Setelah melakukan aktivitas seksual, cairan tubuh dan partikel dari kondom dan produk bawaan lainnya dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Oleh karena itu, sangat penting untuk membersihkan vagina dengan sabun yang ringan dan air untuk tetap aman dari infeksi dan bakteri.

4. Memakai pakaian yang tidak ketat

Pria

Baju atau celana yang longgar baik untuk organ reproduksi Anda. Kondisi yang sempit dan terlalu panas dapat mempengaruhi kesuburan dan berkontribusi terhadap infeksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakai pakaian pendukung saat olahraga dan membersihkan diri setelah aktivitas berkeringat agar tetap higienis.

Wanita

Anda juga disarankan untuk memakai pakaian yang terbuat dari katun, karena bahan tersebut dapat membuat vagina bernapas. Pakaian dalam yang ketat dan berbahan sintetis dapat mengurangi sirkulasi udara yang menyebabkan keringat. Sehingga ini dapat menambah risiko infeksi vagina.

 

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca