Berbagai Efek Samping KB Suntik yang Mungkin Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/06/2020 . 10 mins read
Bagikan sekarang

KB suntik adalah jenis kontrasepsi yang disuntikkan setiap tiga bulan sekali untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi hormonal ini memiliki keberhasilan hingga mencapai 99 persen efektif mencegah kehamilan bila digunakan sesuai jadwal. Namun, ada beberapa efek samping dari KB suntik yang mungkin terjadi pada penggunanya. Apa saja efek dari KB suntik tersebut?

Berbagai efek samping dari KB suntik

Sama halnya dengan penggunaan metode kontrasepsi lainnya, KB suntik juga memiliki beberapa efek samping yang harus diperhatikan, seperti berikut ini.

1. Timbul gangguan menstruasi

Efek samping dari penggunaan KB suntik yang paling umum terjadi adalah gangguan menstruasi. Menurut dr. Jason James, direktur medis dari Miami’s FemCare Ob-Gyn, salah satu kekurangan KB suntik yaitu kemungkinan mengalami menstruasi yang tidak teratur, bahkan dapat berlangsung lebih lama dari biasanya.

Bahkan, setelah beberapa bulan kemudian, kandungan progesteron yang ada di dalam KB suntik dapat membuat lapisan rahim Anda menjadi lebih tipis. Akibatnya, Anda akan berhenti menstruasi. Menstruasi Anda akan kembali secara perlahan setelah Anda berhenti menggunakan KB suntik, walaupun pola menstruasi menjadi tidak teratur.

Tidak ada perlakuan khusus yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi efek samping yang satu ini. Pasalnya, KB suntik merupakan salah satu jenis metode kontrasepsi hormonal yang akan memengaruhi hormon di dalam tubuh Anda. Hal ini tentu akan memberikan pengaruh terhadap siklus menstruasi Anda.

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir dengan efek samping dari KB suntik yang satu ini. Pasalnya, saat Anda sudah tidak menggunakan metode kontrasepsi ini lagi di kemudian hari, perlahan-lahan siklus menstruasi Anda akan kembali seperti semula.

2. Butuh waktu lebih lama untuk kembali hamil

Menggunakan KB suntik sebagai alat kontrasepsi memang membutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Pasalnya, salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik adalah lamanya kesuburan Anda akan kembali. Artinya, agar kembali subur setelah berhenti menggunakan KB suntik, Anda mungkin harus menunggu cukup lama.

Ada wanita yang bisa langsung hamil setelah lepas KB suntik tiga bulan. Namun, hal ini tergolong jarang terjadi. Seringnya, seorang wanita harus menunggu setelah 10 hingga 22 bulan terlebih dahulu, baru bisa mengalami kehamilan.

Oleh karena itu, jika Anda ingin segera memiliki momongan setelah sekian lama menunda, sebaiknya pertimbangkan kembali jika ingin menggunakan KB suntik. Justru, pil KB mungkin akan lebih sesuai dengan Anda agar kesuburan lebih cepat kembali.

3. Bisa menurunkan kepadatan tulang

Salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah alat kontrasepsi ini dapat menurunkan kepadatang tulang. Faktanya, menggunakan KB suntik selama lebih dari dua tahun rupanya dapat menyebabkan turunnya kepadatan tulang.

Efek samping dari KB suntik ini ditemukan pada beberapa wanita yang telah menggunakan KB suntik untuk jangka panjang. Ini sebabnya, KB suntik tidak terlalu dianjurkan untuk digunakan wanita di usia kurang dari 18 tahun atau wanita yang telah memasuki masa menopause.

Maka itu, jika Anda bersikeras menggunakan KB suntik sebagai metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan Anda, dampingi penggunaan KB suntik dengan suplemen vitamin D serta memperbanyak asupan kalsium.

Sebenarnya sama dengan efek samping yang telah disebutkan sebelumnya, Anda tidak perlu khawatir mengenai efek samping dari penggunaan KB suntik yang satu ini. Mengapa demikian? Pasalnya, setelah Anda berhenti menggunakan penggunaan kontrasepsi hormonal yang satu ini, kepadatan tulang Anda akan kembali seperti semula dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

4. Picu sakit kepala

Biasanya, alat kontrasepsi yang memberikan efek samping berupa sakit kepala adalah alat kontrasepsi hormonal, seperti KB suntik. Tidak hanya itu, penggunaan pil KB atau IUD hormonal juga memiliki potensi menyebabkan efek samping yang satu ini.

Meski demikian, bila Anda mengalami sakit kepala setelah menggunakan suntik KB, baiknya segera konsultasikan ke dokter. Hal ini terjadi disebabkan rasa khawatir ada pemicu lain yang dapat memperburuk sakit kepala Anda.

Sering kali efek sampimg ini muncul pada penggunaan jangka panjang dari KB suntik. Jika rasa sakit kepala sudah cukup parah dan tidak dapat ditangani, lebih baik Anda berhenti menggunakannya.

5. Tidak bermanfaat menghilangkan jerawat

Pada penggunaan suntik KB, sebaiknya Anda tidak mengharapkan alat kontrasepsi ini untuk mengatasi masalah jerawat. Ya, meski termasuk alat kontrasepsi hormonal, KB suntik tidak dapat menghilangkan jerawat seperti pil KB.

Pil KB dapat menghilangkan jerawat karena pil kontrasepsi ini mengandung kombinasi estrogen dan progesteron, sehingga dapat membuat kulit menjadi bebas jerawat serta lebih cerah dan bersih. Kedua hormon tersebut bekerja dengan mengurangi kelebihan testosteron dalam tubuh yang memperparah jerawat, sehingga kulit menjadi bebas jerawat.

Namun, sekali lagi, penggunaan suntik KB yang hanya mengandung hormon progesteron tidak dapat memberikan efek samping yang bisa didapatkan dari penggunaan pil KB ini terutama dalam menangani jerawat.

6. Bisa menyebabkan perut kembung

Perut kembung dan kram perut termasuk efek samping suntik KB yang umum dirasakan oleh para wanita. Hal ini disebabkan karena kandungan progesteronnya dapat memperlambat pencernaan usus. Ya, KB suntik adalah alat kontrasepsi yang mengandung progestin, yaitu bentuk hormon buatan dari progesteron.

KB suntik bekerja dengan cara menekan ovulasi (pelepasan sel telur). Sel telur pun tidak akan dilepaskan sehingga tidak bisa dibuahi setiap bulannya. Tak hanya itu, suntik KB juga mengentalkan lendir pada leher rahim sehingga sperma tidak bisa mencapai sel telur.

Meski bermanfaat untuk mencegah kehamilan, alat kontrasepsi yang satu ini juga menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Ada banyak wanita yang mengalami perut kembung dan mual setelah suntik KB. Apa penyebabnya?

Menurut dr. Jason James dari Miami, Amerika Serikat, perut yang kembung disertai kram dan mual adalah keluhan awal yang memang biasanya dirasakan oleh orang yang baru saja melakukan suntik KB. Ketika tingkat hormon progesteron di tubuh meningkat, sistem pencernaan akan melambat.

Hal ini menyebabkan gerak makanan di usus jadi lebih lambat dari biasanya. Akibatnya masalah pencernaan seperti kembung bisa terjadi. Selain itu, kandungan hormon progesteron di dalam KB suntik juga bisa membuat tubuh menumpuk cairan.

Kelebihan cairan ini biasanya disimpan di payudara, pinggul, dan juga paha. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa kelebihan cairan juga akan disimpan di perut. Alhasil, perut terasa kembung dan tidak nyaman.

Kondisi ini juga muncul karena tubuh berusaha menyesuaikan diri dengan tambahan hormon progesteron yang disuntikkan ke dalam tubuh. Ketika tubuh telah mulai terbiasa, berbagai efek samping ini perlahan akan mulai menghilang.

Jadi, Anda tak perlu khawatir karena biasanya efek samping dari KB suntik seperti mual dan juga perut kembung perlahan akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

7. Berat badan naik

Tahukah Anda salah satu efek samping dari KB suntik lainnya adalah kenaikan berat badan? Benar, bukan hanya pil KB saja yang bikin gemuk, wanita yang menggunakan KB suntik rata-rata mengalami kenaikan berat badan hingga lima kilogram (kg) selama tiga tahun penggunaannya. Sementara itu, alat kontrasepsi lainnya hanya memberikan 1-2 kilogram saja sebagai efek sampingnya.

Meski demikian, perlu Anda ingat bahwa adanya efek samping ini, KB suntik tidak serta merta menjadi penyebab kegemukan. Beberapa ahli mengatakan bahwa KB suntik merupakan salah satu pilihan yang baik sebagai penunda kehamilan.

Anda bisa mengatasi efek samping dari penggunaan KB suntik ini dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Hal ini tentu membantu Anda menahan berat badan yang mungkin jadi lebih mudah meningkat sejak penggunaan KB suntik ini.

Untuk itu, Anda perlu mendiskusikan dengan dokter untuk menemukan alat kontrasepsi yang paling sesuai dengan Anda. Bila Anda ingin segera hamil lagi setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi, ingin memiliki siklus haid yang lebih teratur, atau mendapatkan efek samping yang mencerahkan kulit, mungkin lebih baik jika Anda menggunakan pil KB.

8. Tingkatkan risiko kanker selaput otak

Rupanya, efek samping lain yang juga bisa terjadi dari penggunaan KB suntik adalah kanker selaput otak. Ya, penggunaan KB suntik jangka panjang dapat meningkatkan gejala pesuudotumor cerebri, sejenis tumor otak yang dapat berkembang menjadi kanker selaput otak.

Pseudotumor cerebri adalah tejadinya penumpukan tekanan cairan di otak dan menyebabkan sakit kepala parah, gangguan penglihatan, dan komplikasi kesehatan lainnya.

Oleh karena itu,  konsultasikan dengan dokter mengenai efek samping dari penggunaan KB suntik ini bila Anda memilih untuk menggunakannya sebagai alat kontrasepsi. Jika tidak, mintalah saran dokter untuk mendapatkan alat kontrasepsi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi dokter atau bidan. 

Berapa lama efek samping dari KB suntik akan dirasakan?

mengatasi mual mencegah muntah

Dikutip dari Verywell Health, umumnya dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan KB suntik yang baru saja Anda lakukan. Selain mual dan perut kembung sebagai efek samping dari KB suntik ini, di awal-awal Anda juga akan mengalami perdarahan yang berkepanjangan atau tidak teratur.

Tak usah panik, gejala efek samping ini sangat normal dirasakan oleh orang yang baru saja melakukan suntik KB. Namun, jika perdarahan tak kunjung berhenti dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, ada baiknya untuk segera periksa ke dokter.

Tak hanya itu saja, ada beberapa efek samping lain yang bisa Anda alami, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Timbulnya reaksi kulit tertentu, seperti ruam.
  • Gairah seksual menurun.
  • Selera makan meningkat.
  • Payudara terasa kencang dan nyeri.
  • Rambut rontok.

Saat tubuh Anda sudah mulai terbiasa dengan hormon progestin, efek samping dari KB suntik ini lama-lama akan terus berkurang dan hilang dengan sendirinya. Di samping itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa efek samping itu hanya bersifat sementara.

Artinya, setelah Anda berhenti menggunakan KB suntik, efek yang Anda rasakan juga akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi jika Anda memutuskan untuk berhenti menggunakan KB suntik sebagai alat kontrasepsi Anda, beberapa efek yang Anda alami akan berangsur-angsur membaik dan kembali ke keadaan Anda seperti sedia kala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

KB Alami, Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

Pernahkah Anda mendengar istilah KB alami? Ya, Anda memang bisa mencegah kehamilan secara alami tanpa bantuan alat. Tahukah Anda bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/03/2020 . 8 mins read

Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

KB suntik biasanya digunakan untuk menunda kehamilan pada wanita yang sudah pernah hamil. Mungkinkah bila KB suntik dipakai saat belum pernah hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kontrasepsi, Hidup Sehat 06/01/2020 . 4 mins read

KB dari Bahan Alami Bisa Mencegah Kehamilan, Fakta atau Mitos?

Lemon, pepaya, dan daun kelor dipercaya dapat mencegah kehamilan secara alami. Namun, benarkah bahan tersebut bisa dijadikan KB alami, atau itu hanya mitos?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/12/2019 . 6 mins read

Tips Memilih Alat Kontrasepsi Paling Aman untuk Wanita Pengidap Radang Usus (IBD)

Wanita dengan radang usus tidak bisa asal pakai alat kontrasepsi. Lalu, apa kontrasepsi yang aman untuk wanita dengan kondisi radang usus?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/09/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 3 mins read
kb suntik 3 bulan

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang KB Suntik 3 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28/03/2020 . 7 mins read
kb non hormonal

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2020 . 6 mins read
kb suntik 1 bulan

KB Suntik 1 Bulan, Apa Bedanya dengan KB Suntik Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020 . 7 mins read