Seks tanpa kondom tidak hanya meningkatkan risiko Anda kebobolan hamil, tapi juga terhadap penularan penyakit kelamin. Bakteri dan virus penyebab infeksi kelamin bisa bersarang pada cairan tubuh yang sering keluar saat seks, seperti air mani atau cairan vagina, dan kemudian berpindah ke orang lain melalui permukaan kulit yang terbuka (luka). Terlebih Anda berdua juga tidak cukup tahu menahu soal detil kondisi kesehatan satu sama lain. Lalu, apa saja penyakit kelamin yang paling umum terjadi? Beberapa di antaranya mungkin akan menunjukkan tanda-tanda khas, sementara lainnya malah tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Wanita lebih berisiko tertular penyakit kelamin daripada pria

Penyakit kelamin adalah infeksi yang didapatkan dari penetrasi seks tanpa kondom (secara oral, vaginal, atau anal), atau bahkan dengan bergantian pakai mainan seks. Pria dan wanita sama-sama berisiko terinfeksi penyakit kelamin.

Gejala penyakit kelamin tidak selalu tampak jelas. Namun, gejalanya bisa muncul lebih parah pada wanita daripada pria. Jika wanita terkena penyakit kelamin dan lalu hamil, dampaknya dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi.

Saat Anda merasa bahwa kemungkinan gejala yang Anda alami mengarah pada penyakit menular seksual, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Penyakit menular seksual yang paling sering menular

Beberapa penyakit menular seksual dapat disembuhkan dengan cepat, sementara beberapa memerlukan diagnosis dan perawatan berkelanjutan dalam waktu lama.

Berikut ini penyakit kelamin yang paling sering terjadi, berikut gejalanya:

1. Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Klamidia adalah salah satu penyakit kelamin paling umum. 

Cukup sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah mereka menderita klamidia atau tidak, karena kebanyakan kasusnya tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya.

Berikut ini beberapa gejala klamidia yang umum:

  • Sakit ketika buang air kecil.
  • Sakit pada bagian bawah perut.
  • Keluar cairan tak normal dari vagina atau penis.
  • Rasa sakit ketika berhubungan seksual.
  • Perdarahan vagina di antara satu menstruasi dan selanjutnya.
  • Nyeri pada testis.

2. Gonore

Gonore juga salah satu penyakit kelamin yang umum, tapi bakteri tersebut bisa berpindah menginfeksi mulut, tenggorokan, mata, dan anus. Biasanya gejala akan muncul dalam 10 hari setelah Anda terinfeksi. Berikut gejalanya:

  • Cairan kental, keruh, atau berdarah keluar dari penis atau vagina.
  • Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil.
  • Darah haid yang sangat banyak atau perdarahan di antara jadwal menstruasi.
  • Nyeri dan bengkak pada testis.
  • Gatal pada anus.
  • Nyeri buang air besar.

3. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit bersel satu disebut Trichomonas vaginalis. Jika Anda berhubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki infeksi ini, maka Anda dapat tertular.

Berikut gejalanya:

  • Cairan vagina yang bening, putih, atau kehijauan.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Bau yang menyengat pada vagina.
  • Gatal atau iritasi pada penis.
  • Sakit ketika senggama.
  • Sakit ketika buang air kecil.

Infeksi ini tidak fatal, tetapi dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan dan infeksi jaringan kulit vagina (selulitis) pada wanita. Sementara pada pria dapat menyebabkan penyumbatan uretra (lubang kemih).

4. Herpes genital

Herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) yang memasuki tubuh melalui luka kecil di kulit atau selaput lendir. Orang yang terinfeksi virus ini tidak pernah menyadari dirinya telah terinfeksi karena herpes umumnya tidak menimbulkan tanda-tanda.

Meski begitu, ada beberapa tanda dan gejala umum yang bisa Anda deteksi:

  • Terdapat benjolan merah kecil, kulit melepuh, dan luka terbuka pada genital, anal serta sekitarnya.
  • Sakit atau gatal sekitar area genital, bokong, atau paha bagian dalam.
  • Munculnya benjolan atau bisul yang biasanya disertai dengan rasa sakit ketika buang air kecil.

5. Human papillomavirus (HPV)

Human papillomavirus (HPV) adalah salah satu virus yang umum tertular lewat hubungan seksual tanpa kondom. Sama seperti yang lain, terkadang virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda kemunculannya, tapi tetap ada beberapa tanda yang bisa Anda waspadai.

Berikut ini gejala HPV:

  • Muncul daging kecil, berwarna merah atau keabu-abuan di sekitar area genital.
  • Beberapa kutil terletak berdekatan dan berbentuk seperti kembang kol.
  • Rasa gatal atau tidak nyaman di area genital Anda.
  • Perdarahan saat berhubungan seks.

6. Hepatitis

Hepatitis A, B, dan C merupakan virus yang menyerang hati dan dapat ditularkan melalui cairan tubuh ketika berhubungan seks. Berikut ini beberapa gejala yang dapat muncul:

  • Lemah.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri pada bagian perut.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Demam.
  • Urin berwarna gelap.
  • Nyeri pada sendi atau otot.
  • Gatal.
  • Kulit berwarna kuning.

7. HIV

HIV merupakan salah satu virus yang cara penyebarannya melalui cairan tubuh. Virus ini mematikan, sebab virus menyerang sistem kekebalan tubuh. Ketika sudah berkembang makin parah, virus akan berkembang menjadi AIDS. Pertama kali Anda terinfeksi, mungkin tidak akan menunjukkan gejala. Bahkan setelah bertahun-tahun, ada yang tidak menyadarinya.

Namum Anda bisa memerhatikan gejala yang mungkin muncul setelah dua sampai enam minggu terinfeksi:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pembengkakan kelenjar pada getah bening.
  • Muncul ruam.
  • Lemah.

Gejala tersebut akan hilang seiring waktu, tapi virus akan “tidur” sementara dalam tubuh sampai sistem imun Anda sewaktu-waktu melemah sehingga memunculkan gejala lagi. Gejala HIV tahap lanjut adalah:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Diare.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Batuk berdahak.
  • Napas pendek.

Pada stadium akhir, berikut ini gejala yang mungkin muncul:

  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Berkeringat di malam hari
  • Menggigil atau demam tinggi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Diare kronis
  • Sakit kepala berat
  • Infeksi virus lainnya, akibat daya tahan tubuh melemah

Adakah tanda yang harus diperhatikan setelah berhubungan seks?

klamidia pada wanita

Hal di atas adalah tanda-tanda dari penyakit menular seksual. Bagaimana dengan tanda-tanda lain yang mesti diwaspadai setelah berhubungan seks? Berikut ini yang perlu Anda perhatikan:

Perdarahan vagina ketika atau setelah berhubungan seks

Perdarahan bisa terjadi meskipun Anda dalam keadaan sehat, hal ini terjadi karena adanya gesekan atau kurangnya pelumas. Anda harus menemui dokter ketika pendarahan terjadi terus menerus setelah Anda berhubungan seks. Anda juga harus mengunjungi dokter saat terjadi pendarahan setelah berhubungan seks dan sedang dalam kondisi hamil.

Mual, muntah, dan pusing

Tentu bagi perempuan, tanda seperti ini sangat perlu diperhatikan. Morning sickness bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil. Selain itu tanda lainnya adalah frekuensi seringnya buang air kecil dan suasana hati yang berubah-ubah. Tanda-tanda hamil juga bisa berupa mudah lelah dan kehilangan gairah melakukan sesuatu. Untuk memastikan lebih jelas, tentu saja buat janji dengan dokter kandungan.

Sakit saat kencing dan urin berubah warna

Rasa sakit atau panas terbakar saat buang air kecil dapat menjadi gejala dari beberapa jenis penyakit kelamin. Namun, gejala yang sama juga bisa timbul akibat infeksi saluran kencing (ISK) atau batu ginjal. Penyakit menular seksual yang menyebabkan rasa sakit saat kencing, termasuk klamidia dan gonore. Selain itu, juga perhatikan adanya perubahan warna pada urin untuk indikasi adanya darah.

Keluar cairan dari penis

Partikel atau zat asing yang keluar dari penis menunjukkan kemungkinan penyakit menular seksual atau infeksi lainnya. Jika Anda mengalami kondisi ini, segera kunjungi dokter untuk mendapat diagnosis akurat. Penyakit yang menyebabkan keluar cairan asing dari penis, termasuk, klamidia Gonore, dan Trichomoniasis. Tipe infeksi berikut umumnya bisa ditangani dengan konsumsi antibiotik. Tetapi, Anda harus kembali kunjungi dokter jika tanda dan gejala tidak membaik atau justru kambuh.

Kutil atau memar di sekitar kelamin

Kutil dan memar mungkin bisa dijadikan sebagai petunjuk dini dari penyakit menular seksual, termasuk herpes genital, HPV , Sipilis dan Molloscum contagiosum

Jika Anda menyadari adanya benjolan aneh atau memar dekat mulut atau area genital Anda, konsultasikan dengan dokter, bahkan jika benjolan hilang sebelum Anda pergi ke dokter. Anda masih berpotensi mudah menyebarkan infeksi walaupun sakit dan benjolan sudah menghilang karena virus tetap berada dalam darah Anda dari waktu ke waktu.

Sakit panggul atau perut bagian bawah

Nyeri panggul bisa diakibatkan oleh sejumlah kondisi dan tidak selalu dikaitkan dengan penyakit menular seksual. Namun, salah satu penyebabnya adalah radang panggul. Radang panggul akan timbul ketika penyakit kelamin tidak diobati. Bakteri naik ke rahim dan perut Anda, menyebabkan peradangan dan luka jaringan parut. Sakit panggul jenis ini bisa amat menyakitkan, dan pada beberapa kasus, hingga berujung fatal.

Penting untuk selalu memeriksakan diri, terutama jika kehidupan seksual Anda tergolong aktif, pernah melakukan hubungan seks tanpa pengaman, atau Anda merasa berisiko terhadap penyakit kelamin. Sadari setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, sekecil apapun itu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Penularan penyakit seksual juga bisa disebar melalui sex toy

Menularnya penyakit seksual adalah salah satu risiko dari mainan seks atau sex toy. Namun ini harus lebih diperjelas. Pasalnya, ini bukan karena sex toysnya yang membuat Anda berisiko terkena, tapi sex toy dapat menjadi media penyebaran penyakit dari cairan penis atau vagina yang terinfeksi dan masih menempel di mainan tersebut.

Sebuah penelitian dari jurnal Sexually Transmitted Infections melakukan penelitian yang berfokus pada wanita antara 18 hingga 29 tahun. Wanita yang diteliti adalah para wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Para peneliti memberi tiap satu orang sebuah produk pembersih, satu buah vibrator yang terbuat dari elastomer termoplastika, dan vibrator yang terbuat dari silikon lembut.

cara pakai sex toys

Para peserta wanita tersebut diminta untuk menggunakan vibrator tersebut untuk masturbasi dan diteliti selama 24 jam kemudian. Hasilnya ditemukan kalau 75% dari jumlah wanita tersebut mengidap HPV (human paviloma virus). Lalu pada 9 vibrator milik wanita yang positif mengidap HPV, ditemukan tanda-tanda adanya virus.

Peningkatan risiko penyebaran penyakit ini terutama tinggi ketika mainan seks dipakai orang selanjutnya tanpa dicuci bersih dulu dari bekas aktivitas sebelumnya. Hasilnya berbeda ketika sex toy dibersihkan dan disterilkan setiap habis pakai. Maka, penting untuk tidak berbagi mainan seksual dengan orang lain dan mainan wajib dibersihkan setelah digunakan untuk berhu bungan seks.

Apa saja tes dan pengobatan penyakit menular seksual?

dokter kandungan

Untuk mengetahui Anda tertular penyakit kelamin atau tidak, Anda wajib melakukan tes laboratorium yang mampu mengidentifikasi penyebabnya dan mendeteksi masalah penularan penyakit seks berikut:

  • Tes darah: Tes darah  inibisa memastikan diagnosis HIV atau tahap akhir sifilis.
  • Sampel urin: beberapa STD dapat dipastikan dengan sampel urin.
  • Sampel cairan: bila terdapat luka di daerah kelamin, tes cairan dan sampel dari luka mungkin dilakukan untuk mendiagnosis jenis infeksi. Cairan yang keluar dari saluran uretra juga bisa digunakan dalam beberapa kasus. Tes laboratorium materi dari luka atau cairan dari daerah kelamin berguna untuk mendiagnosis sejumlah STD.

Sedangkan untuk pengobatannya, nantinya dokter bisa menyarankan beberapa perawatan berikut ini.

  • Antibiotik: paling efektif untuk menyembuhkan banyak infeksi menular seksual karena bakteri dan parasit, termasuk gonore, sifilis, klamidia, dan trichomoniasis.
  • Obat antivirus: mampu mengurangi risiko infeksi atau kekambuhan jika Anda meminumnya setiap hari. Semakin dini Anda memulai pengobatan, semakin efektif obat menyembuhkan penyakit.

Obat-obatan untuk penyakit kelamin harus digunakan dan diawasi di bawah pengawasan dan resep dokter.

Lalu, bagaimana cara cegah penyakit menular seksual?

Cara paling ampuh mencegah penularan penyakit kelamin adalah dengan tidak berhubungan seks sama sekali, baik itu hubungan seks penis dan vagina, oral seks maupun anal seks. Jika Anda tidak melakukan seks, kemungkinan Anda tertular akan menjadi nol.

Namun, bukan berarti satu-satunya cara mencegahnya adalah Anda tidak boleh berhubungan seks sama sekali. Berikut ini adalah cara mencegah penyakit menular seksual:

1. Setia pada pasangan Anda

posisi seks untuk pasangan beda tinggi badan

Anda bisa memperkecil risiko tertular penyakit kelamin dengan melakukan lebih sedikit seks dengan lebih sedikit orang. Risiko terkecil tentu adalah setia pada satu-satunya pasangan Anda di rumah. Tentu saja, dengan catatan bahwa pasangan Anda juga belum terinfeksi penyakit kelamin.

2. Jauhi alkohol

minum alkohol

Mengapa menjauhi alkohol menjadi salah satu bentuk pencegahan penyakit menular seksual? Jika Anda melakukan seks namun dalam keadaan terpengaruh alkohol, risiko untuk melakukan seks dengan aman akan berkurang. Dengan kata lain, ketika Anda dalam keadaan tidak sadarkan diri atau mabuk, Anda berisiko untuk melakukan seks berisiko. Misalnya saja, Anda lupa menggunakan kondom.

3. Melakukan vaksinasi

vaksin HPV

Anda bisa melakukan vaksinasi HPV untuk mengurangi risiko terkena HPV. Berdasarkan data dari American Sexual Health Association, dalam 6 tahun diberlakukannya vaksin HPV telah berhasil menurunkan prevalensi HPV pada wanita berumur 14-19 tahun sebesar 64% dan 34% wanita pada usia 20-24 tahun. Jadi, vaksin HPV sudah terbukti berhasil menurunkan risiko HPV.

4. Ajak pasangan pria menggunakan kondom

kondom dipakai dua kali

Walaupun Anda masih bisa terkena herpes atau HPV ketika menggunakan kondom, sebagian besar kondom dapat mencegah penyakit menular seksual. Beberapa kondom bahkan memiliki kandungan yang bisa membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Jika ingin lebih romantis, Anda sebagai istri bisa memasangkan kondom pada suami Anda.

5. Menjaga kebersihan vagina terutama sebelum dan setelah melakukan seks

seputar vagina

Menurut WebMD, Anda perlu membersihkan organ kelamin sebelum atdanau sesudah melakukan hubungan seks untuk mencegah penyakit menular seksual. Dengan menjaga kebersihan dari area kelamin, Anda dapat mencegah terserang mikroorganisme penyebab penyakit menular seksual.

Pilihlah cairan antiseptik pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine, untuk membasmi bakteri penyebab infeksi di vagina. Gunakan pembersih kewanitaan segera setiap selesai berhubungan seks sehingga kesehatan vagina Anda terlindungi. Jangan lupa, pembersih vagina cukup digunakan di bagian luar vagina saja, karena bagian dalam lubang vagina sudah punya mekanisme pembersihan sendiri dengan bantuan bakteri baik.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca