Ternyata Setiap Orang Berisiko Kena Penyakit Menular Seksual. Bagaimana Mencegahnya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Mitos-mitos dan kurangnya informasi mengenai infeksi menular seksual (IMS) alias penyakit kelamin masih menjadi masalah besar yang perlu diluruskan. Buktinya angka kejadian penyakit menular seksual di seluruh dunia, termasuk Indonesia masih cukup tinggi.

Banyak orang yang menyangka bahwa IMS hanya terjadi pada golongan tertentu, seperti pada pekerja seks komersial (PSK). Padahal, faktanya tidak begitu. Untuk meluruskan hal ini, saya akan membahas berbagai hal penting seputar penyakit menular seksual sekaligus pencegahan terbaiknya.

Semua orang bisa kena penyakit menular seksual

tes kesuburan pria

Perlu Anda pahami, penyakit menular seksual bukan hanya menyerang pekerja seks komersial, tetapi bisa mengenai siapa saja, termasuk Anda jika aktif secara seksual. Pasalnya, semua orang yang sudah aktif secara seksual memiliki risiko terkena penyakit yang satu ini karena penularan terbesarnya melalui kontak seksual.

Ingat, penyakit menular seksual tak hanya menular lewat hubungan seks melalui vagina tetapi juga bisa menular melalui seks anal dan juga oral.

Pasangan monogami atau yang hanya memiliki satu pasangan seperti suami istri pun masih memiliki risiko terkena penyakit ini. Pasalnya, meskipun Anda dan pasangan tidak melakukan kegiatan seksual dengan orang lain, riwayat seksual di masa lampau juga perlu ditelusuri. Jika salah satu pasangan ternyata dulunya sering berganti-ganti pasangan seksual, maka ia berisiko terkena penyakit menular seksual dari pasangan sebelumnya yang mungkin terinfeksi.

Penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi seperti infeksi jamur vagina bahkan bisa menyerang tanpa berhubungan seksual sebelumnya. Infeksi ini tumbuh dan berkembang pada orang-orang yang tidak menjaga kebersihan vagina atau punya penyakit yang melemahkan sistem imun seperti diabetes. Meskipun bukan termasuk ke dalam infeksi menular seksual, tetapi angka kejadian kandidiasis vagina meningkat sejak wanita mulai aktif melakukan aktivitas seksual.

Untuk itu, jangan sembarangan melakukan kontak seksual. Pasalnya, penyakit kelamin bisa menyerang siapa saja yang aktif secara seksual tanpa Anda sadari sepenuhnya.

Perlukah saya melakukan tes penyakit kelamin?

tes penyakit kelamin

Menurut saya, Anda sangat perlu melakukan tes penyakit kelamin jika sudah aktif secara seksual. Apalagi jika Anda mengalami berbagai keluhan di area genital seperti muncul benjolan, rasa panas dan gatal yang tidak kunjung hilang, atau nyeri yang tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah. Jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter Sp.KK terdekat.

Namun tak hanya Anda, sebaiknya pasangan juga diminta untuk bersama-sama melakukan tes ini. Bagi Anda yang hendak menikah, melakukan tes penyakit kelamin membantu mencegah penularan infeksi melalui seks setelah menikah. Pasalnya, tidak semua penyakit kelamin menunjukkan tanda-tanda yang jelas dan terlihat dengan mata telanjang.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual seperti HIV, hepatitis, dan juga sipilis. Tidak perlu malu atau tersinggung untuk memeriksakannya karena hal ini dilakukan semata-mata demi kesehatan jangka panjang Anda dan pasangan.

Langkah tepat mencegah penularan penyakit kelamin

Untuk mencegah penyakit menular seksual, secara umum ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Hindari seks sebelum menikah

pasangan berpegangan tangan

Kontak seksual baik melalui vagina, dubur, dan juga mulut sama-sama berisiko menularkan penyakit kelamin. Oleh karena itu, untuk meminimalisir angka penularan ada baiknya untuk tidak melakukan kontak seksual sama sekali sebelum Anda menikah. Apalagi sampai berganti-ganti pasangan tanpa mengetahui dengan pasti riwayat seksual pasangan.

Apalagi pada remaja yang melakukan hubungan seksual terlalu dini, risiko penyakit kelamin pun akan meningkat. Pasalnya, jika organ intim remaja perempuan terluka, kemampuan jaringan organ untuk memperbaiki dirinya belum sempurna. Hal ini selain meningkatkan risiko infeksi menular seksual juga berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks akibat virus HPV.

Selain itu, remaja perempuan maupun laki-laki kebanyakan kurang paham mengenai prosedur seks yang aman dan bertanggung jawab sehingga sangat berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual.

2. Setia pada satu pasangan

masalah rumah tangga

Meskipun pasangan monogami seperti pasangan suami istri tetap bisa tertular penyakit kelamin, setia pada satu pasangan Anda dapat menurunkan risikonya.

Pasalnya, gonta-ganti pasangan seksual sangat berisiko membuat Anda tertular. Terlebih jika tiap pasangan Anda ternyata sudah terinfeksi. Maka dari itu, cobalah untuk tetap setia pada satu pasangan untuk menurunkan risiko penyakit menular seksual.

3. Vaksin HPV

Sebelum Anda aktif secara seksual, ada baiknya untuk mendapatkan vaksin HPV. Vaksin ini dapat melindungi Anda dari berbagai virus HPV yang bisa menyebabkan kutil kelamin atau bahkan kanker serviks.

Jika Anda ternyata sudah memiliki virus HPV di tubuh, maka vaksin ini juga dapat melindungi Anda dari virus jenis lainnya yang mungkin menular dari orang lain.

4. Gunakan kondom

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang bisa mencegah penyakit menular seksual. Kondom melindungi Anda dari penyakit yang mungkin menginfeksi melalui air mani, cairan vagina, dan juga darah.

Meskipun tidak 100 persen efektif, penggunaan kondom sangat penting. Apalagi jika Anda berhubungan seks dengan orang yang mungkin tidak Anda ketahui riwayat seksualnya seperti apa.

5. Teliti sebelum melakukan perawatan yang menggunakan jarum

manfaat donor darah

Penyakit menular seksual tidak melulu ditularkan lewat kontak seksual. Anda bisa terkena penyakit ini melalui berbagai perantara yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya. Misalnya dari penggunaan jarum suntik berulang, transfusi darah, atau pembuatan tato.

Oleh karena itu, selalu pastikan semua barang yang akan dimasukkan ke dalam tubuh seperti jarum benar-benar steril dan belum pernah dipakai.

Hindari ancaman penyakit kelamin dengan mempraktikkan berbagai cara pencegahan yang telah disebutkan. Selain itu, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit kelamin agar terhindar dari kekeliruan dan mitos yang menyesatkan. Kalau Anda punya keluhan atau pertanyaan tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Saya adalah seorang spesialis kulit dan kelamin lulusan Universitas Gadjah Mada pada 2016. Selain berpraktik di Erha Derma Center Yogyakarta dan Klinik ...

Artikel dari ahli dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Berjemur di pagi hari punya banyak manfaat untuk tubuh Anda, tetapi aktivitas ini bisa berakibat buruk jika dilakukan tidak sesuai anjuran.

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
berjemur di pagi hari

Bolehkah Melakukan Filler Berulang-ulang?

Ketika Anda ingin tampil awet muda, Anda kerap ingin melakukan filler berulang. Namun sebelumnya, Anda perlu memperhatikan hal-hal ini.

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
filler berulang

Suntik Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit, Benarkah Aman dan Efektif?

Banyak orang ikut-ikutan melakukan suntik vitamin C untuk mencerahkan kulit tanpa tahu faktanya. Agar tak salah langkah, yuk simak informasi dari ahlinya.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
glass skin
READ MORE FROM dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020
Saya adalah seorang spesialis kulit dan kelamin lulusan Universitas Gadjah Mada pada 2016. Selain berpraktik di Erha Derma Center Yogyakarta dan Klinik ...

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020