home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tips Menghindari Masalah atau Kerusakan pada Pemakaian Kondom

5 Tips Menghindari Masalah atau Kerusakan pada Pemakaian Kondom

Pasangan suami istri wajib tahu cara mencegah kondom bocor atau rusak. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang efektif dengan pencegahan kehamilan dan penyakit infeksi menular seksual. Namun, penggunaan dan penyimpanan kondom yang salah bisa menyebabkan risiko kondom rusak.

Agar kondom tetap berfungsi optimal sebagai alat kontrasepsi tanpa mengalami kerusakan dan masalah, kulik beberapa tips berikut.

Jangan lagi dilanda kecemasan, ini tips mencegah kerusakan atau kondom bocor

1. Simpan kondom di tempat yang tepat

Temperatur suhu, penerangan, termasuk sinar matahari memengaruhi ketahanan kondom itu sendiri. Kondom disertakan lubrikasi dalam bungkusnya untuk mencegah keringnya kondom.

Kondom bisa kering ketika ia terpapar sinar matahari, penerangan langsung, atau disimpan di tempat bertemperatur hangat. Hindari juga penyimpanan di kamar mandi karena suhunya pun dapat berubah-ubah. Kondom bisa disimpan pada tempat bersuhu ruangan untuk mencegah kondom bocor, misalnya di laci kamar, lemari, atau tempat yang teduh (tidak terkena paparan sinar matahari atau penerangan langsung).

Kondom juga bisa disimpan di condom holder atau pouch yang dibuat khusus untuk menjaga agar kondom tidak rusak saat Anda bepergian.

2. Lihat tanggal kedaluwarsa

Sebelum membeli dan memakai kondom, cek kembali tanggal kedaluwarsanya. Kondom punya waktu terbaik pemakaian sebelum kedaluwarsa. Namun, dari waktu ke waktu fungsi kondom akan melemah saat melewati batas waktunya.

Untuk mencegah bocor atau masalah pada kondom, baca kembali batas masa pemakaian. Bila lewat waktu, jangan digunakan.

3. Mencegah kondom bocor dengan memastikan ukuran

Anda bisa mengecek ukuran kondom yang tepat agar pemakaian lebih nyaman digunakan. Karena setiap penis memiliki ukuran yang berbeda saat ereksi, kondom juga menawarkan beragam ukuran.

Maka itu, pastikan ukuran kondom yang Anda kenakan pas. Memakai kondom tanpa memperhatikan ukurannya, bisa menyebabkan kondom robek dan rusak. Sehingga tak lagi berfungsi maksimal ketika digunakan.

Ada bermacam-macam kondom yang menyesuaikan ukuran penis. Ukuran kondom yang tersedia bisa dilihat sebagai berikut.

  • Ukuran close fit, dengan lebar 49 mm
  • Ukuran nyaman, dengan lebar kurang lebih 52.5 mm
  • Ukuran besar, dengan lebar 56 mm

4. Gunakan kondom sebelum penetrasi

Tak sedikit pasangan yang mengenakan kondom sesaat sebelum klimaks dan tidak dari awal sebelum penetrasi. Pemakaian kondom seperti ini bisa mengurangi fungsinya sebagai alat kontrasepsi dan perlindungan diri dari penyakit menular seksual.

Alangkah baiknya jika kondom digunakan saat ereksi dan sebelum penetrasi berlangsung. Dengan begitu Anda dan pasangan dapat dapat merasakan manfaat kondom secara optimal, serta mencegah terjadinya kondom bocor atau rusak.

5. Kenakan kondom dengan benar

Anda perlu menerapkan cara tepat menggunakan kondom. Saat memasangkan kondom, selalu ingat untuk memberikan jeda pada ujungnya sebagai tempat menampung cairan semen. Jangan lupa untuk mengeluarkan udara yang terjebak di dalam kondom sehingga tak ada ruang bagi semen keluar melalui celah udara.

Setelah seks selesai, perlahan keluarkan penis dari vagina secara hati-hati agar tidak ada cairan semen yang tumpah. Lalu tarik kondom, ikat, dan buang pada tempatnya. Mengenakan kondom dengan tepat dapat meminimalkan risiko kondom bocor.

Tak hanya itu, pastikan juga kuku Anda dan pasangan dipotong pendek. Karena kondom juga bisa rusak ketika tergores kuku saat mengenakan ataupun saat handjob di sela-sela penetrasi.

Kini, Anda sudah tahu tips mencegah kondom tidak rusak dan bocor. Seks bisa berlangsung aman dan menyenangkan dengan melakukan tips di atas. Bagikan artikel ini ke pasanganmu agar tahu cara pemakaian dan penyimpanan kondom yang baik dan benar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Davis, K. C., Schraufnagel, T. J., Kajumulo, K. F., Gilmore, A. K., Norris, J., & George, W. H. (2014). A Qualitative Examination of Men’s Condom Use Attitudes and Resistance: “It’s Just a Part of the Game.” Archives of Sexual Behavior, 43(3), 631–643. https://doi.org/10.1007/s10508-013-0150

Pisacreta, E. (2014, October 9). How often do condoms break? Retrieved February 16, 2020, from Plannedparenthood.org website: https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/how-often-do-condoms-break

Condoms – male: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (n.d.). Retrieved February 16, 2020, from medlineplus.gov website: https://medlineplus.gov/ency/article/004001.htm

How Can Condoms Break? (for Teens) – KidsHealth. (2015). Retrieved February 16, 2020, from Kidshealth.org website: https://kidshealth.org/en/teens/condom-tore.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 11/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x