Tanda Anda Sedang Dalam Quarter Life Crisis dan Cara Bijak Menghadapinya

Tak sedikit kalangan milenial  mengaku bahwa ia mengalami quarter life crisis. Sebenarnya quarter life crisis adalah suatu fase di mana seseorang memiliki kecemasan terhadap masa depannya. Kebanyakan takut jika tahun-tahun berikutnya berjalan tidak sesuai dengan harapan. Nah, fenomena ini sangat sering terjadi di kalangan milenial, yaitu kisaran umur 20-30 tahun. Quarter life crisis ini bisa menimbulkan berbagai dampak bagi kehidupan seseorang, bagaimana bisa?

Apa itu quarter life crisis?

kenapa saya masih jomblo

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, quarter life crisis adalah sebuah periode ketika seseorang cemas, ragu, gelisah, dan bingung terhadap tujuan hidupnya. Tidak hanya tujuan, kondisi ini terjadi pula pada orang yang ragu pada masa depan dan kualitas hidup, seperti pekerjaan, asmara, hubungan dengan orang lain, hingga keuangan. 

Krisis ini sangat sering terjadi ketika Anda mulai memasuki usia 20-30 tahun. Walaupun demikian, ada saja orang-orang yang menghadapi krisis ini usia 18 tahun. Akan tetapi, karena kasus tersebut sangat langka, krisis usia seperempat abad ini umumnya terjadi pada kalangan milenial. 

Kenali gejala awal munculnya quarter life crisis

Pada awalnya, gejala yang menandakan Anda sedang mengalami krisis seperempat abad ini terlihat sepele dan sering terjadi. Namun, jangan biasakan hal tersebut. Anda dapat melihat dengan seksama apakah tanda-tanda di bawah ini sedang Anda hadapi? 

Selain itu, Anda bisa mengaitkannya dengan masalah yang terjadi di hidup Anda. 

1. Mulai mempertanyakan hidup 

kebiasaan buruk saat stres

Pertanyaan yang sering muncul terkait kehidupan Anda adalah salah satu gejala awal yang sering disepelekan karena terkadang fase ini adalah hal yang wajar terjadi. Oleh karena itu, jika sudah sering mempertanyakan diri sendiri, bisa jadi Anda sedang menghadapi krisis seperempat abad. 

Berbagai pertanyaan yang timbul di kepala tersebut bisa berupa, apa sebenarnya tujuan hidup Anda atau pencapaian apa yang sudah Anda raih selama ini?

2. Merasa hanya ‘jalan di tempat’ 

Selalu merasa terjebak dalam situasi apa pun? Atau Anda merasa hidup tidak berjalan sesuai dengan harapan bahkan usaha yang telah Anda lakukan? Mungkin itu tandanya Anda mengalami quarter life crisis.

3. Kurang motivasi

Jika Anda merasa tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas apapun, seperti bekerja atau sekedar melakukan hobi, bisa saja Anda sedang mengalami quarter life crisis. 

4. Bingung memilih keluar dari zona nyaman atau tidak

cara mencegah stres kerja freelance

Anda bosan dengan pekerjaan yang itu-itu saja, tetapi takut untuk keluar dari zona nyaman tersebut? Nah, contoh ini adalah salah satu pertanda yang dapat muncul bila sedang menjumpai krisis ini. 

Pekerjaan yang Anda lakukan sekarang memang sudah membuat Anda sangat nyaman, tetapi tidak berkembang. Anda berpikir bahwa akan sulit untuk memulai segalanya dari awal, sehingga kondisi ini cenderung membuat Anda takut untuk keluar dari zona nyaman. 

5. Tidak bahagia dengan pencapaian yang didapat

Setelah memilih untuk menetap di pekerjaan tersebut, Anda hanya melakukan hal-hal yang sudah Anda ketahui dan pencapaiannya pun terasa kurang. Merasa tidak berbahagia dengan pencapaian yang sudah didapat pun adalah gejala munculnya quarter life crisis. 

6. Merasa ‘terombang-ambing’

depresi karena patah hati

Merasa terombang-ambing dalam hal percintaan maupun finansial juga menjadi masalah ketika quarter life crisis terjadi.

Ternyata meragukan apakah Anda memilih pasangan yang tepat juga menjadi pertanda bahwa Anda sedang mengalami quarter life crisis. Anda menjadi sering bertanya dan terlalu meragukan diri sendiri berdampak pada hasil keputusan yang dibuat tidak secara realita. 

Selain itu, kondisi finansial yang tidak seimbang juga mempengaruhi quarter life crisis. Pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, sehingga tidak memiliki tabungan untuk masa depan. 

7. Tertekan dengan lingkungan sekitar

saksi kasus bullying

Nah, sering merasa ditekan oleh keluarga atau lingkungan terkait dengan masa depan Anda pun juga bisa membuat Anda masuk dalam fase quarter life crisis. Fase ini muncul akibat keluarga yang sering menanyakan perihal kemampuan Anda dalam menjalani hidup. 

Gejala-gejala quarter life crisis ini adalah beberapa tanda dari sekian banyak yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengalami gejala di atas sedang menghadapi quarter life crisis. 

Misalnya, orang yang sering berpindah pekerjaan pun tidak dapat dikatakan sedang mengalami krisis ini. Bisa saja alasan dibalik itu semua karena perusahaan yang sedang melakukan phk atau pindah karena jarak kantor ke rumah cukup jauh untuk ditempuh. 

Quarter life crisis bisa muncul akibat lingkungan sekitar

menangis tiba-tiba

Selain tuntutan diri sendiri, quarter life crisis adalah sebuah fenomena yang juga muncul berdasarkan faktor lingkungan. 

Misalnya, Anda memiliki banyak tujuan yang belum bisa terwujud dan keluarga Anda sering membandingkan hasil Anda dengan orang lain. Hal tersebut bisa menimbulkan keraguan terhadap diri Anda sendiri, merasa khawatir, dan sulit untuk mengambil keputusan berdasarkan realita. 

Nah, tidak jarang pula orang yang mengalami stres akibat pekerjaan, asmara, atau masalah lainnya juga menimbulkan quarter life crisis. Akan tetapi, bila hal tersebut memang terjadi, Anda harus melihat gejala yang menandakan bahwa memang Anda sedang menghadapi krisis ini. 

Selain itu, terdapat beberapa kebiasaan yang dapat memicu krisis seperempat abad ini muncul.

  • Sering bermain media sosial berpengaruh terhadap pola pikir seseorang yang senang membandingkan diri dengan orang lain. 
  • Bermain game sampai lupa waktu pun termasuk dalam kegiatan yang tidak produktif. Akan tetapi, lain ceritanya jika Anda adalah seorang pro gamer
  • Sering mengeluh, tetapi tidak melakukan apapun untuk menyelesaikan masalah yang dikeluhkan. 
  • Menutup diri dari orang lain, sehingga membuat pergaulan Anda semakin sempit dan sulit melihat berbagai peluang dari koneksi yang ada. 

Perbaiki kualitas diri menghadapi quarter life crisis

sifat pria idaman

Krisis yang mempertanyakan kualitas hidup dan identitas diri ini ternyata bisa berdampak buruk terhadap hidup Anda. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja dan semangat hidup, sehingga Anda tidak boleh berdiam diri dan harus segera bangkit dari keraguan. 

Misalnya, ketika mulai memasuki quarter life crisis, Anda akan menarik diri dari pergaulan dan membatasi pertemanan Anda. 

Nah, agar hidup Anda menjadi lebih produktif dan positif karena quarter life crisis, berikut ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda menghadapi fase ini. 

1. Kenali dirimu. 

Anda harus mengetahui diri Anda sendiri. Apa yang ingin Anda lakukan untuk ke depannya, kelebihan serta kekurangan Anda. Jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menjalani hidup. Hal ini dilakukan agar Anda tahu apa tujuan hidup Anda. 

2. Jangan memendam diri sendiri

Jika Anda memiliki keraguan dan masalah, cobalah untuk membagikan atau menceritakannya kepada orang lain. Bisa saja orang yang mendengarkan masalah Anda memiliki jalan keluar dan membuat Anda tidak berdiam diri di satu tempat saja. 

Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial, Anda juga sesekali membutuhkan pertolongan orang lain untuk mencari solusi dari masalah Anda. 

3. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain. 

Salah satu yang mencirikan quarter life crisis adalah senang membandingkan diri dengan orang lain. Tentu saja Anda tahu betul bahwa hal itu tidak akan ada habisnya. Fokus terhadap diri sendiri untuk berkembang adalah langkah yang baik untuk mengurangi kebiasaan tersebut. 

4. Membuat rencana hidup

Tidak perlu terlalu jauh, cukup 5 tahun ke depan Anda ingin berada di mana dan sudah mencapai apa saja adalah rencana yang perlu Anda buat. Selain itu, pikirkan dengan matang bagaimana Anda meraih mimpi dalam 5 tahun tersebut. 

Selain itu, quarter life crisis juga bisa dihadapi dengan membuat perencanaan finansial dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini bertujuan agar Anda memiliki tabungan untuk masa depan dan menata kehidupan lebih baik. 

5. Mencari hobi baru. 

Jika Anda merasa tidak produktif dan begini-begini saja, cobalah untuk mencari hobi baru. Aktivitas yang produktif dan mengembangkan kemampuan Anda dapat membuat diri Anda menjadi jauh lebih baik. 

6. Beraksi

Jangan diam saja. Anda harus menjemput impian Anda, menunggu tidak akan membuat segalanya berjalan dengan baik. Cari tahu caranya dan percaya pada diri sendiri ketika mulai menjalani kegiatan itu. 

Selain itu, dibutuhkan sebuah sikap positif agar lancar dalam menggapai impian Anda agar quarter life crisis tidak mempengaruhi hidup Anda. 

Quarter life crisis adalah sebuah fenomena yang sangat biasa terjadi pada kaum milenial. Berbagai penyebabnya ternyata berasal dari diri dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap yang positif dalam menghadapinya. 

Baca Juga:

Jennyfer, M.Psi, Psikolog Psikolog
Jennyfer adalah seorang psikolog yang berminat pada persoalan psikologi klinis dewasa. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana ...
Selengkapnya
Jennyfer, M.Psi, Psikolog Psikolog

Jennyfer adalah seorang psikolog yang berminat pada persoalan psikologi klinis dewasa. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologinya di Universitas Bina Nusantara. Magister Psikologi sekaligus gelar profesinya ia dapatkan dari Universitas Tarumanagara. 




Jennyfer kini aktif sebagai pembicara dan narasumber di berbagai media ataupun seminar terkait bidang psikologi. Fokus utamanya adalah membantu setiap orang agar dapat menjadi lebih bahagia, positif, dan produktif.




Sebagai seorang psikolog, ia berharap dapat membantu mencari akar permasalahan dan memberikan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang sedang orang-orang alami. Ia juga membuka klinik konsultasi pribadinya. Anda dapat menghubungi Jennyfer di nomor 081287968664 atau melalui akun Instagram-nya di @jen.psikolog.

Selengkapnya
Artikel Terbaru