Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Haruskah Keluar dari Zona Nyaman untuk Menjadi Orang Sukses?

Haruskah Keluar dari Zona Nyaman untuk Menjadi Orang Sukses?

Anda mungkin sudah sering menemukan seruan keluar dari zona nyaman, entah dalam buku pengembangan diri, poster motivasi, lagu, dan lain-lain.

Lantas, apakah arti zona nyaman sebenarnya? Benarkah keluar dari zona nyaman merupakan satu-satunya cara untuk berkembang?

Mengenal arti zona nyaman

istirahat santai

Comfort zone alias zona nyaman sering dianggap sebagai sesuatu yang buruk.

Anda seakan-akan tidak bisa menjadi orang sukses bila betah berada dalam zona ini tanpa mau melangkah keluar.

Padahal, ini sebetulnya merupakan fenomena psikologis yang mungkin membantu Anda membuat perubahan besar dalam hidup.

Istilah “zona nyaman” pertama kali dipopulerkan oleh Alasdair White, seorang pencetus teori manajemen bisnis pada tahun 2009.

Menurutnya, zona nyaman adalah keadaan saat segalanya terasa akrab dan mudah sehingga Anda tidak mengalami banyak stres.

Zona ini memberikan Anda kepastian, rasa aman, dan perasaan familier saat menjalani suatu aktivitas atau kebiasaan.

Kondisi ini menjadikan Anda bisa melakukan banyak hal dengan performa yang stabil tanpa gangguan, sebab Anda tidak menghadapi banyak tekanan.

Zona nyaman membuat Anda bisa beristirahat, bersantai, dan memulihkan energi usai bekerja keras. Anda merasa rileks di dalamnya dan ingin terus berada di sana.

Hidup seakan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Ini disebabkan karena otak memproduksi zat kimia yang disebut dopamin dan serotonin saat Anda merasa nyaman.

Kedua senyawa tersebut menimbulkan rasa bahagia dan suasana hati yang baik, sekaligus membuat Anda ingin melakukan hal yang jadi pemicunya lagi dan lagi.

Apa yang terjadi saat berada di luar zona nyaman?

iri kesuksesan pasangan

Sebaliknya, area lain di luar zona nyaman merupakan sebuah tempat atau kondisi yang bisa menimbulkan stres dan rasa cemas.

Zona tersebut penuh dengan risiko dan banyak ketidakpastian. Anda pun mungkin tidak bisa memperkirakan bagaimana cara merespons hal-hal baru.

Meski begitu, stres sebetulnya tidak selalu buruk. Stres yang sehat justru bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk berkembang menjadi lebih baik, pintar, atau sukses.

Stres juga membantu Anda dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan ringkas.

Berada dalam zona nyaman memang membuat pekerjaan lebih stabil, tetapi keluar dari kondisi ini bisa meningkatkan hasil pekerjaan Anda.

Dunia luar memang penuh dengan tekanan. Akan tetapi, Anda dapat memperoleh hasil dan manfaat yang lebih besar.

Haruskah keluar dari zona nyaman untuk jadi sukses?

Anda tidak harus bermusuhan dengan zona nyaman agar menjadi lebih sukses.

Kenyamanan justru menjadi masalah bila Anda tidak pernah mencoba keluar dari dalamnya karena terhalang rasa malas atau takut akan sesuatu yang tidak pasti.

Keluar dari zona nyaman merupakan pilihan. Beberapa orang merasa harus keluar dari sini dan mengambil keputusan untuk belajar atau mendapatkan pengalaman baru.

Namun, ada pula sebagian orang yang memilih tetap berada di dalamnya karena merasa cukup dengan apa yang mereka dapatkan.

Jika bingung harus memulai keluar dari mana, berikut sejumlah tips yang bisa membantu Anda.

1. Mencari informasi

Posisi membaca

Rasa takut muncul karena Anda tidak tahu apa yang akan Anda hadapi.

Oleh karena itu, carilah informasi tentang kegiatan, hobi, maupun hal baru lainnya yang hendak Anda jalani nanti. Jika perlu, bertanyalah kepada orang yang mendalami bidang ini.

Contohnya, bila Anda ingin belajar bicara di depan umum, cobalah mempelajari tekniknya dari menonton video pembawa acara, pidato, dan sejenisnya.

Kenali dan catat kemampuan apa saja yang belum Anda miliki dari video tersebut.

2. Membuat rencana

Sebelum mengambil langkah pertama, tentukan dahulu tahap-tahapnya. Uraikan target besar jadi beberapa target kecil dan tingkatkan motivasi diri Anda untuk mencapai target tersebut.

Berbekal informasi yang sudah Anda peroleh sebelumnya, cobalah untuk mengenali tantangan apa saja yang akan Anda hadapi.

Dalam hal ini, Anda tentu tidak harus langsung berbicara di depan umum pada seminar besar.

Coba awali dengan memimpin doa saat makan bersama keluarga, lalu lanjutkan dengan menjadi pembawa acara pertunangan teman, dan seterusnya.

3. Mencoba setidaknya sekali

Kunci utama keluar dari zona nyaman ialah mencoba, setidaknya sekali seumur hidup Anda.

Tanpa mencoba hal baru, tentu Anda tidak akan pernah tahu sejauh mana Anda sudah belajar dan memahami seluk-beluk di dalamnya.

Jika Anda sudah terbiasa mengisi acara kecil di lingkungan teman dekat, sekarang coba ambil kesempatan untuk menjadi pembawa acara di tempat yang betul-betul baru.

Dari sinilah Anda dapat mengevaluasi kelebihan dan keunggulan yang dimiliki.

4. Memahami apa yang disukai dan tidak

Setelah beberapa kali mencoba, tanyakan beberapa hal pada diri Anda. Apakah hal baru yang Anda lakukan menimbulkan rasa cemas atau justru semangat?

Jika Anda malah sering merasa cemas, mungkin kegiatan ini memang tidak cocok untuk Anda. Anda boleh meninggalkan kegiatan baru yang tidak Anda sukai tersebut.

Namun, hal penting seperti berbicara di depan umum atau bersosialisasi terkadang tidak dapat ditinggalkan sepenuhnya.

Pada kondisi seperti ini, Anda mungkin mau tidak mau perlu sedikit keluar dari zona nyaman.

5. Jangan memaksakan diri

gangguan kecemasan anxiety disorder

Berhasil melakukan hal baru merupakan suatu pencapaian. Akan tetapi, ingatlah bahwa Anda juga akan menghadapi stres.

Stres tentu dapat menurunkan performa kerja dan memicu timbulnya rasa cemas, terlebih bila Anda biarkan berlarut-larut.

Hal yang terpenting yakni jangan paksakan diri Anda selama proses keluar dari zona nyaman.

Istirahatlah sejenak saat Anda merasa tertekan, kewalahan dengan beban pekerjaan baru, atau tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya.

Zona nyaman merupakan tempat yang sesuai untuk berkegiatan tanpa stres berlebih. Namun, Anda menjadi sulit berkembang bila telah terjebak di dalamnya.

Meski awalnya sulit, keluar dari kenyamanan mungkin merupakan langkah tepat untuk meraih impian Anda yang belum terwujud.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mead, E. (2018). Comfort Zones: An Alternative Perspective. PsychCentral. Retrieved 1 March 2022, from https://psychcentral.com/blog/comfort-zones-an-alternative-perspective

The Comfort Zone and Personal Growth. Psychreg. (2017). Retrieved 1 March 2022, from https://www.psychreg.org/comfort-zone-personal-growth/

Stutz, P, Michels, B. & Hagan, E. (2012). The Comfort Zone. Psychology Today. Retrieved 1 March 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-tools/201205/the-comfort-zone

Pogosyan, M. (2016). How to Leave Our Comfort Zones. Psychology Today. Retrieved 1 March 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/between-cultures/201612/how-leave-our-comfort-zones

Scott, S. (2020). How to Get Out of Your Comfort Zone (7 Simple Steps). Develop Good Habits. Retrieved 1 March 2022, from https://www.developgoodhabits.com/comfort-zone/

Gregoire, C. (2017). 6 Reasons To Step Outside Your Comfort Zone. Huffington Post. Retrieved 1 March 2022, from https://www.huffpost.com/entry/stepping-outside-your-comfort-zone_n_5872638

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Mar 18
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro