Mengenal Lebih Dalam Gangguan Kecemasan yang Mungkin Anda Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Disari dari situs Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, gangguan cemas atau ansietas adalah kekhawatiran berlebihan yang bisa menggangu kegiatan Anda sehari-hari. Meski gejalanya sulit dikenali dalam sekejap mata, gangguan ini cukup umum ditemui dalam masyarakat. Namun, mengenali gejalanya saja tak cukup. Supaya tak terjebak dalam kondisi ini, Anda harus benar-benar memahami seluk-beluk gangguan cemas.

Apakah saya menderita gangguan cemas (ansietas)?

Kondisi psikis ini tak mengenal golongan, siapa saja bisa kena gangguan cemas. Gejala yang mungkin Anda rasakan antara lain selalu merasakan kecemasan terhadap hal-hal yang kecil sekalipun. Kecemasan ini tak hilang meski sudah berbulan-bulan.

Perasaan tersebut disertai dengan perubahan fisik yang cukup kentara, misalnya badan lemas, nyeri otot, atau gangguan pencernaan. Perubahan perilaku juga bisa diamati, contohnya menarik diri dari lingkungan sosial dan susah tidur.

Tak jarang orang yang menderita gangguan psikis ini tiba-tiba mengingat kembali trauma atau kenangan buruk yang pernah terjadi. Baik itu kejadian baru-baru ini atau bertahun-tahun lalu.

Bukankah semua orang pasti pernah cemas?

Betul. Kecemasan adalah reaksi psikis yang wajar bila Anda menghadapi situasi menegangkan. Namun orang dengan gangguan cemas akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang berada dalam situasi normal. Maka yang perlu digarisbawahi disini adalah intensitas kecemasannya.

Mengapa saya menderita ansietas?

Hingga kini belum ada rumus tertentu yang bisa menjelaskan penyebab ansietas. Faktornya bermacam-macam. Mulai dari faktor keturunan (genetik), gangguan neurokimia dalam otak, pengalaman buruk di masa lalu, atau kejadian tak diinginkan yang menorehkan luka pada batin seseorang seperti kehilangan orang tercinta.

Pengalaman tersebut begitu membekas dalam benak sehingga rasa cemas yang timbul saat itu seolah tidak bisa hilang. Kecemasan terus menghantui Anda meskipun situasi buruknya telah berlalu. Bahkan hal kecil seperti chat yang belum dibalas oleh seorang kawan bisa membuat Anda khawatir setengah mati.

Perbedaan gangguan cemas dan depresi

Gangguan cemas cukup erat kaitannya dengan salah satu gangguan jiwa yang sudah lebih dikenal awam, yaitu depresi. Bila Anda tidak segera menangani ansietas, Anda berisiko tinggi jatuh ke dalam lubang depresi.

Berbeda dengan ansietas yang membuat Anda merasa khawatir dan takut, depresi lebih membuat Anda merasa putus asa dan hampa. Namun, keduanya menunjukkan gejala yang mirip. Contohnya susah tidur, susah berkonsentrasi, dan suasana hati yang kacau.

Pentingnya mengenali dan menerima ansietas

Selama ini Anda mungkin berpikir, “Tak mungkin saya kena salah satu jenis gangguan kejiwaan. Saya kan tidak gila!”. Pemikiran seperti ini tak akan membantu Anda sama sekali. Orang yang sedang sakit flu tentu harus tahu dulu gejala dan penyakitnya, baru bisa menentukan langkah pengobatan yang tepat. Sama halnya dengan masalah kejiwaan.

Memang tak mudah untuk menerima fakta bahwa Anda mungkin mengidap ansietas. Akan tetapi, hal tersebut bisa jadi batu pijakan untuk memulihkan diri. Ingat, ansietas bukan berarti mental Anda lemah atau Anda kurang beriman. Ansietas adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Cara mengatasi ansietas

Bila kecemasan yang Anda alami sudah mengganggu aktivitas harian Anda, sebaiknya segera temui dokter. Anda mungkin akan diresepkan obat antidepresan atau obat tidur untuk membantu Anda lebih rileks. Bila perlu, Anda akan dirujuk ke terapis psikologi untuk menjalani sesi konseling.

Selain pergi ke dokter, Anda juga bisa memulihkan diri dengan berbagai cara mandiri. Misalnya menjaga pola hidup sehat dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga. Menulis buku harian atau jurnal juga bisa membantu Anda mengelola emosi dan ansietas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit