Berbagai Ciri Fisik yang Tanpa Sadar Menandakan Anda Sedang Stres

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Stres tidak pernah lepas dari kehidupan Anda. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengenali gejala stres yang muncul, hingga kondisinya pun semakin parah bahkan bisa menimbulkan masalah kejiwaan yang serius. Supaya hal itu tidak terjadi, sebaiknya ketahui beberapa ciri khas ketika Anda sedang stres.

Sebenarnya, apa itu stres?

Menurut pakar kesehatan jiwa, stres adalah suatu respons adaptif yang dihubungkan oleh karakteristik dan proses psikologis individu. Stres dapat terjadi pada seseorang saat ia berada di luar zona nyaman sehingga membuat tubuh menimbulkan respons yang berbeda dari biasanya.

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang jadi stres. Namun, secara garis besar penyebabnya dibagi menjadi empat yaitu dari diri sendiri, orang-orang terdekat, pekerjaan, dan lingkungan sekitar.

Contohnya, ketika menghadapi tuntutan kerja, bertengkar dengan pasangan, atau bahkan  bisa tertekan akibat target yang Anda buat sendiri. Belum lagi jika orang-orang di sekitar Anda juga sedang merasa stres dan tertekan, bukan tidak mungkin hal ini menular pada Anda, lho.

Lalu, apa saja gejala stres secara fisik?

Sebenarnya, stres akan menyebabkan beberapa perubahan pada tubuh. Nah, hal ini tergantung dengan tingkat keparahan stres yang dialami. Stres itu dibagi menjadi 5 tingkatan, dari yang ringan hingga parah.

Tingkat pertama

Pada tahap ini, stres masih dianggap normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Artinya, stres masih ringan, mampu diatasi dengan baik. Contohnya, ketika Anda gugup saat akan melakukan presentasi di depan umum.

Anda akan tetap percaya diri untuk menyelesaikan masalah yang muncul dan mampu mengendalikan emosi dengan baik. Bahkan, hal ini tidak memengaruhi rutinitas harian, Anda masih bisa makan dengan lahap, tidur nyenyak, dan tetap semangat bekerja.

Tingkat kedua

Hal ini ditandai jika stres yang dialami sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, kehilangan orang yang disayangi atau putus dari pasangan. Ketika tui terjadi, akan muncul berbagai emosi negatif, seperti marah, kecewa, sedih, atau putus asa.

Biasanya, orang yang berada di kondisi ini akan mulai merasa tidak sanggup menahan stres dan tekanan yang ada. Maka itu, sudah mulai muncul berbagai perubahan fisik misalnya, badan lesu, tidak bertenaga, jantung berdebar, dan otot menegang sehingga menyebabkan nyeri.

lelah saat haid

Tingkat ketiga

Jika stres tahap sebelumnya tidak mampu diatasi, emosi negatif akan terus bermunculan dan akhirnya jadi semakin parah. Nah, gejala yang paling khas dari stres tingkat ketiga adalah perubahan fungsi tubuh.

Orang dengan stres tingkat ini biasanya sering susah tidur (insomnia), timbul gangguan pencernaan, seperti gangguan asam lambung dan sering buang air besar atau buang air kecil tidak teratur. Jika orang yang mengalami stres ini memiliki kondisi lain, maka gejala penyakit tersebut akan semakin memburuk.

Tingkat keempat

Stres pada tingkat ini, umumnya sudah sangat sulit diatasi dan menandakan kondisi yang kritis. Pasalnya, emosi negatif sering kali muncul tanpa Anda sadari sehingga membuat Anda sulit untuk fokus pada suatu hal. Selain itu, stres juga dapat mengganggu proses kimia di otak, sehingga mengganggu fungsi kognitif.

Bila tak segera ditangani, gejala stres makin parah dan bisa berubah menjadi depresi, serangan panik, gangguan kecemasan, atau gangguan bipolar. Bahkan, membuat seseorang melakukan percobaan bunuh diri supaya terbebas dari rasa stres.

Tingkat kelima

Tingkatan ini menandakan stres yang dialami tak kunjung membaik dan akhirnya kian buruk. Orang dengan kondisi ini, akan menarik diri dari kehidupan sosial, tidak dapat melakukan aktivitas harian dengan baik, dan merasa kesakitan sepanjang hari.

Semakin cepat stres ditangani, semakin cepat pula pemulihannya. Namun, jika stres sudah sangat parah, biasanya akan membutuhkan pengobatan yang cukup lama. Hal ini bisa membuat pengidapnya kian tertekan bahkan putus asa, karena menganggap mereka tak ada harapan untuk sembuh.

Lalu, kapan harus pergi ke dokter atau psikolog?

Jika Anda mengalami gejala stres dan sulit untuk mengatasinya, segera melakukan pemeriksaan pada ahlinya, seperti psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

Biasanya, untuk stres tingkat kedua dan ketiga, Anda bisa minta bantuan psikolog. Sementara untuk stres tingkat keempat dan kelima, Anda perlu perawatan khusus dari dokter spesialis kejiwaan.

psikolog dan psikiater

Bagaimana caranya menghindari stres?

Stres yang dibiarkan begitu saja bisa berkembang menjadi depresi dan menimbulkan berbagai gejala psikosomatik. Psikosomatik adalah gejala fisik yang terjadi akibat adanya gangguan kejiwaan.

Contohnya, saat Anda stress akan muncul gejala seperti sakit kepala, nyeri perut, nyeri punggung, dan masalah lainnya yang bisa mengganggu aktivitas.

Untungnya, stres bisa Anda hindari dan metode ini saya sebut sebagai manajemen stres. Nah, beberapa cara untuk mengelola stres yang setiap hari Anda hadapi cukup mudah dilakukan, antara lain:

1. Pahami diri sendiri dan cari tahu penyebabnya

Langkah awal untuk mengatasi stres adalah mencari tahu apa pemicu atau penyebab stres. Mulailah cari penyebab dari perubahan yang Anda rasakan, seperti mengapa Anda jadi tidak fokus atau sulit tidur belakangan ini.

Kemudian, perlahan-lahan Anda mesti melatih kemampuan dalam mengendalikan emosi, berusaha untuk terus berpikiran positif, dan memotivasi diri sendiri.

2. Mencari motivasi dari lingkungan

Anda tentu tahu jika stres dapat menular, bukan? Ya, supaya Anda terbebas dari stres tentu Anda harus dikelilingi oleh orang-orang yang berpikiran positif. Terciptanya pikiran positif mampu mengubah cara berpikir Anda sehingga menganggap masalah yang datang merupakan sebuah tantangan bukan beban.

3. Lakukan terapi relaksasi

Stres biasanya akan muncul ketika Anda sedang berusaha untuk mencari jalan keluar dari berbagai masalah. Bahkan rasa cemas dan ragu juga tidak bisa dicegah dan akhirnya membuat Anda kian tertekan.

Nah, ketika ini terjadi yang mesti dilakukan Anda berusaha untuk tetap tenang. Coba atur pernapasan Anda, tarik napas dalam-dalam sambil menutup mata. Kemudian,  buang secara perlahan sambil memikirkan hal-hal yang baik yang terjadi pada Anda.

Latihan ini membuat Anda lebih rileks,  fokus, dan mampu menentukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, Anda juga boleh meluangkan sedikit waktu untuk refreshing, seperti liburan atau melakukan hal yang disukai.

4. Coba olahraga

Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh tapi juga membuat suasana hati jadi lebih baik. Apalagi jika ditemani oleh orang terdekat Anda, suasana saat olahraga jadi makin seru.

Pasalnya, saat Anda olahraga, tubuh akan meningkatkan produksi hormon endorfin. Hormon ini berperan untuk mengurangi rasa sakit, menciptakan perasaan tenang, dan bahagia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Chrisendy Hakim

Haruskah ke Dokter Jika Diare Terjadi Selama Berhari-hari?

Diare memang umum terjadi dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Lantas, haruskah pergi ke dokter jika mengalami hal ini? Baca selengkapnya di sini.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
diare berhari hari
Diare, Kesehatan Pencernaan 12 November 2019

Cegah Dehidrasi Dengan 5 Cara Ini di Tengah Aktivitas Padat dan Cuaca Panas

Beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas rentan membuat Anda dehdirasi. Simak cara berikut ini untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
mencegah dehidrasi cuaca panas

Sakit Kepala Juga Perlu Ke Dokter, Ini Pertimbangannya

Jangan salah, sakit kepala juga perlu periksa ke dokter. Kemungkinan besar ini terjadi karena adanya penyakit lain. Simak beberapa pertimbangannya berikut.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
sakit kepala periksa ke dokter

Yang juga perlu Anda baca

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Kulit terasa gatal tiba-tiba, padahal tidak digigit serangga atau alergi? Cari tahu segala informasi seputar gatal pada kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Sering Mengecek Handphone Bisa Bikin Stres

Sering mengecek handphone untuk "kepoin" seseorang? Hati-hati, Anda bisa jadi rentan stres karena hal ini, lho! Kok bisa? Cari tahu di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengatasi Stres Dengan Terapi Warna

Bahkan sebelum maraknya tren buku mewarnai untuk orang dewasa, terapi warna sudah lama jadi pilihan pengobatan alternatif. Apa saja manfaatnya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Sedang berada di tempat umum, tiba-tiba keluar air mani? Padahal Anda tidak sedang bergairah atau berpikiran mesum. Nah, ini dia penjelasan dari para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
gangguan kecemasan anxiety disorder

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
susah tidur malam meski badan capek

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit