home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bahaya Cemas Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Bahaya Cemas Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Setiap orang pasti pernah merasa cemas dalam hidupnya. Rasa cemas dan khawatir adalah hal yang wajar karena ini merupakan respon alami tubuh terhadap ancaman dari lingkungan luar. Namun, tanpa disadari, rasa cemas berlebihan harus diwaspadai karena mungkin saja menandakan suatu penyakit yang mungkin saja berbahaya jika tidak segera ditangani.

Apa bedanya cemas berlebihan dengan cemas biasa?

Cemas adalah suatu bentuk emosi yang biasanya diiringi dengan rasa tidak nyaman, takut, atau gelisah. Biasanya, seseorang merasa cemas ketika menghadapi sesuatu yang mengancam, menakutkan, atau tidak familiar.

Ingat, rasa cemas biasa akan muncul jika terdapat pemicu stres. Setelah berhasil melewati pemicu stres atau selesai menghadapinya, rasa cemas akan menghilang dengan sendirinya.

Namun, lain cerita jika rasa cemas yang dirasakan terlalu intens dan berlebihan. Bahkan, kecemasan bisa saja muncul tanpa adanya pemicu yang jelas.

Selain itu, jika cemas biasa akan mereda dalam waktu yang relatif singkat, cemas berlebihan sering kali bertahan terus-menerus, sulit dikendalikan, dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Rasa cemas yang tidak terkendali ini bisa jadi termasuk dalam gejala gangguan kecemasan alias anxiety disorder. Kondisi ini tergolong dalam gangguan mental serius yang membutuhkan penanganan intensif.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan kecemasan paling umum yang ditandai dengan rasa cemas berlebihan:

1. Gangguan kecemasan umum

Gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD) adalah kelainan yang ditandai dengan rasa cemas, takut, serta khawatir yang tidak wajar dan berlangsung hingga 6 bulan.

Rasa cemas bisa muncul tanpa adanya pemicu atau faktor yang jelas. Selain itu, rasa cemas diikuti dengan gejala fisik lain, seperti sulit tidur, dada berdebar, keringat dingin, serta otot kaku.

2. Gangguan panik (panic attack)

Serangan atau gangguan panik adalah rasa cemas serta panik berlebih yang sangat intens dan muncul secara tiba-tiba.

Orang yang mengalami serangan panik biasanya tidak dapat berpikir jernih, merasa cemas secara tak terkendali, serta mengalami gejala fisik seperti jantung berdebar, sesak napas, serta merasa akan pingsan.

3. Gangguan kecemasan sosial

Jika rasa cemas berlebih muncul saat Anda harus berinteraksi dengan orang lain, bisa jadi hal tersebut merupakan gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder.

Gangguan ini tergolong lebih parah dibanding rasa malu biasa. Seseorang yang mengidap gangguan ini mengalami kesulitan dan rasa takut berlebih saat harus memulai pembicaraan, berkegiatan di aktivitas sosial, atau melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang lain.

Apa saja efek atau penyakit yang bisa muncul akibat cemas berlebihan?

Memiliki kecemasan yang tidak terkendali dan berlangsung dalam waktu lama bisa berakibat buruk pada kesehatan mental dan fisik Anda.

Rasa cemas bisa mengaktifkan respons stres di dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan tubuh berada dalam mode “siaga”.

Namun, cemas yang berlangsung secara terus-menerus akan membuat tubuh dalam keadaan “siaga” terlalu lama. Akibatnya, ini bisa berdampak negatif pada kondisi fisik serta psikis Anda.

Tak hanya itu, kecemasan yang terlalu tinggi bisa melemahkan sistem imun tubuh. Hal ini tentunya akan membuat tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit, mulai dari yang bersifat ringan seperti flu dan batuk, hingga penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung.

Menurut Mayo Clinic, berikut adalah beberapa komplikasi kesehatan akibat merasakan cemas berlebihan:

  • depresi atau gangguan mental lainnya,
  • penyalahgunaan obat-obatan,
  • susah tidur (insomnia),
  • masalah pencernaan,
  • sakit kepala,
  • mengisolasi diri dari kehidupan sosial,
  • sulit berfungsi dengan normal di sekolah atau tempat kerja,
  • kualitas hidup menurun, dan
  • memiliki keinginan bunuh diri.

Bagaimana cara mengatasi rasa cemas berlebihan?

Jika cemas yang terlalu intens dan terjadi dalam waktu lama dibiarkan begitu saja, hal ini bisa menyebabkan timbulnya komplikasi kesehatan yang tak diinginkan.

Maka dari itu, cobalah ikuti tips di bawah ini untuk mengatasi rasa cemas berlebihan:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anxiety disorders – Mayo Clinic. (2018). Retrieved October 18, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anxiety/symptoms-causes/syc-20350961 

Generalized Anxiety Disorder: When Worry Gets Out of Control – National Institute of Mental Health. (2016). Retrieved October 18, 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/generalized-anxiety-disorder-gad 

Panic Disorder: When Fear Overwhelms – National Institute of Mental Health. (2016). Retrieved October 18, 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/panic-disorder-when-fear-overwhelms 

Social Anxiety Disorder: More Than Just Shyness – National Institute of Mental Health. (2016). Retrieved October 18, 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/social-anxiety-disorder-more-than-just-shyness 

Social anxiety (social phobia) – NHS. (2020). Retrieved October 18, 2021, from https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/social-anxiety/ 

What Anxiety Does to Your Body: 7 Common Physical Symptoms – Women’s Health at Harrington. (2018). Retrieved October 18, 2021, from https://www.harringtonhospital.org/women_blog/what-anxiety-does-to-your-body-7-common-physical-symptoms/ 

Anxiety and panic attacks – Mind. (2021). Retrieved October 18, 2021, from https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/anxiety-and-panic-attacks/symptoms/ 

Goodwin G. M. (2015). The overlap between anxiety, depression, and obsessive-compulsive disorder. Dialogues in clinical neuroscience, 17(3), 249–260. https://doi.org/10.31887/DCNS.2015.17.3/ggoodwin

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.