Waspadai 4 Masalah Mental yang Rentan Terjadi Pada Pekerja Kantor

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Januari 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sehat tidak hanya sebatas fisik saja, tapi juga secara mental. Nah, sayangnya banyak hal yang tak disadari bisa membuat kesehatan mental Anda terganggu. Misalnya saja tuntutan pekerjaan yang tak sudah-sudah, hal ini mungkin jadi pemicu dari berbagai masalah mental. Lalu apa saja ya, masalah mental pada pekerja kantor yang sering terjadi? Simak pembahasan mengenai masalah mental pada pekerja kantor berikut ini.

Kenapa pekerja kantor rentan dengan masalah mental?

Terkadang, pekerjaan yang datang bertubi-tubi mengharuskan Anda lembur. Hal ini saja sudah bisa membuat Anda tertekan, karena waktu Anda habis terkuras di kantor. Belum lagi jika pekerjaan tersebut membutuhkan keahlian dan kemampuan khusus yang membuat Anda harus berpikir keras.

Kondisi seperti itu sangat mudah membuat seseorang merasa frustasi akibat kerjaan. Ditambah lagi dengan lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan keinginan, yang semakin memicu masalah mental pada pekerja kantoran.

Meski begitu, memang ada beberapa orang yang lebih rentan terkena masalah mental karena memiliki faktor genetik tertentu. Ya, orang yang memiliki anggota keluarga dengan masalah mental, memiliki risiko lebih besar terkena masalah mental serupa.

Masalah mental pada pekerja kantor yang kerap terjadi

Ada banyak penyakit mental yang terjadi dan dapat menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Namun, hanya beberapa saja masalah mental pada pekerja kantor yang lebih mungkin terjadi, di antaranya:

1. Depresi

depresi bisa kerja

Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang merasa sedih, kehilangan minat, dan semangat. Penyebabnya adalah perubahan hormon, contohnya saat hamil atau menopause, genetik, dan perubahan proses kimia otak yang memengaruhi kestabilan suasana hati.

Jika dikaitkan dengan lingkungan pekerjaan, kemungkinan besar stres berkepanjangan adalah penyebabnya. Orang yang mengalami depresi, biasanya akan menunjukkan gejala, seperti:

  • Merasa sedih, kosong, tidak punya harapan, dan menangis tanpa sebab
  • Marah tanpa kendali, sensitif, mudah cemas, dan merasa frustasi pada masalah kecil
  • Hilang minat pada rutinitas, seperti seks, hobi, atau olahraga
  • Insomnia atau tidur berlebihan
  • Sangat mudah lelah, tidak nafsu makan dan tidak pernah cukup untuk istirahat
  • Merasakan gejala fisik seperti nyeri punggung dan sakit kepala
  • Sulit fokus, mengingat sesuatu, dan membuat keputusan
  • Sering kali berpikir mengenai kematian dan melakukan percobaan bunuh diri

2. Gangguan bipolar

depresi cepat marah

Gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati ekstrem, dari depresi menjadi mania. Penyebabnya adalah faktor genetik atau perubahan proses kimia otak yang memengaruhi kestabilan suasana hati. Namun, lingkungan kerja yang mengharuskan seseorang terus berpikir kreatif juga dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar.

Episode depresi pada gangguan bipolar sama dengan gejala depresi pada umumnya, seperti merasa sedih, hampa, dan tidak ada minat untuk melakukan aktivitas.

Sementara episode mania akan ditunjukkan dengan perilaku impulsif yang berlebihan, sangat aktif hingga tidak merasa butuh istirahat, dan buruk dalam mengambil keputusan sehingga dapat melakukan tindakan yang berbahaya.

3. Gangguan kecemasan

perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah perasaan cemas berlebihan yang tidak terkontrol. Penyebab umum gangguan kecemasan adalah stres, genetik dan memiliki sifat yang mudah cemas, serta memiliki trauma.

Nah, masalah mental pada pekerja kantor ini biasanya menimpa mereka yang bekerja di bawah tekanan dan stres, ditambah memikirkan masalah keuangan.

Namun, bisa juga terjadi akibat adanya kondisi medis seperti penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, masalah pernapasan, dan penyakit lainnya. Gejala gangguan kecemasan yang umumnya terjadi, meliputi:

  • Mudah merasa cemas dan merasa dirinya berada pada situasi yang berbahaya
  • Denyut jantung meningkat, berkeringat, tubuh gemetar, dan bernapas cepat
  • Sulit untuk konsentrasi, sulit tidur, dan mengalami gangguan pencernaan
  • Merasa lemah, mudah lelah, dan sesak
  • Berusaha keras untuk menghindari sesuatu yang dapat memicu kecemasan

4. PTSD

depresi pada pria

PTSD atau gangguan stres pascatrauma adalah masalah mental yang dipicu peristiwa traumatis. Sebenarnya, lingkungan apa pun dapat menimbulkan trauma, termasuk pada lingkungan kantor. Misalnya, mengalami kecelakaan saat dinas luar kota.

Orang dengan PTSD biasanya merasakan kilas balik peristiwa traumatis ketika melihat sesuatu yang mengingatkan dirinya pada hal tersebut. Ia jadi cemas, tidak bisa mengendalikan diri, dan sulit untuk menyesuaikan diri dengan baik karena menghindari sesuatu yang bisa mengingatkan dirinya pada trauma.

Jika mengalaminya, apakah bisa bekerja seperti biasa?

Kesehatan mental yang bermasalah bisa mengganggu semua aktivitas, termasuk pada pekerjaan. Hampir semua pekerja dengan masalah mental mengalami kesulitan untuk konsentrasi.

Mereka sangat mudah teralihkan konsentrasinya dengan bunyi, tampilan, atau apa pun yang mengganggu. Akibatnya, pekerjaan akan diselesaikan lebih lama. Selain itu, mereka juga sulit untuk berinteraksi dengan rekan  kerja atau klien.

Bekerja atau tidak sebenarnya bergantung pada kondisi pasien. Selama gejala masih bisa dikendalikan, pasien tetap bisa bekerja. Sementara jika sudah terlalu parah, maka pasien diharuskan menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan?

Masalah mental lebih sulit untuk diketahui karena tidak menimbulkan luka yang bisa dilihat oleh mata. Oleh karena itu, jika Anda merasa tertekan atau stres berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya segera periksa lebih lanjut ke dokter.

Masalah mental pada pekerja kantoran sebenarnya bisa dicegah. Jika Anda mudah tertekan, sebaiknya hindari pemicu dan tahu caranya melakukan mengelola stres. Banyak kegiatan yang bisa Anda coba untuk mengurangi stres, seperti berolahraga, memikirkan hal-hal yang positif, dan meluangkan waktu bagi diri sendiri.

Jika Anda menghadapi kesulitan dalam bekerja, cobalah untuk bertanya dengan rekan kerja Anda yang lebih paham. Kemudian, sederhanakan pekerjaan Anda menjadi beberapa bagian supaya lebih mudah untuk ditangani.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Chrisendy Hakim

Haruskah ke Dokter Jika Diare Terjadi Selama Berhari-hari?

Diare memang umum terjadi dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Lantas, haruskah pergi ke dokter jika mengalami hal ini? Baca selengkapnya di sini.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
diare berhari hari
Diare, Kesehatan Pencernaan 12 November 2019

Cegah Dehidrasi Dengan 5 Cara Ini di Tengah Aktivitas Padat dan Cuaca Panas

Beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas rentan membuat Anda dehdirasi. Simak cara berikut ini untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
mencegah dehidrasi cuaca panas

Sakit Kepala Juga Perlu Ke Dokter, Ini Pertimbangannya

Jangan salah, sakit kepala juga perlu periksa ke dokter. Kemungkinan besar ini terjadi karena adanya penyakit lain. Simak beberapa pertimbangannya berikut.

Ditulis oleh: dr. Chrisendy Hakim
sakit kepala periksa ke dokter

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah kondisi kejiwaan yang membuat seseorang mengalami perubahan mood ekstrem. Gejala lain apa yang mungkin muncul?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Mood 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Hal yang Perlu Diketahui dari Selective Mutism, Saat Seseorang Bisu Mendadak

Pemalu dan irit bicara bukan hal aneh. Namun, saat tak bisa bicara hingga rasanya membeku pada saat-saat tertentu, Anda mungkin mengalami selective mutism.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Kecemasan 20 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Separation Anxiety Disorder, Cemas Saat Berpisah yang Sering Dialami Anak

Pernahkah anak Anda menangis meraung-raung jika ditinggal pergi walau sebentar saja? Mungkin ia mengalami separation anxiety disorder.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Kecemasan 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

Berusaha menjadi lebih baik tidak sama dengan menjadi seorang perfeksionis. Namun, berusaha menjadi sempurna itu baik atau buruk, sih?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi cahaya cara mengatasi depresi menghilangkan depresi

Memanfaatkan Cahaya, Terapi yang Dapat Membantu Mengatasi Depresi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
agoraphobia adalah apa itu

Agoraphobia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
brain fog banyak pikiran di kantor

4 Cara Ampuh Kembalikan Konsentrasi Akibat Kewalahan Kerja

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
thalassophobia

Kenali Gejala Thalassophobia atau Fobia terhadap Laut, Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit