Sering Dipaksa Nikah Oleh Keluarga? Coba 3 Cara Ini untuk Menghadapinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menikah memang keputusan pribadi tetapi tak jarang banyak pihak yang justru turut campur bahkan cenderung memaksa, salah satunya keluarga. Lontaran pertanyaan “kapan nikah” atau pernyataan “kok gak nikah-nikah” kerap menjadi teror nyata yang tak jarang membuat stres apalagi jika datang dari keluarga sendiri. Agar tak lagi bingung dan stres memikirkan berbagai tuntutan ini, yuk lakukan beberapa hal ini saat dipaksa menikah.

Hal yang perlu dilakukan saat dipaksa menikah oleh keluarga

Ada banyak alasan mengapa seseorang belum menikah. Dari mulai belum menemukan pasangan yang tepat, belum yakin dengan pasangannya saat ini, atau mungkin masih memiliki tujuan karier yang ingin dicapai. Sayangnya, berbagai alasan ini kerap tak dipedulikan oleh pihak luar termasuk keluarga sehingga Anda terus diberondong omongan “ayo dong cepetan nikah”. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat dipaksa menikah, yaitu:

1. Tanggapi dengan santai

Menanggapi dengan serius tuntutan untuk menikah dari keluarga hanya akan membuat Anda stres. Untuk itu, bersikaplah sedikit lebih santai. Anggap saja permintaan menikah ini sebagai perwujudan kasih sayang. Awalnya pasti sulit tetapi lama-lama Anda akan kebal dan tak lagi sensitif.

Anda bisa saja menanggapinya dengan candaan seperti “jodohnya masih disimpan nih” atau “tunggu tabungan tiga digit dulu yaa”. Memberikan jawaban yang tak terlalu serius akan jauh lebih baik ketimbang menanggapinya dengan kekesalan yang bisa menguras energi.

2. Ungkapkan alasannya

hubungan tidak direstui orangtua

Jika candaan tak mempan untuk menghentikan semua paksaan tersebut, maka cobalah untuk mengungkapkan alasannya, apalagi pada orangtua. Terkadang orangtua merasa khawatir bahwa anaknya terlalu sibuk bekerja hingga lupa mencari pasangan hidup. Padahal nyatanya, bukan itu alasan mengapa hingga saat ini belum juga menikah. Agar orangtua Anda tak terus menuntut untuk menikah, maka ungkapkanlah alasan sebenarnya dengan jujur.

Menurut Rachel Sussman, terapis dan pakar hubungan di New York, mengutarakan alasan yang sebenarnya pada orangtua ataupun keluarga bisa jadi kuncinya. Dengan begitu, karena orang lain tidak banyak tahu kondisi Anda saat ini sampai memutuskan belum mau menikah dulu. Jadi. jangan pernah malu untuk membicarakan hal ini pada keluarga terutama orangtua.

Sebenarnya maksud orangtua menuntut Anda untuk segera menikah itu pasti baik. Mungkin mereka ingin mengantar Anda menikah selagi masih diberi kesehatan atau ingin segera menggendong cucu di masa tuanya. Namun, sering kali memang caranya kurang tepat.

Untuk itu coba atur waktu yang tepat dan katakan pada orangtua apa alasan Anda belum mau menikah. Katakan juga pada orangtua bahwa dengan menuntut terus menerus justru membuat stres dan semakin takut. Percayalah orangtua Anda pasti akan mengerti jika Anda menjelaskannya secara baik-baik. Anda juga bisa mempraktikkan cara ini pada anggota keluarga yang terus-terusan menanyai perihal pernikahan.

3. Alihkan pembicaraan

menghadapi mertuaJika kedua cara tersebut tak juga mempan, sebaiknya alihkan pembicaraan ketika mulai menjurus ke arah pernikahan. Anda berhak untuk tidak memberikan jawaban dan mengalihkannya ketika Anda mulai muak dengan berbagai tuntutan tersebut.

Jangan bebani diri sendiri dengan memikirkan tuntutan untuk menikah yang datang dari keluarga. Andalah yang punya kendali atas berbagai keputusan besar yang akan Anda buat dalam hidup termasuk menikah. Tidak ada aturan bahwa menikah haruslah cepat tetapi menikahlah kapan pun Anda merasa siap menjalaninya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Pernikahan antara pasangan dengan beda usia jauh merupakan hal yang wajar. Namun,ada plus dan minus dari pernikahan ini yang perlu dipertimbangkan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Siapa sangka bahwa ratusan pesan yang dikirimkan setiap hari di grup keluarga, terutama platform WhatsApp bisa pengaruhi kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 29 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Masa-masa menuju pernikahan adalah waktu-waktu yang rawan. Menjelang pernikahan, biasanya masalah datang silih berganti menguji Anda dan pasangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 10 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Agar Tak Makin Stres, Ini 3 Tips Mencegah Pertengkaran Jelang Pernikahan

Sering kali terjadi konflik di antara pasangan sebelum hari pernikahan tiba. Bagaimana agar pertengkaran menjelang pernikahan dapat dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 10 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alasan takut menikah

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit